Trending News

Blog Post

The Voice 5: Blind Auditions 1 & 2
The Voice US

The Voice 5: Blind Auditions 1 & 2 

Kangen The Voice? Sama. Kita juga sangat menanti season terbarunya setelah hiatus di season 4. Dan kini dengan original coaches, The Voice kembali ke CreativeDisc. Dengan sedikit sejarah pemutaran episode perdana The Voice USA oleh Carson Daly, season 5 pun resmi dimulai. Para pelatih, Adam Levine (A), Blake Shelton (B), CeeLo Green (C), dan Christina Aguilera (X) membuka acara dengan membawakan ‘I Love Rock’n’Roll’, seolah pengajaran bagi para kontestan. This is how you do it!

Kat Robichaud, 29 tahun – I’ve Got The Music In Me
Say hello kepada lady rocker yang satu ini. Keseriusannya di bidang musik ia mulai saat membentuk sebuah band di SMA. Selama kurang lebih tujuh tahun lamanya ia menjalani profesi ini, sebagai seorang gitaris dalam band tersebut. Tebak dari siapa ia mendapat kemauan dan kemampuan di bidang seni? Sang ayah. Dan inspirasi musik terbesarnya adalah Queen dan David Bowie. Kat menghentak panggung sekaligus hati tiga coach yang memutar kursi untuknya.
Chair: C, X, B
A: Not what I was expecting.
C: So fresh, so raw. You set me on fire.
X: You’re having amazing time up there.
B: Teach me about David Bowie and Queen!
Kat memilih: #TeamCeeLo

Season terbaru ini menyajikan tweet dari para pelatih saat acara ditayangkan dengan gaya yang lebih atraktif. Enak dilihat.

Caroline Pennell, 17 tahun – Anything Could Happen
Vokalis berikutnya adalah kebalikan dari Kat. Ia masih muda dan jauh lebih tenang. Gadis pemalu ini mengingatkan kita pada vokal Melanie Martinez dari season 3. Christina Aguilera menyukai giggles yang dilakukan Carol di tengah-tengah penampilannya.
Chair: B, C
A: You like the sweetest thing I’ve heard.
C: We can literally make a difference.
X: I loved it. It was real *giggling*
B: Her voice is relax. You are a badass vocalist.
Caroline memilih: #TeamCeeLo

Donna Allen, 54 tahun – You Are So Beautiful
Jika kamu melakukan pencarian di internet dengan keyword “Donna Allen”, niscaya kamu akan menemukan halaman wikipedia untuk dirinya sendiri. Maklumlah, ia adalah seorang penyanyi pro dengan pengalaman termasuk mengisi soundtrack untuk film Sylvester Stallone dan juga menjadi penyanyi di band Miami Sound Machine-nya Gloria Estefan. Pantas saja, saat mulutnya mulai terbuka untuk menyanyikan lagu, seketika kursi coach berputar.
Chair: X, A
X: That voice is like the heaven opening up.
B: I think you should pick Christina.
C: I really enjoyed it. It’s not what I’m looking for at this moment.
A: I loved you very much.
Donna memilih: #TeamAdam

Jake Worthington, 17 tahun – Keep Your Hands To Yourself
Dari tiga vokalis wanita ke vokalis pria pertama di season ini. Dari tiga keberhasilan ke penolakan pertama. Bagi para vokalis country, mereka sepertinya yang mendapati audisi buta ini sebagai ajang yang terberat. Karena sepertinya hanya Blake yang berminat kepada genre yang spesifik ini. Cowok country yang masih belia ini dikritik para coach masalah teknik nafasnya.
Chair: –
B: It was consistent.
X: I thought it was fun. I love that.

Matthew Schuler, 20 tahun – Cough Syrup
Dari kekecewaan, beralih kepada kemenangan besar. Carson mengatakan bahwa ini adalah putaran 4 kursi tercepat dalam sejarah The Voice. Yang mendapatkannya adalah seorang olahragawan kampus yang berasal dari keluarga pastor. Ia juga bekerja di sebuah restoran untuk membiayai kehidupan. Harus diakui bahwa pengaruh serak di vokalnya membedakan ia dengan vokalis kulit hitam lain yang cenderung bergerak di genre R&B. Tapi sepertinya reaksi juri yang begitu ingin mencari perhatian Matt berlebihan.
Chair: A, B, C, X
X: I’m the coach for you.
B: Pick me!
C: Your voice is beautiful. I can help you own yourself.
A: I just jump for joy. I know we can do it.
Matthew memilih: #TeamXtina

Nic Hawk, 26 tahun – Hit ‘Em Up Style (Oops)
Nic menyebut dirinya adalah perpaduan Amy WInehouse dan Jessie J. Ia merupakan seorang aktor panggung musikal hingga suatu saat sang ibu menghubunginya karena ia telah ditinggal sang ayah tiri. Nic pun kembali ke keluarga untuk menghidupi sang ibu dan adik tiri bekerja sebagai seorang guru tari. Lagu yang sangat tricky ini dibawakan dengan kontrol nafas yang luar biasa baik. Nic mengungkapkan ketertarikannya secara fisik kepada Adam Levine.
Chair: A, C
A: You’re phenomenal singer.
C: You do it well. It’s so cool. Natural born star.
Nic memilih: #TeamAdam

The Voice di awal dulu dikenal sebagai sebuah second chance bagi para musisi profesional untuk kembali ke jalur mereka. Tapi setahun belakangan, acara ini juga diserbu para muda-mudi untuk mengadu nasib. Sayangnya, kebanyakan dari mereka mendapat penolakan dari coach.
Julianna Bastone, 17 tahun – It’s Time (kurang pengalaman)
Samuel Mancini, 19 tahun – What Makes You Beautiful (kurang passion)
Franchika, 15 tahun – U Smile (kurang waktu)

Mathew Brea, 15 tahun – I Want You Back
Jika Mat audisi di ajang lain, sangat besar kemungkinan ia akan lolos. Bagaimana tidak, ia mengantongi kisah yang sangat menyedihkan. Bukan mengenai ayahnya yang dulu berada di sebuah grup akapella dan menginspirasinya untuk menjadi penyanyi, tapi pada kenyataan meninggalnya saudaranya dan saat pemakaman ia menyanyikan ‘How Great Thou Art’ namun tak sanggup melanjutkan nyanyiannya karena sedih. Karena ini audisi buta dan coach tidak mengetahui kisah itu, kesedihan pun terlambat untuk menyelamatkan kelangsungan hidup Mat di kompetisi.
Chair: –
C: Where did you get that voice from?
X: It takes so much gut to go up there.
B: It breaks my heart to see that.
A: Promise me you coming back.

Shelbie Z, 21 tahun – Here For The Party
Ini seperti deja vu akan audisi Liz Davis di season 3 dulu. Lagu yang sama, energi yang sama. Bedanya adalah, kualitas vokal Shelbie jauh lebih bertenaga dibanding Liz. Siapa yang menyangka bahwa Shelbie adalah seorang perias di salon dan juga pelatih kontes kecantikan. Karena tubuhnya yang gemuk, ia ditindas saat masih kecil.
Chair: X, C, B
B: That’s amazing. It was really good.
C: You’re adorable.
X: You’re a powerhouse.
A: Choose anyone other than Blake.
Shelbie memilih: #TeamBlake

Josh Logan, 33 tahun – Too Close
Orang tua adalah pengaruh terbesar bagi anaknya. Josh mendapat keberanian untuk menjadi penyanyi adalah berkat sang ibu yang memperkenalkannya dengan dunia tarik suara. Profesi ibunya adalah DJ karaoke. Josh membuat sebuah kesalahan karena memiliki anak di usia dini. Namun kesalahan ini yang membuatnya memperbaiki diri dan bertanggung jawab untuk mengurus darah dagingnya tersebut. Suara Josh yang sangat matang membuat para coach terpukau.
Chair: B, X, A
A: You sounded a lot like the dude who sings it.
X: I love that song. It needs me.
B: I have man crush on you.
Josh memilih: #TeamXtina

Delvin Choice, 24 tahun – Closer
Memiliki penampilan yang sangat mencolok memang sesuai dengan kepercayaan diri yang tinggi yang pria ini miliki. Ia adalah seorang karyawan Starbucks. Sehingga melihat booth Starbucks di gedung audisi The Voice membuatnya tidak merasa asing. Suara Delvin yang banjir vibrato tidak menggetarkan hati para coach.
Chair: –
C: You got very strong voice.
A: Do comeback!

James Wolpert, 22 tahun – Love Interruption
Nyanyi bukanlah fokus utama James. Ia lebih gemar dengan komputer. Membuat artwork dan lainnya. Ia juga mempertimbangkan pendidikan sebagai sesuatu yang harus dikejar. Maka untuk audisi ini, ia harus rela mengorbankan prioritas-prioritasnya. Dan melihat jumlah kursi yang berputar untuknya, tampaknya pengorbanan tersebut setimpal!
Chair: A, C, B, X
B: That much character in your voice. Complete vocalist.
C: Nobody loves you more than me.
A: You can win this for sure.
X: You’re so versatile.
James memilih: #TeamAdam

Blind Auditions bagian 1 pun berakhir. 8 bakat terpilih dari bagian ini. Dan berikut catatan lain yang patut disimak:
– The Voice masih melakukan kunjungan keliling Amerika untuk memberikan undangan Blind Auditions secara langsung.
– Christina Aguilera tampaknya menggunakan strategi baru dalam timnya. Setelah gagal membentuk kerajaan pop di season 3, kini ia memancing artis dari beragam genre untuk menemukan vokal terbaik.
– CeeLo Green belum mengeluarkan pendampingnya di season ini. Namun, ia sudah memamerkan tato baru di kepala plontosnya.
– Pemenang vote dari Best Moments Season 3 oleh AXN Asia telah diumumkan. Best Coach Pitch: Blake, Best Coach Outfit: Adam, Best Bromance Moment: We’re Friends, Best Coach Fight: Blake (Ha Ha).

Bagian kedua dari Blind Auditions pun sama seperti bagian pertamanya dulu, menampilkan 14 bakat dengan 3 di antaranya adalah cuplikan.

Jacquie Lee, 16 tahun – Back To Black
Tahu ga bahwa ada beberapa jenis lagu yang enggak pantas dibawakan dengan akrobat vokal, tapi akan lebih ngena dibawakan dengan emosi yang kental. Jacquie tidak begitu memahami hal ini, sehingga saat ia mulai tarik vokal untuk lagu Amy Winehouse ini, Adam merasa kecewa. Mestia ia bisa lebih faham, karena ia memiliki pengalaman tampil di berbagai kesempatan amal.
Chair: X, B
C: I like those boots.
A: Pittsburg is closer to New Jersey than Oklahoma.
B: I wanna be your coach.
X: It’s not called The Boots, it’s called The Voice.
Jacquie memilih: #TeamXtina
Christina sangat menikmati kemenangannya atas Blake kali ini. Ia melakukan gaya dance yang biasa Blake buat kalau ia mendapatkan artis dari coach lain. Gaya Christina tentunya lebih seksi dan luwes.

Barry Black, 27 tahun – What You Won’t Do For Love
Pekerjaan Barry dulunya adalah bekerja di hotel usaha keluarga. Karena ia tidak mau larut dalam bisnis ini, ia belajar bermain gitar dan membentuk band dengan sepupu-sepupunya dan berhasil manggung di Las Vegas.
Chair: A, B
A: I was so curious to see what’s happening. I think you’re weird wonderful.
B: I believe in this guy. I’m desperate for this man.
X: You’re in good hands, but I love Blake.
Barry memilih: #TeamAdam
Sejauh ini, para coach yang tidak menekan bel untuk memutar kursi membantu coach lain untuk mendapatkan artis yang mereka inginkan. Sayangnya, tak satupun rekomendasi mereka didengarkan oleh artis tersebut.

Mike Unser, 19 tahun – Dirty Little Secret
Kehidupan Mike adalah berasal dari keluarga yang bercerai. Saat ibunya menikah kembali, ia tidak begitu bisa menerima ayah tirinya. Namun dengan berjalannya waktu, ia menjadi dekat dengan sang ayah. Mike adalah seorang yang religius. Ia mengarahkan hobi musik alternatifnya untuk membuat band yang bergerak di genre christian music.
Chair: –
A: You should be hating me right now. You did great job.
C: It was cool. Remind me of Blink 182.
X: Cool personality too. Great attitude.

Destinee Quinn, 20 tahun – Cowboy Take Me Away
Sambut artis country pertama yang berhasil bergabung di tim selain Blake. Dan jika country harus berkuasa lagi tahun ini, maka saya pribadi akan sangat bahagia jika Destinee adalah orangnya. Ia merupakan one man band yang tampil reguler di sebuah bar di kota kediamannya. Destinee juga pernah memenangkan sebuah kontes berhadiah tampil bersama Alice Cooper.
Chair: X, C
X: You got me. You need me.
C: It’s just a pleasant surprise.
B: I can steal you in Battle Rounds.
Destinee memilih: #TeamXtina

Cole Vosbury, 22 tahun – Movin’ On Up
Sebagai generasi ketiga dari keluarga musisi, darah seni pasti mengalir dengan sangat alamiah di diri Cole. Pilihan lagunya mengejutkan, terutama untuk CeeLo Green.
Chair: C
C: Great balance of country and soul
Cole masuk dalam: #TeamCeeLo
Ia menjadi artis pertama yang dipilih oleh satu coach saja.

Holly Henry, 19 tahun – The Scientist
Melihat dan mendengar Holly, ia bagaikan gabungan dari 4 front runner ladies di season-season lalu; Dia, Juliet, Cassadee, dan Danielle. Holly memainkan tiga alat musik; gitar, piano, dan banjo. Ia mengungkapkan bahwa dirinya adalah seorang anti sosial dan awkward. Namun saat berada di panggung, keempat coach sepakat memutar kursi untuknya.
Chair: B, A, C, X
B: Because of you, I’m officially excited of The Voice Season 5.
A: It feels good to have you on my team.
C: Do you perform often? I hope you do realize you have something unique.
X: I’m interested to find out who you wanna be.
Holly memilih: #TeamBlake

Sammy C, 16 tahun – Where’s The Love?
Selain Moses Stone dari season 2, belum ada rapper lanjutan di ajang ini. Sammy nyaris berhasil masuk, kalau saja nyanyiannya sebagus rap-nya. Ia mengidap penyakit yang membuatnya tak memiliki rambut. Dan meskipun di-bully, ia memiliki kepercayaan diri yang luar biasa.
Chair: –
C: You have good energy.
B: Kinda regret it.
X: You have hunger, you have drive.
A: If you dedicate youself, you can have something.

Bukan hanya Sammy yang pulang dengan kekecewaan. Tiga nama berikut pun mendapat penolakan:
Morgan Mallory – I Won’t Give Up (lyrics fell behind a little bit)
ShayMari – Santeria (fell of pitch moment)
Seth Cook, 19 tahun – Anywhere With You (you’re sharp a lot of time)

Austin Jenckes, 25 tahun – Simple Man
Ini dia hasil produk domestik lainnya. Ayahnya yang menulari musik padanya. Meskipun sang ayah bunuh diri, ia tidak lantas membenci ayahnya. Austin sendiri bekerja sebagai seorang guide tur dengan skuter. Butuh waktu yang agak lama bagi kursi coach berputar.
Chair: C, B
C: You got soul power.
B: It’s a big note in the end. So impressive.
X: Man, I love your story.
Austin memilih: #TeamBlake

E.G. Daily, 52 tahun – Breathe
Veteran musik ini adalah pengisi suara yang terkenal. Ia mengisi suara untuk Tommy Pickles di Rugrats, juga Buttercup di Powerpuff Girls. Ini baru sedikit dari sedemikian banyak karakter yang ia bawakan. Christina merasa dirinya tak asing. Dan E.G. mengakui pengenalan tersebut mungkin didapat dari karakternya dalam Pound Puppies sebagai Dolly.
Chair: B, C
B: They can have that much rasp, but you can hit the note.
X: Either way you go it’s gonna be good.
C: It’s just a quality in your voice. You remind me of Rod Stewart.
X: Go with CeeLo. Done! Deal!
E.G. memilih: #TeamBlake

Jonny Gray, 29 tahun – All These Things That I’ve Done
Terima kasih kepada sang paman, Jonny yang berprofesi sebagai full time musician ini mendapatkan pengaruh musiknya. Ia mendapat dua kursi coach yang berputar dengan vokalnya yang yahud.
Chair: C, A
C: I really appreciate the quality of your voice.
A: So different.
B: So energetic.
X: So happy you made it. I’m looking for the Battle Rounds.
Jonny memilih: #TeamCeeLo

Tessane Chin, 27 tahun – Try
Keunikan Tessane adalah ia anak dari musisi. Kedua orang tuanya multi etnis, menciptakan keunikan tersendiri dalam dirinya. Kalau itu masih kurang, Tessane tinggal di Jamaika. Hal ini mempengaruhi aksennya berbicara. Tessane pernah pernah menjadi penyanyi latar untuk Jimmy Cliff, berikut menjadi opening act untuk banyak artis.
Chair: X, C, A, B
C: Sound like a grown woman.
A: You can easily win The Voice.
B: I’m so excited by you.
X: I think we’re all desperate to have you.
Tessane memilih: #TeamAdam.

Puaskan kamu dengan bakat-bakat yang sudah diperlihatkan dalam dua bagian pertama Blind Auditions pekan ini? Keseruan masih akan berlanjut. Jangan lupa untuk terus menyaksikan The Voise Season 5 di AXN Asia, setiap hari Minggu pukul 19.10 WIB. Dan pilihan CreativeDisc untuk Blind Audtions ini adalah:
Part I: Caroline Pennell (#TeamCeeLo) dan Nic Hawk (#TeamAdam)
Part II: Destinee Quinn (#TeamXtina) dan Holly Henry (#TeamBlake)

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributor)

Related posts

Leave a Reply