Medyareyon Takipci Hizmetleri

windows 10 pro kaufen office 2019 pro kaufen office 365 pro kaufen windows 10 home kaufen windows 10 enterprise kaufen office 2019 home and business kaufen office 2016 pro kaufen windows 10 education kaufen visio 2019 kaufen microsoft project 2019 kaufen microsoft project 2016 kaufen visio professional 2016 kaufen windows server 2012 kaufen windows server 2016 kaufen windows server 2019 kaufen Betriebssysteme kaufen office software kaufen windows server kaufen https://softhier.com/ instagram takipçi satın al instagram beğeni satın al instagram görüntüleme satın al instagram otomatik beğeni satın al facebook beğeni satın al facebook sayfa beğenisi satın al facebook takipçi satın al twitter takipçi satın al twitter beğeni satın al twitter retweet satın al youtube izlenme satın al youtube abone satın al https://takipci33.com/

Şişli Esc Kızlar

kadıköy escort ümraniye escort

Trending News

Blog Post

Album of The Day: Muse – The 2nd Law
Album of The Day

Album of The Day: Muse – The 2nd Law 

Released by: Warner Music Indonesia

MADNESS! Muse memutuskan untuk mengadopsi dubstep di album ke enam mereka, The 2nd Law. Setidaknya demikian yang tertangkap saat mendengarkan single Madness yang di lempar trio yang terdiri atas Matt Bellamy, Christopher Wolstenholme dan Dominic Howard ini.

Memang, di dalam Madness, elas-jelas kehadiran ambience synthpop dengan pola ritmis mirip dubstep sudah mewarnai bahkan semenjak lagu dibuka. Tentu saja lagu ini memang terdengar sedikit berbeda dari kebanyakan lagu milik Muse. Namun jangan kuatir, sensasi rock-orchestra masih dapat ditemukan. Mengutip Matt Bellamy, “It’s the song I’m probably most proud of on the album for sure.” Well, definitely worth checking.

Upaya Muse untuk tampil ala dubstep memang kemudian dicurigai akan membawa aliran bermusik menuju arah yang berbeda. Akan tetapi setelah mendengarkan The 2nd Law secara keseluruhan, ketakutan tersebut sama sekali tidak perlu. Dengan pengecualian Follow Me yang juga hadir dengan semangat yang sama, bahkan menjurus elektro-pop dan nomor instrumental sepanjang 5 menit, The 2nd Law: Isolated System, nyaris tidak kita temui lagu jejak elektronika di dalamnya.

Simak saja Survival yang tampaknya merupakan variasi kesekian dari I Will Survive-nya Gloria Gaynor. Kemungkinan besar, tentu saja, karena diawal-awal, lagu ini memang agak mengingatkan lagu legendaris itu. Namun kemudian lagu menunjukkan bentuk sebenarnya, sebuah symphonic-rock yang over-the-top. Muse memang paling bisa memadukan antara rock menggelegar dengan gaya musik ala opera yang megah dan menggugah. Mengingat lagu ini juga menjadi lagu resmi untuk Olimpiade 2012 yang akan diadakan di London, maka Survival pun hadir dengan semangat anthem yang menggelora. Melodi yang turun naik dengan dramatis tetap bisa ditemui disini.

Lagu antemik dengan kekuatan orkestra yang megah juga ditemui dalam nomor instrumentak bertajuk The 2nd Law: Unsustainable. Balutan string yang bergesek cepat disertai choir yang menggugah menjadi kekuatan utamanya. Dan untuk menyemarakkan, memang Muse memasukkan imbuhan dub-step agar lagunya terdengar urban dan kontemporer.

Selebihnya, kita akan menemui banyak-banyaik lagu rock ala Muse yang penuh dengan semangat tanpa terlupa atmosfir kelam. Sebut saja lagu-lagu seperti Supremacy yang membuka album, yang hadir seolah-olah menjadi lagu tema untuk sebuah film James Bond, Animal yang hadir dengan lebih lembut, Explores yang melantun perlahan, atau Save Me yang grungy dalam kepedihannya. Jangan lewatkan nomor “disko” ala Muse yang seru dan dapat ditemui dalam track Panic Station yang mengadopsi gaya funk yang cantik.

The 2nd Law menunjukkan jika Muse mencoba untuk terus mengeksplorasi kekuatan mereka. Termasuk dengan mengadopsi undur dubstep tadi. Dan sebenarnya mereka cukup mulus dalam menghadirkan sentuhan baru dalam lagu-lagu mereka. Hanya saja yang menjadi catatan, dubstep tersebut terkesan hanya sebagai gimmick kertimbang bagian yang intergratif dari lagunya.

Tetap saja memang lagu-lagu terkuat di dalam album ini adalah lagu-lagu yang memiliki ciri khas ala Muse. Dan sayangnya lagu-lagu tersebut adalah jenis lagu yang memang sudah kita duga hadir dari band semumpuni Muse. Bagus, akan tetapi tidak terlalu memberikan warna baru.

Namun begitu, terlepas dari beberapa catatan kecil tersebut, The 2nd Law tetaplah sebuah album pop yang sangat seru untuk disimak. Penuh dengan dinamika, dengan intensitas yang terjaga. Mendengarkannya membawa emosi kita naik-turun layaknya menaiki sebuah roller-coaster. Dan yang paling penting, tidak ada kata “membosankan” saat mendengarkannya.

The 2nd Law tidak hanya cocok untuk para penggemar setia Muse, namun juga layak untuk disimak bagi penikmat musik secara umum.

Official Website

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Supremacy” 4:55
2. “Madness” 4:39
3. “Panic Station” 3:03
4. “Prelude” 0:57
5. “Survival” 4:17
6. “Follow Me” 3:51
7. “Animals” 4:23
8. “Explorers” 5:48
9. “Big Freeze” 4:41
10. “Save Me” 5:09
11. “Liquid State” 3:03
12. “The 2nd Law: Unsustainable” 3:47
13. “The 2nd Law: Isolated System” 4:59

Related posts

Leave a Reply

izmir eskortlar bursa eskort bayanlar ankara escort bayanlar Antalya escort bayanlar Eskişehir escort bayan Konya bayan escort escort Kayseri İzmit escort kızlar Alanya escort Kocaeli escort Kuşadası escort Gaziantep escort Malatya escort Diyarbakır escort Denizli escort Samsun escort Adana escort Bodrum escort Dubai escort porno izle seks hikayeleri sex hikayeleri paply.org