Trending News

Blog Post

August Artist Of The Month: Beyonce
Artist of The Month

August Artist Of The Month: Beyonce 

Image and video hosting by TinyPic

“What goes around comes back around, hey my baby…” Demikian intro single terbaru Beyonce, ‘Best Thing I Never Had’ yang diambil dari album “4”. Seketika kita kembali dibuat terperanjak akan kemampuan Beyonce menyuarakan isi hatinya dalam warna vokal berkarakter dan powerful miliknya. Perjalanannya hingga menuju ke satu titik yang disebut “4” ini adalah pengentasan kekhawatiran yang mungkin sebelumnya sempat tercipta pada apakah Beyonce sanggup berdiri di atas kaki sendiri tanpa panduan sang ayah. Lebih dari itu, kendali penuh dipegangnya terhadap diri dan musiknya, menjadi album ini sebagai album ter-Beyonce dibandingkan album-album solo sebelumnya.

Beyonce memang terlahir sebagai seorang entertainer. Bahkan sebelum berada dalam Destiny’s Child, bakat seninya sudah bersinar terang saat usia kanak-kanak. Dalam bimbingan dan arahan sang ayah, Mathew Knowles, dirinya dipandu untuk mendekat ke tempat dimana dirinya seharusnya berada. Menjadi vokal utama dalam sebuah girlband adalah mulanya. Bersama Kelly Rowland, LeToya Luckett, dan LaTavia Robinson, mereka berhasil memenangkan kontrak rekaman dengan Columbia Records. Tapi formasi tersukses Destiny’s Child adalah saat Beyonce bersama Kelly Rowland dan Michelle Williams. Dimana kesuksesan mereka diakui lewat penampilan lagu-lagu mereka di chart, plus nama mereka yang diunggulkan dalam penghargaan musik.

Merasa masih butuh sarana untuk mengaktualisasikan diri, Beyonce memutuskan untuk menjalani karir solo. Di tahun 2003, album “Dangerously In Love” dirilis dengan lagu-lagu hit seperti ‘Crazy In Love’, ‘Baby Boy’, ‘Me Myself and I’, ‘Naughty Girl’, juga kolaborasinya dalam lagu Jay-Z ’03 Bonnie & Clyde’ dan soundtrack film Austin Powers ‘Work It Out’. Album ini menyejajarkan karir grup dan solonya bersama di puncak. Dalam waktu singkat, nama Beyonce mendulang ke angkasa, tidak hanya sebagai seorang penyanyi, tapi juga sebagai seorang pemain film. Beberapa judul film pertamanya adalah “Austin Powers In Goldmember”, “The Fighting Temptations”, dan “The Pink Panther”. Saat akhirnya Destiny’s Child berhadapan pada keputusan harus berpisah di tahun 2005, saat itu justru momentum kejayaan Beyonce yang semakin meradang!

Film “Dreamgirls” yang dibintanginya bersama Jamie Foxx dan Jennifer Hudson mendapatkan banyak pujian, berikut album soundtrack-nya. Di saat yang sama, album kedua Beyonce, “B’Day” pun mendulang sukses. Single hit seperti ‘Deja Vu’, ‘Ring The Alarm’, dan ‘Listen’ diputar dimana-mana. Berikut single yang menjadi puncak sukses Beyonce sebagai solois; ‘Irreplaceable’. Lagu ini adalah signature single Beyonce kala itu. Lagu terbaik dan terbanyak digandrungi oleh para penikmat musik. Namun ini tidak berhenti di situ saja, karena Beyonce merilis ulang album tersebut dalam edisi deluxe, menambahkan sebuah disc yang berisi antologi video dari album tersebut, delapan di antaranya dikerjakan dalam rentang waktu yang sangat singkat.

Kalau ada sebuah pernyataan bahwa Beyonce hidup bak di negeri dongeng, agaknya hal tersebut ada benarnya. Karirnya yang semakin memuncak tidak membuatnya melupakan kehidupan asramanya. Dirinya kemudian menikah dengan Jay-Z di tahun 2008, dan keduanya menjadi salah satu pasangan pesohor berpenghasilan terbesar oleh majalah Forbes di tahun 2009. Dan tak lama kemudian, album ketiga Beyonce diluncurkan. Penciptaan karakter dalam “I Am… Sasha Fierce” menjadi modal sukses album ini. Hit single ‘If I Were A Boy’, ‘Halo’, ‘Diva’, ‘Ego’, ‘Sweet Dreams’, ‘Video Phone’, dan ‘Broken Hearted Girl’ tercipta. Bahkan ada yang mengungguli kesuksesan single ‘Irrepleaceable’, yaitu ‘Single Ladies (Put A Ring On It)’ yang tidak hanya heboh dalam musik dan lirik, tapi juga tampilan video dan gaya khas Single Ladies di dalamnya. Satu puncak baru diciptakan, menjadikan posisi puncak Beyonce lebih tinggi lagi.

Untuk tetap bisa memaknai hidup dan menjadi manusia biasa, Beyonce mengambil cuti setahun dari kehidupan keartisannya. Dan di tahun 2011 dirinya kembali dengan keputusan terbesar dalam hidupnya, memisahkan diri dari manajemen sang ayah. Keputusan ini membuatnya bisa tampil membuktikan kemampuan sendiri. Album “4” adalah bukti nyata kemampuan tersebut. Single ‘Who Run The World (Girls)’ menampilkan sound yang enerjik sekaligus etnik, melibatkan ratusan orang dalam penggarapan videonya, dengan kehebohan gerakan tari yang dikreasikan di dalamnya. Meskipun dinilai gagal dalam pencapaian posisi di chart, tapi single ini diunggulkan dalan MTV Video Music Awards 2011 dalam kategori Best Female Video, Best Choreography, dan Best Cinematography.

Dengan kondisi seluruh album solonya debut di posisi 1 Billboard 200 Albums, album “4” ini pun mengincar posisi Best Contemporary R&B Album di Grammy tahun depan untuk melengkapi koleksi Grammy bagi setiap albumnya. Sebagai artis yang menjual sebanyak 75 juta kopi album di seluruh dunia, mengantongi 13 piala Grammy (secara solois) dan 3 Grammy (bareng Destiny’s Child) dengan total 209 buah penghargaan musik, nama Beyonce tak akan pernah tergantikan. Atas kejayaan ini, dan kejayaan-kejayaan lainnya di masa mendatang, CreativeDisc bersama Sony Music Indonesia dengan bangga mempersembahkan Beyonce sebagai Artist Of The Month bulan Agustus tahun 2011 ini. Say, who run the world? Bey!

Intro by Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributors

Simak Review Album of The Month: Beyonce – 4

Artist Of The Month Beyonce by creativedisc

Related posts

Leave a Reply