Trending News

Blog Post

Time Tunnel: All Saints
Time Tunnel

Time Tunnel: All Saints 

Image and video hosting by TinyPic
Kembali ke tahun 1997, saat Melanie, Shaznay, Natalie, dan Nicole menggebrak dunia lewat single perdana mereka, ‘I Know Where It’s At’. Dunia seperti pangling dan sengaja menyediakan waktu untuk menoleh ke arah 4 gadis ini. Maklumlah, pada saat itu, Spice Girls dan tema “Girl Power”-nya sangat dominan dalam gelar kepopuleran girlband di seluruh dunia. Kompleksitas yang dimiliki Spice Girls juga dimiliki oleh All Saints. Sama-sama punya rapper, sama-sama jago nge-dance. Jalur musik yang mereka ambil yang sedikit berbeda, dan itu yang membuat All Saints mendapat kesempatan untuk bersinar. Cikal bakal lahirnya girlband ini adalah saat Melanie Blatt dan Shaznay Lewis memulai karir sebagai penyanyi latar di studio Sarm West milik perusahaan rekaman ZTT yang terletak di dekat All Saints Road di London pada tahun 1993. Kemudian, Mel dan Shaz gabung bersama Simone Reinford untuk membentuk sebuah grup vokal bernama All Saints 1.9.7.5 yang dimanajeri oleh Ron Tom dan dikontrak oleh ZTT Records. Debut single mereka ‘Silver Shadow’ yang adalah lagu original milik Atlantic Star mereka rilis di tahun 1994, tapi hasilnya tidak memuaskan. Girlband ini tak terlihat memiliki masa depan, belum lagi konflik internal yang melibatkan Mel dan Simone. Mereka masih sempat merilis single ‘Let’s Get Started’ dan ‘If You Wanna Party (I Found Lovin’)’ tapi tak kunjung mendapatkan hasil yang baik. Dan akhirnya Simone meninggalkan grup, dan perusahaan rekaman memutuskan kontrak mereka. Kiamat bagi girlband All Saints 1.9.7.5.

Mel dan Shaz enggak mau kehilangan impian mereka untuk menjadi terkenal, tapi lebih enggak iklas untuk meninggalkan mimpi menjadi artis rekaman yang berdedikasi tentunya. Makanya, dibuatlah audisi untuk mengisi kekosongan di dalam girlband ini. Dapatlah Nicole Appleton, seorang alumnus dari sekolah teater. Nicole mengajak serta kakaknya, Natalie Appleton untuk ikutan gabung di grup vokal ini. Dan format trio itupun berubah menjadi kwartet, dengan nama All Saints 1.9.7.5 diubah menjadi All Saints. Tapi untuk apa membuat sebuah grup vokal tanpa kontrak rekaman? Dan dimulailah kisah pencarian perusahaan rekaman yang bersedia mengontrak mereka dengan membuat demo. ‘I Know Where It’s At’ pun direkam, dan diserahkan kepada Karl Gordon, seorang produser, penulis lagu, dan DJ yang akrab dengan sound hip-hop. Ketenaran Spice Girls pada saat itu berdampak pada keinginan produser rekaman yang ingin memirip-miripkan mereka. Hingga akhirnya mereka bertemu John Benson, yang mengontrak mereka di label London Records. Jadilah lagu mereka direkam dan dirilis sebagai single pertama pada tahun 1997, dan berhasil menjamah posisi 4 di UK Singles Chart.

Sukses di Inggris, selanjutnya merambah ke luar Inggris. ‘Never Ever’ dirilis sebagai single kedua mereka dan syukurnya berhasil menjuarai tanggala lagu di Inggris dan Australia. Grup ini enggak bisa dipandang sebelah mata. Lagu ini kemudian menjadi hit terbesar All Saints dalam karirnya, dan di BRIT Awards tahun 1998, memenangkan Best Single dan Best Video sekaligus. All Saints pun semangat merilis album. Debut album mereka “All Saints” menduduki posisi 2 album chart di Inggris dan penjualannya fantastis. Dianugerahi 5x Platinum, dan masih bisa mencetak hits lagi. Dua lagu daur ulang mereka, ‘Under The Bridge’ dan ‘Lady Marmalade’ enggak hanya sukses dengan menjuarai tangga lagu di Inggris, tapi juga sukses mengusung ciri musik mereka pada lagu alternative rock dan soul/disco/funk tersebut. ‘Bootie Call’ menyusul kemudian. Dirilis pada tahun 1998, lagu keren ini juga menjuarai tangga lagu di Inggris, dan single terakhir dari album ini, ‘War Of Nerves’ masuk di posisi 7 UK Singles Chart.

Sayap ketenaran mereka semakin berkembang, senyum kesuksesan pun semakin lebar terlukis di wajah masing-masing personel All Saints, tatkala mereka dipilih untuk menyanyikan soundtrack untuk film Leonardo DiCaprio “The Beach”. Mereka jelas sangat bangga dan bahagia menyambut hal ini, apalagi di lagu untuk film tersebut mereka bekerjasama dengan produser William Orbit yang belum lama dari waktu itu membawa sukses Madonna lewat album “Ray Of Light”. Lagu ‘Pure Shores’ pun dirilis, dan langsung menjadi lagu nomor 1 ke-4 bagi mereka. All Saints langganan hits! Saking langganannya, produser film ingin memasukkan gadis-gadis ini dalam film. Jadilah, Mel, Nic, dan Nat diajak bermain film yang disutradarai oleh Dave Stewart di tahun 2000, “Honest”. Sayangnya, film bukanlah jalur sukses untuk mereka. Gagal di film, balas dendamnya di musik. Single mereka berikutnya, ‘Black Coffee’ juga jadi juara di UK Singles Chart. Dan album kedua mereka “Saints & Sinners” yang dirilis berikutnya menjadi album nomor 1 di Inggris dan dianugerahi sertifikat double platinum!

All Saints semakin merajalela. Single ketiga sekaligus terakhir dari album kedua mereka masuk Top 10 di chart Inggris, tepatnya posisi 7 untuk ‘All Hooked Up’. Tapi sungguh menyedihkan, karena merajalelanya mereka justru menimbulkan konflik internal yang memaksa mereka untuk berhenti dari kegiatan musik bersama dan melakukan kegiatan secara terpisah. Shaz melakukan debut-nya di dunia akting bersama Keira Knightley di film “Bend It Like Beckham” sekaligus menyanyikan sebuah lagu untuk soundtracknya. Mel tampil di single Artful Dodger ‘TwentyFour Seven’ yang berhasil masuk ke posisi 6 UK SIngles Chart. Nat dan Nic membuat duo Appleton yang berhasil merilis album “Everything’s Eventual’ dengan yang punya hits ‘Fantasy’ dan ‘Don’t Worry’ yang berhasil duduk di posisi 2 dan 5 UK Singles Chart. Sepertinya kalau untuk urusan musik, mau secara terpisah ataupun bersama, mereka tetap bisa berprestasi. Mel merilis single ‘Do Me Wrong’ yang berhasil masuk Top 20 dan ‘See Me’ yang diambil dari soundtrack film “Robot”, Shaz dengan debut solo single ‘Never Felt Like This Before’ yang berhasil menembus Top 10. Tapi memang enggak ada yang sebesar saat mereka tergabung dalam satu kesatuan.

Menyadari hal tersebut, tergabunglah kembali Mel, Shaz, Nat, dan Nic dalam All Saints dengan kontrak rekaman baru bersama Parlophone. Dirilislah album “Studio 1” sebagai comeback dengan hit single ‘Rock Steady’ yang berhasil menduduki posisi 3 di UK Singles Chart. Namun, comeback ini sangat jauh dari kata sukses. Albumnya hanya mampu bertengger di posisi 40 album chart, meskipun akhirnya bisa mendapat sertifikat gold. Keadaan ini memaksa All Saints harus berpisah dengan label rekamannya lagi, dan berhadapan dengan keputusan hiatus. Di tahun 2008, Nic dan Mel sempat mengabarkan kalau All Saints mendapat kontrack rekaman baru dengan label yang tidak diketahui. Kabar kabur ini memang enggak bisa jadi pegangan kalau ke depannya kita masih akan bisa mendengarkan karya musik dari grup cewek ini. Tapi paling enggak, kita tau bahwa masih ada keinginan untuk eksis di dunia musik dari dalam tubuh All Saints!

Official Website All Saints

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributors)

Image and video hosting by TinyPic
All Saints Fun Facts!
1. Single yang mereka rilis selalu menduduki Top 10 di UK Singles Chart, minimal posisi 7. Never Ever, Under The Bridge, Lady Marmalade, Bootie Call, Pure Shores, Black Coffee #1, Rock Steady #3, I Know Where It’s At #4, War Of Nerves dan All Hooked Up #7.

2. All Saints memenangkan Breakthrough Artist pada ajang MTV Europe Music Awards di tahun 1998.

3. Sebagai memorial kebersamaan mereka sebelum hiatus pertama, London Records merilis album kompilasi “All Hits” yang sekaligus menjadi album terakhir mereka yang dirilis oleh label rekaman tersebut.

4. Parlophone pun berlaku demikian, album kompilasi kedua mereka “Pure Shores: The Very Best Of All Saints” dirilis sebagai album terakhir dari label tersebut.

5. Seperti layaknya Spice Girls, All Saints pun masing-masing punya nickname. Meskipun nickname tersebut enggak sepopuler Spice. Nat is Naaaaatalie, Shaz is Banana-Man, Mel is Blat Fink, dan Nic is The Fonz.

6. All Saints bersama girlband asal Inggris lainnya; Atomic Kitten, Sugababes, dan Girls Aloud adalah girlband terlaris di dunia peringkat 8, dengan penjualan album sebanyak 10 juta kopi. All Saints mencetak angka tersebut dengan 3 studio album, sedangkan Atomic Kitten 4, Sugababes 7, dan Girls Aloud 5 album.

7. Video klip apa yang paling kamu ingat dari mereka? Apakah Bootie Call dengan nuansa black and white, Lady Marmalade dimana mereka berdansa di sebuah ruangan hingga gedung runtuh, Under The Bridge yang mengambil lokasi syuting di bangunan yang sudah hancur dan Mel sedang mengandung, atau Black Coffee yang banyak adegan pause-nya?

Discography:
Albums

1997: All Saints
2000: Saints & Sinners
2006: Studio 1

Compilations

1998: The Remix Album
2001: All Hits
2010: Pure Shores: The Very Best of All Saints

So, single All Saints apa yang paling kamu suka?

Related posts

Leave a Reply