Trending News

Blog Post

Album of The Day: Noel Gallagher’s High Flying Birds – Noel Gallagher’s High Flying Birds
Album of The Day

Album of The Day: Noel Gallagher’s High Flying Birds – Noel Gallagher’s High Flying Birds 

Released by: Universal Music Indonesia

Yap, akhirnya sang kakak beradik Gallagher yang dulunya merupakan satu kesatuan di Oasis merilis solo albumnya masing-masing. Jika Beady Eye kepunyaan sang adik Liam dan kini Noel mengusung nama Noel Gallagher’s High Flying Birds. Penantian akan solo album dari kedua kakak beradik paling fenomenal ini memang sangat dinantikan oleh para pecinta musik dan ujung-ujungnya mereka akan membandingkan hasil karya dua kakak beradik ini. Noel sendiri dibantu oleh Dave Sardy dalam proses penggarapan album ini.

Album ini mampu menduduki posisi 1 di UK Album Charts mengalahkan seorang pop star baru yaitu Matt Cardle dengan angka yang cukup telak. Sang adik sendiri saja hanya bisa duduk di posisi 3 pada UK Album Charts Januari lalu. Di Jepang sendiri album ini juga mendapat respon yang sangat positif , single “If I Had A Gun” nyaris menempati tangga jawara dan bertengger di posisi 2 sementara albumnya mendapat posisi 5 di minggu pertama album ini rilis.

“Everybody’s On The Run” , didaulat jadi pembuka dengan Noel yang bermain di vokal yang cukup tinggi. A good opening. “Dream On”, sangat kental dengan esensi baroque pop, unsur orkestra yang dipadukan dengan musik yang cukup ngebeat dengan aksen The Beatles membuat lagu ini sangatlah “British”. “If I Had A Gun” meraup kembali rasa balada dari Oasis dengan sedikit penyesuaian ala Noel. Perpaduan musik ballad, irama lagu yang catchy dan lirik yang dalam dan puitis membuat lagu ini begitu indah terngiang dan syahdu tanpa terkesan melankolis dikarenakan adanya sedikit distorsi gitar. An instant classic. “The Death Of You And Me”, petikan gitar akustik membuka lagu ini diiringi sound string yang menguatkan unsur-unsur di awal kejayaan Britpop, lagi-lagi teknik baroque pop dipakai di sini. “(I Wanna Live in a Dream in My) Record Machine” , mengusung piano rock dengan lirik yang benar-benar gloriuos dan bermakna sangat indah di lagu ini.

Adanya unsur biola dan orkestra makin menambah kemegahan track ini. “AKA…What A Life” seperti sebuah pendinginan akan track-track sebelumnya yang bernuansa megah dengan banyak sekali orkestrasi dan unsur ballad. Di sini kita sedikit diajak bergoyang dengan alunan beatnya yang sedikit bernuansa disco rock (terutama di bagain gitar yang cukup groovy). Lagu ini memang cukup punya esensi yang maut dimana liriknya yang tidak terlalu memusingkan ditambah sound yang terdengar enak untuk pecinta alternative. “Soldier Boys and Jesus Freaks” akan terdengar sangat klasik dan jadul. Unsur The Kinks kuat disini. “AKA…Broken Arrow” mempunyai unsur Amerika nya. Track ini terinspirasi dari Neil Young dan The Smiths. Memang cukup simpel kompisisi lagu ini dibanding lagu-lagu sebelumnya. Terdengar easy listening dan somehow mirip dengan “Wonderwall”. Potensial untuk menjadi single keempat. Sementara “(Stranded On) The Wrong Beach” bernuansa rock n roll dengan unsur sayup-sayup pantai di akhir. Ceria dan pumping. Dan “Stop the Clocks”, lagu yang awalnya akan dirilis di album the best nya Oasis “Stop The Clock”, merupakan track penutup album yang sangat epik dimana Noel mencapai titik terbaiknya. Track yang bernuansa semi-ballad ini mampu menghidupkan kemegahan musik rock dan juga Oasis di era “(What’s The Story) Morning Glory”. An epic song.

Noel Gallagher di album debut nya benar-benar bermain indah dan bagus, dimana dia pintar meramu kata-kata menjadi lirik yang longlasting dan mempunyai makna yang kuat di setiap lagunya. Dari segi tatanan musik Noel juga meramu dengan sangat baik dimana dia tahu dan mengenal betul akan para penggemar Oasis yang mendambakan sound-sound lama mereka pada saat mereka baru terkenal di dunia berkat album keduanya yang fenomenal sehingga album ini akan terdengar long-lasting dan mempunyai ciri khas yang kuat. Wajar jika nantinya album ini akan masuk ke kandidat album terbaik. Noel juga berani bereksperimen dengan sound yang berbau Amerika.

Nah, kalau menurut opini saya siapa yang pantas memenangkan battle Liam vs Noel dari segi konten albumnya jelas sang kakak jauh melebihi sang adik. Beady Eye sendiri mempunyai konten yang kurang begitu bagus dimana setiap lagu terlalu menonjolkan distorsi yang tidak karuan dan salah posisi. Noel sendiri pintar mengomposikan musiknya menjadi sebuah album yang kaya akan segi sound, menonjol di segi lirik dan tidak kacangan. Sound-soundnya tertata rapi dan klasik. Well, I choose the older one rather than a younger one.

Official Website

Rate this album: [ratings]

(Luthfi / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Everybody’s on the Run” 5:30
2. “Dream On” 4:29
3. “If I Had a Gun…” 4:09
4. “The Death of You and Me” 3:29
5. “(I Wanna Live in a Dream in My) Record Machine” 4:23
6. “AKA… What a Life!” 4:24
7. “Soldier Boys and Jesus Freaks” 3:22
8. “AKA… Broken Arrow” 3:35
9. “(Stranded On) The Wrong Beach” 4:02
10. “Stop the Clocks” 5:04

Related posts

Leave a Reply