Trending News

Blog Post

Album of The Day: Lana Del Rey – Born To Die
Album of The Day

Album of The Day: Lana Del Rey – Born To Die 

Released by: Universal Music Indonesia

Shakespeare pernah berkata, “apalah arti sebuah nama?” Namun tampaknya faktor hoki juga tidak terlepas dari nama untuk kasus Lana Del Rey atau yang dulunya bagi sebagian kecil orang dikenal sebagai Lizzie Grant. Seorang artis yang mengeluarkan debut albunya di awal 2010. Apesnya, album tersebut sama sekali tidak memiliki gaung. Sampai dia mengadopsi nama yang justru menjadi judul album debutnya, Lana Del Rey. Oh well, album debutnya memang berjudul Lana Del Ray A.K.A. Lizzy Grant. Sedikit perubahan tidak akan menyakiti siapa pun. Tapi nama yang berubah bukan melulu mengapa Lana Del Rey kemudian meroket. Mungkin Video Games bisa menjadi penyebabnya. Meski bukan artis jebolan YouTube, namun berkat kepopuleran video yang diedit secara amatir oleh Del Rey itu, maka Lizzie Grant hanya tinggal sejarah dan album mainstream pertamanya pun meluncur, Born To Die.

Video Games hadir dengan gemilang dan dipuji banyak orang. Bahkan situs-musik yang cenderung snob dan hanya “meng-anak-emas-kan” artis-artis ranah indie kemudian seolah-olah berlomba memuja-muji kredibilitas Del Rey sebagai seorang artis. Mengapa tidak, Vokal Del Rey yang khas dengan sempurna menyanyikan lagu minimalis namun megah ini. Single ini murni mengandalkan kemampuan dirinya dalam bernanyi seakan-akan ia menyanyikan sebuah epiphany. Video Games mengambil rupa sebagai sebuah puisi yang dinyanyikan dengan penuh penghayatan yang prima dan mengantarkan kita pada sebuah kesedihan yang menyesakkan namun juga indah untuk didengarkan. Vokal Del Rey yang sedikit nasal terkesan pasif dalam bernyanyi. Tidak ada improvisasi vokal yang berlebihan disini. Semua berjalan dalam tempo yang berlarat. Namun bukan berarti ini lagu yang membosankan. Malah sebaliknya. Hipnotik sekaligus kontemplatif.

Dengan kesuksesan Video Game, tentu saja ekspektasi menjadi besar terhadap album debut Del Rey. Dan untuk menyambung sukses Video Game, Del Rey pun menyiapkan Born To Die sebagai single kedua. Masih mengandalkan atmosfir yang moody, Born To Die adalah sebuah epik pop yang menyengat. Dibuka dengan string yang tajam, Born To Die pun hadir seolah sebuah nomor trip-hop yang mengalun dengan lebih santai. Vokal Del Rey yang khas semakin mempertebal kesan yang mendalam. Didukung oleh lirik yang getir, Born To Die adalah tema galau terbaru yang boleh diandalkan. Menjadi masalah saat pihak-pihak yang memuji Del Rey sebelumnya kemudian menarik pernyataan mereka dengan menyebutkan Del Rey bermain aman, repetitif, tidak orisinil dan tidak lebih tidak bukan merupakan salah satu produk dari studio besar. Belum lagi kritisi yang diterima oleh Del Rey saat tampil secara langsung  membawakan Video Games di acara Saturday Night Live di awal Januari 2012 yang lalu. Mereka kemudian bersikap seakan tidak mengenal Del Rey lagi.

Tentu saja kita tidak bisa menyalahkan mereka. Namun apakah benar Born To Die adalah album yang jelek? Rasanya tidak juga. Memang, album Born To Die memiliki materi dengan unsur tematis dan pola aransemen yang tidak jauh berbeda dari Video Games atau Born To Die misalnya. Sebut saja Carmen atau Million Dollar Man yang berjalan dalam tempo merambat dan mengandalkan atmosfir. Sekilas lagu-lagu tersebut juga mengindikasikan banyak lagu-lagu pop retro yang kita merasa familiar namun tidak ingat lagu apa yang menjadi referensi Del Rey disini, entah disengaja atau tidak. Konsep Born To Die mungkin adalah sebuah pop berbalut elektronika ringan, semacam ambient dan trip-hop, namun tidak benar-benar tampil dalam konsep yang ruwet. Kita dapat merasakan untuk dapat hadir secara megah dengan menghadirkan konsep baroque seperti dalam Blue Jeans, namun tentu saja berbeda jauh seperti yang ditampilkan oleh Florence + The Machines misalnya.

Del Rey sendiri tidak membiarkan albumnya berjalan dengan materi yang monoton. Ada variasi-variasi yang menjadi pembeda meski secara garis merah mereka setipe. Del Rey menyebutkan jika Britney Spears adalah salah satu yang memberi pengaruh dalam musiknya. Makanya tidak heran jika ada lagu-lagu yang terkesan centil seperti Radio yang tampil dengan lirik yang terlalu percaya diri atau This Is What Makes Us Girls sebagai anthem untuk para gadis belia. Memang dalam segi lirik, Del Rey terdengar sedikit ceroboh dan tidak tampil terlalu mengesankan, tapi hey dia masih muda dan harus banyak belajar. Malah lirik-lirik “dangkal” ini menjadi tepat dan efektif untuk menyuarakan isi lagu-lagunya. Tapi Del Rey juga tidak melulu tampil dengan tidak matang. Born To Die mempunyai Dark Paradise yang seolah-olah dia adalah bagian dari soundtrack film-film David Lynch. Tangan dingin Rick Nowels berperan penting disini. Hasilnya sebuah lagu yang gloomy namun tidak pernah terdengar terlalu gelap dan menyimpan optimisme yang kental. Album juga menyisakan Off The Races yang bertempo cepat dengan semangat Hip-Hop atau salah satu nomor terbaik di album ini, Blue Jeans yang mengizinkan Del Rey tampil dengan jangkauan vokal yang versatile.

Born To Die adalah album yang divisive, dalam artian cenderung dapat menyebabkan perbedaan pendapat, apakah ini album yang bagus atau tidak? Tapi ini memang hanyalah masalah opini dan perspektif. Terlepas dari itu, ini adalah sebuah presentasi yang mengagumkan. Materi yang ditawarkan oleh Del Rey tidak melulu bersifat popular, namun ternyata justru sudah menarik perhatian banyak orang. Bagi saya pribadi, ini adalah satu album yang juara. Artistik yang terjaga dengan vokal yang berkarakter dan elegan. Memang, apa yang disampaikan oleh Del Rey tergolong tersegmentasi, namun dengan siratan emosi yang cukup mendalam, ia tampil layaknya sosok penggiring kegalauan terdepan dalam sebuah perjalanan yang gelap namun juga indah. Lupakan semua over-hype yang mendengung disekitarnya, karena album ini membuktikan Lana here’s to stay. Direkomendasikan.

Official Website

Rate this album: [ratings]

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Born to Die” 4:46
2. “Off to the Races” 5:00
3. “Blue Jeans” 3:30
4. “Video Games” 4:42
5. “Diet Mountain Dew” 3:43
6. “National Anthem” 3:51
7. “Dark Paradise” 4:03
8. “Radio” 3:34
9. “Carmen” 4:08
10. “Million Dollar Man” 3:51
11. “Summertime Sadness” 4:25
12. “This Is What Makes Us Girls” 3:58

Related posts

Leave a Reply