Trending News

Blog Post

Album of The Day: Jason Derülo – Future History
Album of The Day

Album of The Day: Jason Derülo – Future History 

Released by: Warner Music Indonesia

Much more than a Grammy award, that’s how much you mean to me.” Demikian petikan lirik yang terdapat dalam track It Girl, salah satu track yang menjadi single andalan solois asal Miami, Amerika, Jason Derülo untuk album keduanya, Future History. Tanpa bermaksud pretensius, rasanya sudah jelas jika melalui album ini Derülo sama sekali tidak mengejar pengakuan secara artistik. Yang diinginkannya hanya ingin mengejar kesuksesan album debutnya, yang dirilis pada tahun 2010 yang lalu.

Tidak heran album ini dipenuhi dengan sound-sound pop/urban yang mengandalkan beat-beat electro-pop dan euro-house, selain track-track power ballad yang tentunya menjadi salah satu persyaratan untuk menghindari kesan monoton. Autotunes pun dengan mudah ditemui disana-sini, mengalterasi vokal Derülo agar terkesan kekinian. Namun, jujur saja, album ini terdengar lebih mengalir ketimbang album debut Derülo, karena track-track yang hadir terdengar lebih variatif dan menarik.

Tentu saja dalam Don’t Wanna Go Home, sebagai track pembuka, kita masih bisa mendengarkan Derülo berucap” Jason De-rooo-lo!” dalam nada tinggi, yang seolah menjadi ciri khasnya. Dengan sampel Show Me Love milik Robin S. yang dimix dengan tembang lawas Harry Belafonte, Day-O (The Banana Boat Song), track ini menjadi sangat catchy sekali. Tidak heran Derülo menjadikannya sebagai single utama.

Sementara itu, dalam Breathing, sebuah nomor house, ia menghadirkan efek-efek tribal yang membuat lagunya terdengar lebih etnik dan organik. Dalam Make It Up As We Go pengaruh 80an terasa melengkapi sound RnB ala 90-annya. Sementara itu X hadir menjadi pencampuran antara electro-pop bersama house.

Namun terlepas dari track-track upbeat olahan mesin yang dipenuhi autotunes tadi, Future History sebenarnya mayoritas dipenuhi oleh track-track power ballad yang membuktikan jika sebenarnya Derülo bisa bernyanyi. Dalam Fight For You yang mengambil sampel Africa milik band lawas TOTO, Derülo bisa bernyanyi dengan penuh emosi. Dalam Be Careful, ia cenderung bernyanyi secara lebih lirih, meski jauh dari teknik whispering. Bahkan album ini ditutup dengan Dumb, yang hadir secara minimalis, yang lebih mengandalkan vokal Derülo, dimana musik pengiring hadir lebih membumi tanpa menghadirkan gimmick-gimmick atau efek yang tidak penting.

Secara umum, Future History adalah album yang solid dan sebagai album sophomore, ia berhasil menaklukkan kegagalan yang biasanya dilakukan artis pemula yang terjebak dalam formula yang sama. Hasilnya Future History tidak hanya hadir sebagai album yang menghibur, namun juga membuktikan jika Derülo berniat untuk menghasilkan musik yang lebih menarik.

Hadirnya nama-nama seperti RedOne, The Dream atau The Fliptones yang membantu pengerjaan album ini, mengindikasikan jika Derülo sudah mengerti bagaimana menarik orang yang tepat untuk memperkaya albumnya. Meski Future History murni diniatkan sebagai album pop biasa saja, akan tetapi Derülo berhasil membuktikan jika ia serius untuk hadir secara permanen di industri musik. Kita tunggu saja perkembangan karir Derülo berikutnya.

Official Website

Rate this album: [ratings]

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
01. “Don’t Wanna Go Home” 3:26
02. “It Girl” 3:12
03. “Breathing” 3:54
04. “Be Careful” 3:34
05. “Make It Up as We Go” 3:10
06. “Fight for You” 4:02
07. “Pick Up the Pieces” 3.34
08. “Givin’ Up” 3:50
09. “Bleed Out” 4:08
10. “That’s My Shhh” 4:21
11. “X” 3:32
12. “Dumb” 3:50

Related posts

Leave a Reply