Trending News

Blog Post

Album of the Day: Avenged Sevenfold – Hail To The King
Album of The Day

Album of the Day: Avenged Sevenfold – Hail To The King 

Released by: Warner Music Indonesia

Berbagai spekulasi sempat dialamatkan kepada Avenged Sevenfold pasca sepeninggal The Rev. Jika band ini diibaratkan sebagai tubuh manusia, maka posisi sang drummer tersebut tepat berada di jantung, mengatur pacu emosi permainan rekan-rekan sepermainannya dengan dentuman double pedal yang padat sebagai ciri khasnya hingga akhir hayat. Namun kredibilitas mereka tak hanya bergantung kepada satu personil krusial saja, sehingga “Hail To The King” merupakan jawaban tegas Avenged Sevenfold terhadap prediksi kritikus dan juga penggemar selama ini.
Sebuah album yang bernuansa Heavy Metal klasik nan sederhana. Cukup menarik mengingat mereka kerap memainkan nomor-nomor agresif pada album sebelumnya dengan berbagai akrobat instrumen demi membangun tensi memuncak. Namun 14 tahun berkarir bukanlah soal atraksi semata. Mereka membuktikan bahwa kemahiran mengatur komposisi dan penciptaan lagu merupakan nilai jual jitu melalui “Hail To The King”. Mungkin tak segarang kemarin, tetapi mampu membangun atmosfir yang menjamin.

Adalah track pembuka “Shepherd of Fire” yang bisa meyakinkan pendengar akan pernyataan pada paragraf sebelumnya. Sebuah lagu dengan metode penulisan ala band-band metal terdahulu, layaknya sebuah ode bagi penikmat karya metafora kelas kakap. Lirik puitis berbumbu intro nan megah serta sayatan gitar seksi ala Synyster Gates dan diakhiri not-not melangit oleh M. Shadows adalah sebuah kombinasi yang mahal harganya. Kondisi melambat dipertahankan hingga track “Hail To The King” dan akhirnya meledak pada track “Doing Time” yang padat akan riff-riff gitar berat, pastinya sangat adaptif bagi penggemar musik metal di luar sana.

Sedangkan “Requiem” dipenuhi oleh rengekan emosional M. Shadows, ibarat panjatan doa yang diamini oleh iringan choral berbahasa latin serta strings sections yang cukup tajam, sebuah hal yang wajar mengingat liriknya pun menyetujui interpretasi yang dieksekusi. Strings sections kembali mewarnai track “Crimson Day”, sebuah melankolia hard rock diantara sembilan suguhan heavy metal lainnya di album ini, sedikit berbeda dan agak sendu dalam tanda kutip. Tapi ya, sesuatu yang kontradiktif adalah hal menyenangkan. Sama halnya dengan track penutup, “Acid Rain”, yang bertolak belakang dengan track pembuka. Seperti memberi kesan akhir yang dramatis ketika M. Shadows melantunkan “Life wouldn’t be so precious if there never was an end..”

Mempelajari perkembangan musikalitas grup ini sungguhlah menarik, berawal dari metalcore, kemudian mengubah scream-scream sadis menjadi vokal penuh, dan akhirnya mereka pun mendarat di skena heavy metal. Bedanya, sekarang mereka menawarkan harmoni tersendiri pada album “Hail To The King” yang nampaknya belum pernah terasa pada karya-karya mereka sebelumnya. Gebukan drum, tekanan pada vokal, serta pemilihan tingkat drive-drive gitar terasa begitu padu dengan lirik serta konsep yang dibangun, kadang terasa seperti mendengarkan kumpulan musikalisasi puisi dengan cara yang lebih inovatif. Sayangnya, mereka masih terdengar seperti meniru band metal senior dengan konsep ini, terlalu fokus dalam menciptakan ekspresi yang justru malah mengorbankan esensi.

Mereka telah menetapkan standar baru bagi musikalitas mereka sendiri dan berhasil menjadikan heavy metal lebih berkelas, sehingga jangan marah apabila penggemar nantinya menginginkan lebih pada karya yang akan datang.

Official Website

(Galih Gumelar / CreativeDisc Contributor)

Beli CD Avenged Sevenfold “Hail to the King” Rp. 85.000,- silahkan isi form disini

TRACKLIST
1. “Shepherd of Fire” 5:22
2. “Hail to the King” 5:04
3. “Doing Time” 3:27
4. “This Means War” 6:09
5. “Requiem” 4:23
6. “Crimson Day” 4:57
7. “Heretic” 4:55
8. “Coming Home” 6:26
9. “Planets” 5:56
10. “Acid Rain” 6:38

Related posts

Leave a Reply