Trending News

Blog Post

Single of The Day: Muse – Madness
Single of The Day

Single of The Day: Muse – Madness 

Released by: Warner Music Indonesia

“Apakah band ini benar-benar menuju era dubstep?” itulah yang terlintas di pikiran saya ketika menyimak single Muse yang satu ini, Madness. Namun ternyata itu hanyalah kesan awalnya saja. Apabila anda menyimak lebih dalam lagi, single ini terasa seperti sebuah redeeming song, sebuah penyadaran terhadap suatu kondisi yang kesimpulannya dapat anda simak pada bagian bridge lagu ini. Rasakan nuansa music scene tahun ‘80an berpadu dengan dekade masa kini ditambah dengan vokal mengalun ciri khas Matthew Bellamy. Benar-benar sebuah usaha breakthrough yang luar biasa menurut saya, dapat menimbulkan kadar awareness yang tinggi akan identitas band yang satu ini.

Diawali dengan hook-hook vokal ringan diiringi dengan bunyi-bunyian dubstep seperti menyahut apa yang Matthew Bellamy lantunkan, lagu yang berdurasi selama 4 menit 39 detik ini terdengar memiliki banyak elemen. Vokal yang melodius ditambah dengan aksen soul di akhir chorus, sayatan gitar ala band glam rock seperti tahun ‘80an, ditambah penggunaan layer vokal di beberapa bagian tertentu layaknya sebuah choral art yang harmonis seolah melengkapi penguatan emosi yang ingin dibangun oleh lagu ini. Pada awalnya saya kurang merasakan lagu ini sebagai sebuah karya yang direpresentasikan oleh sebuah band, bahkan saya cenderung merasakannya seperti ego-project, namun memasuki dua pertiga akhir lagu ini, akhirnya terasa juga effort Dom Howard dan Chris Wolstenhome. Mungkin karena permainan dinamika lagu ini lebih dioptimalkan dari segi vokal.

Walaupun lagu ini terkesan dragging dan berdurasi lama, namun justru bagian terbaik lagu ini bukanlah di hook-hook vokal seperti di awal, melainkan mendekati akhir lagu. Benar-benar sebuah penciptaan karya yang baik. Terasa sekali bahwa Muse benar-benar berambisi dalam menciptakan single unggulan dari album teranyarnya, “The 2nd Law”. Dan terlihat juga pada penempatan track “Madness” ini di album mereka yang ditempatkan setelah track “Supremacy” yang eksplosif dan terkesan megah, mengindikasikan bahwa mereka ingin memposisikan “Madness” sebagai salah satu karya “ringan” Muse, namun tetap digarap dengan profesional. Saya tahu ini bukanlah Muse yang biasa anda dengar, namun tak ada salahnya anda menikmati karya yang “menyimpang” selama itu masih bisa anda nikmati, layaknya quote dari Paul Weller (frontman The Who) “It’s important for every musician to go as far as they can”.

Bagaimana reception mengenai single ini? Chris Martin mengatakan bahwa “Madness” adalah karya terbaik Muse selama ini. Selain itu Adam Lambert juga mengatakan bahwa single “Madness” ini sangat stunning. Terlalu berlebihankah pernyataan-pernyataan tersebut? Better have a listen, then you decide.

Lihat videonya

Official Website

(Galih Gumelar / CreativeDisc Contributor)

LYRIC
(Mu-mu-mu-mad-mad-mad) x3
I… I can’t get this memories out of my mind.
And some kind of Madness,
Has started to evolve, mmn.

And I… I tried so hard to let you go.
But some kind of Madness,
Is swallowing me whole, yeh.

I have finally seen the light.
And I… have finally realized.
What you mean…
And now, I need to know if it’s real love.
Or is it just Madness,
Keeping us afloat, mmm.

And when I look back, at all the crazy fights we have,
Like some kind of M-m-madness,
Was taking control, yeh.
And now I have finally seen the light,
And I… have finally realized,
What you need, mmm.

(Mu-mu-mu-mad-mad-mad) x2

And now I have finally seen the end,
(I have seen the end)
And I’m… I’m expecting you to care,
(Expecting you to care)
And I… have finally seen the light,
(Have finally seen the light)
And I… have finally realized,
(Realized)

(I NEED TO LOVE) x2

Capture me,
Trust in your dream,
Come on and rescue me.
Yes, I know, I can’t move on,
Baby, you’re too head-strong.
Our love is…

(Mu-mu-mu-mad-mad-mad) x4

Related posts

Leave a Reply