Trending News

Blog Post

Top 10 Music Videos: Jennifer Lopez
Top 10 Lists

Top 10 Music Videos: Jennifer Lopez 


10. Do It Well
(taken from Brave album)
Lagu yang merupakan single pertama dari albumnya yang berjudul Brave ini ditulis dan diproduseri oleh Ryan Tedder (OneRepublic). Jika dibandingkan dengan penjualan albumnya sendiri, single ini lebih berbicara banyak di chart musik dunia, sehingga saat pertama kali dirilis, banyak kritikus yang mengharapkan single ini mampu mengangkat penjualan album keenamnya tersebut. Videonya sendiri disutradarai oleh David LaChapelle. Mengambil tema aksi kepahlawanan dibalut dengan sedikit bumbu seksual (paling tidak itu yang terpikirkan saat pertama melihat video ini), Do It Well memperlihatkan ketangguhan J.Lo dalam menghadapi bahaya demi menyelamatkan seorang anak yang ditangkap dan dipaksa bekerja di sebuah klub malam erotis. Lihat videonya disini.


9. I’m Glad
(taken from This Is Me … Then album)
Jennifer Lopez is all about dancing and singing. Hampir sebagian besar video musik nya menampilkan adegan J.Lo menari, meskipun hanya sebagai scene tambahan diluar lagu aslinya. Dan untuk video ini, J.Lo tampil habis-habisan dalam melakoni sosok seorang penari klub malam, yang juga bekerja sebagai pekerja bangunan. Mengadaptasi kehidupan seorang penari profesional yang diceritakan dalam film yang menjadi hit di tahun 1980-an, Flashdance, video ini disutradarai dengan apik oleh David LaChapelle, dan koreografi indah yang dikreasikan oleh Jeffrey Hornaday, yang merupakan koreografer asli untuk film tersebut. Meskipun sempat menerima gugatan atas penggunaan copyright terhadap jalan cerita dan koreografi yang ada, tidak lantas menghentikan video ini untuk sukses secara komersil, terbukti dengan 4 nominasi dalam 2003 MTV Video Music Awards, untuk kategori Best Female Video, Best Dance Video, Best Choreography, dan Best Art Direction. Lihat videonya disini.


8. Love Don’t Cost A Thing
(taken from J.Lo album)
Cinta tidak selalu ditunjukkan dengan harta. Paling tidak itulah pesan yang berusaha disampaikan oleh J.Lo melalui lagu ini. Kebutuhan akan cinta melebihi segala hal yang tidak dapat dibeli dengan uang atau benda apapun. Video ini disutradarai oleh Paul Hunter, yang juga menyutradarai single J.Lo lainnya, Feelin’ So Good. Seakan mempertegas pesan yang ingin disampaikan dalam lagu tersebut, video ini memperlihatkan J.Lo yang rela menanggalkan semua pemberian dari kekasihnya, dan hanya mengharap kehadiran sosok sang pujaan hati disisinya disaat ia membutuhkannya. Sepenggal scene yang memperlihatkan tarian yang dibawakan oleh J.Lo dan beberapa penari dengan latar belakang pemandangan dari selembar kartu pos, sempat menjadi berita yang hangat dibicarakan saat itu, dimana salah satu penari yang ada akhirnya menjadi suami kedua J.Lo, yaitu Cris Judd. Tidak tanggung-tanggung, adegan tari tersebut turut membantu video ini untuk menjadi nominasi dalam kategori Best Dance Video, dan Best Female Video dalam ajang 2001 MTV Video Music Awards. Lihat videonya disini.


7. Jenny From The Block
(taken from This Is Me … Then album)
Familiar dengan pepatah “bagaikan kacang lupa pada kulitnya”? Jika ya, jangan alamatkan pepatah tersebut pada Jennifer Lopez. Setidaknya image tersebut yang berusaha ditonjolkan oleh single pertama dari album ketiganya yang berjudul This Is Me … Then, yaitu Jenny From The Block. Video klip yang mengambil tema yang disesuaikan dengan pesan dari lagu tersebut disutradarai oleh Francis Lawrence. Menggambarkan keseharian yang dijalani oleh seorang Jennifer Lopez , kita diajak untuk melihat sisi kehidupan pribadinya melalui sudut pandang kamera pengintai, serta lensa kamera fotografer dan para paparazzi. Menitikberatkan pada kisah asmaranya bersama sang pangeran pada waktu itu, Ben Affleck, sebagian besar clip yang ada pun menampilkan beberapa adegan mesra dari kedua pasangan tersebut. Termasuk dalam salah satu adegan romantis yang tidak bisa dilewatkan, dimana Ben terlihat meniup mata Jennifer yang terkena debu saat mereka sedang duduk di sebuah restoran. Kehidupan cinta pasangan ini memang menjadi konsumsi publik yang paling hangat pada saat itu, sehingga turut memunculkan nickname yang populer, Bennifer. Hal itulah yang mendasari konsep video Jenny From The Block. Video tersebut juga menampilkan rapper Styles P dan Jadakiss, yang memang mengisi bagian rap untuk lagu tersebut. Waktu yang cukup lama pun dihabiskan untuk syuting video clip, sekitar hampir satu bulan (1-24 Oktober 2002) dan mengambil lokasi di beberapa kota di Amerika Utara. Lihat videonya disini.


6. No Me Ames
(taken from On The 6 album)
Jennifer Lopez dan Marc Anthony sepertinya memang ditakdirkan untuk bersama. Setidaknya hal itulah yang bisa kita tangkap saat melihat video ini. Tapi jangan menganggap bahwa mereka adalah sepasang kekasih saat itu, karena pada saat single ini ditulis, Jennifer dan Marc hanyalah teman biasa. Namun chemistry yang dibangun oleh keduanya dalam video garapan Kevin Bray ini mengisyaratkan bahwa mereka sangatlah sepadan untuk menjadi sepasang kekasih di kehidupan nyata. Kesetiaan dalam merawat seseorang yang dikasihi yang sedang sakit sambil terus berharap bahwa masa-masa indah yang telah dilalui bersama dapat terulang kembali, hingga saat dimana penyakit tersebut merenggut nyawa pasangan kita, dilakoni dengan penuh penghayatan oleh J.Lo di dalam video ini. Marc Anthony pun memainkan perannya sebagai sang kekasih yang sakit dengan sangat baik. Truly a romantic, yet sad video. Tidak mengherankan jika video ini mendapatkan nominasi untuk kategori Best Pop Duo or Group with Vocal Performance dan Best Short Form Music Video dalam ajang 2000 Latin Grammy Awards. Lihat videonya disini.


5. If You Had My Love
(taken from On The 6 album)
Inilah lagu yang menghantarkan nama Jennifer Lopez ke kancah musik dunia untuk pertama kalinya. If You Had My Love memang pantas menjadi salah satu signature song milik J.Lo, karena melalui lagu inilah kita diperkenalkan pada sosok Jennifer Lopez sebagai seorang entertainer kelas dunia. Disutradarai oleh Paul Hunter, video klip untuk debut single-nya ini menghantarkan J.Lo pada nominasi untuk empat kategori sekaligus dalam 1999 MTV Video Music Awards. Melalui konsep voyeuristic video yang ditampilkan oleh sang sutradara, Paul Hunter, kita diajak untuk menyaksikan aksi Jennifer Lopez bernyanyi dan menari yang direkam secara live melalui kamera yang dipasang di seluruh sudut rumahnya, dan dapat diakses secara worldwide melalui situs rekaan “Jennifer Lopez Online”. Adegan yang menjadi highlight dalam video ini adalah saat dimana J.Lo menampilkan 3 jenis tarian dengan kostum yang berbeda; Jazz, House, dan Latin Soul, diiringi dengan porsi musik remix (Pablo Flores Remix) berdurasi 45 detik. Ketiga jenis tarian tersebut ditampilkan secara apik oleh J.Lo, yang memang memiliki bakat menari yang sudah tampak sejak kecil. Lihat videonya disini.


4.Get Right
(taken from Rebirth album)
Ingin melihat kepiawaian J.Lo tampil dalam berbagai karakter berbeda dalam satu video? Tonton Get Right, dan kamu akan melihat jawabannya. Di sepanjang video ini kita disuguhi berbagai karakter yang diperankan oleh Ms. Lopez sendiri; sebagai seorang DJ, bartender, penari Go-Go, a nerdy girl, seorang artis (yang duduk berdekatan dengan si nerdy), dua wanita yang bercakap-cakap di toilet, dan tentunya the real J.Lo yang hadir lewat tayangan video. Keriuhan yang terjadi dalam club membuat berbagai karakter tersebut berbaur dan saling berinteraksi secara langsung maupun tidak langsung. Dan video tersebut turut menampilkan anak perempuan Marc Anthony (hasil pernikahan terdahulunya), Ariana, yang berperan sebagai adik dari si karakter DJ. Tidak tanggung-tanggung, kepiawaian Francis Lawrence menggabungkan berbagai karakter berbeda dalam satu scene memberikannya 4 nominasi sekaligus di ajang 2005 MTV Video Music Awards. Video versi ke 2 yang dirilis untuk official remix lagu tersebut menampilkan rapper Fabolous, dan sebagian besar scene yang ada terfokus pada aksi tarian yang ada dalam tayangan TV yang diputar di dalam club, yang muncul pada versi pertamanya. Lihat videonya disini.


3. I’m Into You
(taken from LOVE? album)
Apa rasanya jika kamu adalah seorang superstar yang bisa memilih siapapun untuk jadi model dalam video clip milikmu? Hmm, mungkin pertanyaan tersebut bisa langsung dialamatkan kepada Jennifer Lopez. Karena hal seperti ini yang dialaminya di awal pembuatan video untuk single keduanya di tahun 2011 ini, I’m Into You. Pemilihan model pria untuk menjadi pasangannya adalah berdasarkan pertanyaan yang diajukan oleh J.Lo kepada sepupunya, mengenai siapa aktor telenovela yang saat ini sedang digandrungi. Alhasil, nama William Levy lah yang keluar dari mulut sang sepupu, yang menjadikan aktor tersebut tampil sebagai love-interest¬ J.Lo dalam video tersebut. Ketampanan dan keseksiannyalah yang menghantarkan peruntungan William untuk dapat bersanding dengan J.Lo dalam video ini. Atau malah J.Lo yang merasa beruntung bisa bermesraan dengan aktor hot yang sedang naik daun ini? Diambil di dua lokasi yang berbeda, yaitu di situs piramid suku Maya di Chichen Itza, dan pantai Tulum di daerah Cancun, Meksiko, video ini dibesut oleh Melina Matsoukas, yang juga menyutradarai video S&M milik Rihanna. Video dibuka dengan adegan J.Lo yang sedang bersantai di pantai sambil mengenakan kacamata Gucci nya sambil memegang sekaleng minuman Koma Unwind (another product placement). Scene pun berlanjut dimana J.Lo terlihat menari di tangga piramid Chichen Itza, menggunakan gaun halter-neck Lanvin berbahan sutra dengan motif kulit ular phyton, serta perhiasan dari Tous Jewelry (dimana J.Lo didaulat sebagai brand ambassador untuk Tous Spring Collection 2011). Berbagai single scene yang memperlihatkan J.Lo menari pun disajikan, diselingi dengan adegan mesranya bersama William. Hype yang ditampilkan dalam video tersebut terasa semakin memuncak saat scene dimana J.Lo menari menggunakan kostum suku Maya dengan ditemani dua penari pun dihadirkan, diiringi sepenggal musik dari lagu Papi, yang juga diambil dari album LOVE?. Video ini pun hadir dengan versi kedua, yang hadir dengan tambahan scene hitam putih dari Lil’ Wayne yang merupakan rapper tamu dalam single ini. Lihat videonya disini. Lihat versi II disini


2. Waiting For Tonight
(taken from On The 6 album)
Siapa yang tidak kenal dengan lagu ini? Lagu yang dinobatkan menjadi lagu yang menjadi millenium hit ini sangat akrab di telinga pencinta musik di awal tahun 2000an, dan menjadi lagu wajib di lantai dansa. Alhasil, Waiting For Tonight pun sempat dinominasikan dalam kategori Best Dance Recording pada Grammy Awards tahun 2000. Dan untuk video nya sendiri, 2000 MTV VMA menganugerahkan Moon Man untuk kategori Best Dance Video, serta nominasi untuk Best Coreography. Video ini disutradarai oleh Francis Lawrence, yang juga menyutradarai hits J.Lo lainnya, seperti Jenny From The Block dan Get Right, serta bekerjasama juga dengan artis-artis lainnya, seperti Justin Timberlake (Rock Your Body), Britney Spears (I’m A Slave For You), dan Destiny’s Child (Emotion). Video yang mengambil setting menjelang pergantian millenium ini disyut selama 2 hari di bulan Agustus 1999, dan sarat akan kemeriahan pesta pora akhir tahun. Teknologi sinar laser yang digunakan di beberapa scene cukup berbahaya, sehingga sempat melukai bahu J.Lo saat melakukan adegan menari dengan latar belakang sinar laser tersebut. Lihat videonya disini.


1. On The Floor
(taken from LOVE? album)
Setelah menunggu selama satu tahun lebih untuk perilisan album teranyarnya, LOVE?, J.Lo akhirnya kembali terjun ke blantika musik dunia, yang diawali dengan single yang dinobatkan sebagai single paling sukses miliknya hingga saat ini, On The Floor, yang turut menampilkan Pitbull sebagai guest rapper. Meskipun sempat diguncang isu plagiat, namun tidak mematahkan jalan lagu ini untuk memuncaki chart musik dunia.
Begitu pula dengan video nya. Sejak perilisannya pada tanggal 3 Maret lalu melalui American Idol dan situs Youtube, hingga saat ini video clip tersebut sudah mencapai lebih dari 200 juta views, hanya dalam jangka waktu 3 bulan. Sebuah prestasi yang sangat membanggakan, sehingga membuat video tersebut bertengger selama kurang-lebih 5 minggu dalam Top Music Charts, yang merupakan chart lagu popular yang dikompilasi oleh Youtube. Disutradarai oleh Taj Stansberry, video tersebut mengambil setting layaknya di sebuah club malam di Los Angeles. “Originality, being you. This song is about being who you want. It’s about letting loose. There’s no explanation. This is this underground video, this underground party.”, jelas sang sutradara mengenai konsep yang diambil untuk video tersebut. Deklarasi party people generasi baru yang dikumandangkan di awal lagu memang terasa kental nuansanya di sepanjang video ini. Atmosfir underground party yang diangkat menyatu dengan musik dance-pop dan electro-house berirama up-tempo yang tersaji dalam single ini.Gerakan dan tarian seksi, serta kostum menawan menghiasi video ini. Alhasil, skin tight cat-suit warna perak bermotif jaring laba-laba hasil desain Zuhair Murad yang dikenakan J.Lo pun sukses menjadi bahan perbincangan. Parade placement product yang makin marak bertaburan di video musik belakangan ini pun turut ambil bagian dalam clip On The Floor. Tak tanggung-tanggung, produk otomotif ternama sekelas BMW, perhiasan dari Swarovski, serta minuman Crown Royal pun turut ambil bagian. Namun hal tersebut tidak serta-merta merusak storyline yang ada. Dibalut dengan koreografi arahan Frank Gatson, Jr., On The Floor semakin mengukuhkan kehandalan J.Lo sebagai seorang penari profesional, dan tidak melunturkan keseksian dari ibu berumur 40 tahun yang telah dikaruniai 2 orang anak ini.

Digadang sebagai comeback single setelah Louboutins yang gagal beraksi di tangga lagu dunia, On The Floor memang layak menempati posisi pertama di Top 10 Videos kali ini. Lihat videonya disini.

(Compiled by @JLoID) Follow them!

Related posts

Leave a Reply