Bebe Rexha Rayakan Kebebasan Lewat Album Visual, “DIRTY BLONDE”

Oleh: welly - 13 Jun 2026

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Musisi multi-platinum Bebe Rexha resmi merilis album terbarunya, “DIRTY BLONDE”, yang menjadi album pertamanya sebagai musisi independen. Karya ini menandai babak baru dalam perjalanan musiknya, sekaligus perayaan atas kebebasan kreatif yang kini sepenuhnya berada di tangannya, tanpa campur tangan major label.

Lebih dari sekadar album musik, “DIRTY BLONDE” juga dirancang sebagai sebuah visual album. Bebe Rexha berencana menggarap video musik untuk setiap lagu yang ada di dalamnya, sehingga ketiga belas track tidak hanya bisa dinikmati lewat audio, tetapi juga lewat pengalaman visual yang utuh. Konsep ini sekaligus memperkuat kebebasan berkarya yang menjadi semangat utama album, di mana Bebe dapat menuangkan kisah dan citranya secara penuh tanpa batasan. Salah satu cuplikan visual yang dirilis bersamaan dengan albumnya adalah ‘One Day’.

“DIRTY BLONDE” berisi 13 lagu, album ini memamerkan musikalitas Bebe secara utuh lewat perpaduan lagu-lagu bernuansa lantai dansa dan nomor-nomor intim yang penuh kejujuran. Menurut Bebe, album keempatnya ini terasa sangat personal dan monumental.

“Membuat album ini mengingatkanku mengapa aku jatuh cinta dengan musik. Aku memiliki kebebasan untuk mengikuti instingku, mengambil resiko, dan membuat sesuatu yang rasanya benar-benar milikku. Album ini adalah aku yang sesungguhnya. Jujur, tanpa penyesalan, dan bebas,” ungkapnya. Sejak awal 2026, ia menggandeng EMPIRE dalam kerja sama yang berhasil memulihkan otonomi kreatif sekaligus artistiknya, sesuatu yang sangat ia hargai sebagai penyanyi dan penulis lagu.

Album ini dibuka oleh ‘Hysteria’ yang sebelumnya dirilis pada 3 April sebagai cicipan pertama, menghadirkan energi berapi-api dengan produksi bernuansa techno. Perjalanan album terus bergulir lewat eksplorasi lintas genre, mulai dari sentuhan UK garage di ‘Tokyo’, nuansa house funky di ‘Çike Çike’, hingga single resmi pertamanya, ‘New Religion’ bersama grup dance asal Inggris, Faithless, yang terinspirasi lagu klasik ‘Insomnia’ (1995) dan sudah mengumpulkan lebih dari 20 juta stream di Spotify. Di sisi lain, Bebe juga membuka sisi rapuhnya lewat lagu-lagu seperti ‘I Like You Better Than Me’, ‘Drink and a Little Love’, hingga ‘One Day’ yang penuh pengharapan sunyi.

Menjelang penghujung album, lembaran baru perlahan muncul lewat ‘Time’, ‘The Way I Want You’, dan momen paling introspektif di ‘Nobody’s There’. Setelah ‘Night Falls’ yang berperan sebagai jembatan menuju babak final, album ditutup oleh single keduanya, ‘Sad Girls’, kolaborasi Bebe dengan David Guetta yang memadukan vokal powerful dan house progresif sebagai anthem bagi mereka yang mengubah kesedihan menjadi kekuatan di lantai dansa.

Lewat tiga belas lagu tanpa kompromi, “DIRTY BLONDE” membuktikan bahwa kebebasan berkreasi adalah sebuah kebutuhan, dengan Bebe memegang kendali penuh atas musik, kisah, dan citranya.

Dengarkan “DIRTY BLONDE” berikut ini:

Author

welly

More from Creative Disc