Trending News

Blog Post

Road to Grammy II: Rock, Alternative, & Rap
Album of The Day

Road to Grammy II: Rock, Alternative, & Rap 

Grammy adalah kata yang populer di Januari ini. Road to Grammy adalah tribute kita untuk penghargaan musik paling bergengsi di dunia. Episode kedua menampilkan tim yang terdiri dari William Supardi, Luthfi Suryanda, dan Galih Gumelar untuk memprediksi siapa-siapa yang akan keluar sebagai juara di field Rock, Alternative, dan Rap!

Best Rap Album:
Nothing Was the Same – Drake
Magna Carta… Holy Grail – Jay-Z
Good Kid, M.A.A.D City – Kendrick Lamar
Yeezus – Kanye West
The Heist – Macklemore & Ryan Lewis

Galih: Jika ada album yang masuk nominasi Best Album di tingkat genre dan ternyata juga dinominasikan untuk meraih Album of the Year, maka ada kemungkinan album tersebut akan menang di tingkat genre-nya. Album “In Rainbows” milik Radiohead di ajang Grammy 2009 dan juga “I am… Sasha Fierce” milik Beyonce di Grammy 2010 adalah salah dua dari sekian banyak contoh kasus yang dimaksud (anda bisa googling sendiri untuk contoh-contoh lainnya). Album-album tersebut memenangkan album terbaik di tingkat genre-nya masing-masing dan juga dinominasikan untuk Album of the Year, namun sayangnya mereka tidak menang di kategori yang terakhir ini. Kebetulan, “Good Kid, M.A.A.D City” oleh Kendrick Lamar juga demikian. Berhasil menjadi nominasi di kategori Best Rap Album dan juga Album of the Year. Apakah hal serupa akan terulang lagi? Kita lihat saja.
William: Ini adalah salah satu kategori paling kompetitif tahun ini dan yang paling susah diprediksi siapa yang akan menang. Jay – Z dengan “Magna Carta…Holy Grail”-nya tentu saja memiliki peluang menang yang besar atau “The Heist” dari Macklemore & Ryan Lewis yang tahun ini merajai Grammy dengan masuknya lagu-lagu dari album ini di berbagai kategori namun pilihan saya harus jatuh kepada Kanye West dengan “Yeezus” simply karena menurut saya ini adalah album dengan materi yang sangat luar biasa keren.

Best Rap/Sung Collaboration:
Power Trip – J. Cole featuring Miguel
Part II (On the Run) – Jay-Z featuring Beyoncé Knowles
Holy Grail – Jay-Z featuring Justin Timberlake
Now or Never – Kendrick Lamar featuring Mary J. Blige
Remember You – Wiz Khalifa featuring The Weeknd

William: Rasanya untuk kategori ini tidak perlu penjelasan panjang lebar dan dengan formula seperti ini akan cukup memberi penjelasan (Jay-Z + Justin Timberlake) x ‘Holy Grail’ = Grammy Awards
Galih: Kans Jay Z untuk menang menjadi 40% setelah ia berhasil mengamankan dua nomor di kategori Best Rap/Sung Collaboration. Dan sepertinya ia akan membawa pulang Grammy lewat lagu ‘Holy Grail’ dibanding lagu duetnya bersama Beyonce. Rasanya terlalu naif jika kesuksesan secara komersial dan juga performa chart yang baik dipandang sebagai faktor penentu kemenangan lagu ini. Di sisi lain, saya pikir juri akan memenangkan ‘Holy Grail’ karena lagu ini mampu memenuhi ekspektasi kritikus terhadap sebuah karya “megah” yang memang seharusnya dihasilkan ketika dua musisi kawakan berkolaborasi.

Best Alternative Music Album:
The Worse Things Get, The Harder I Fight, The Harder I Fight, The More I Love You – Neko Case
Trouble Will Find Me – The National
Hesitation Marks – Nine Inch Nails
Lonerism – Tame Impala
Modern Vampires of the City – Vampire Weekend

Luthfi: Untuk memilih nominasi ini buat saya cukup susah karena memang semua album ini mempunyai kualitas yang sama. Nine Inch Nails kembali dengan materi yang surealis, Tame Impala kembali dengan karyanya yang masuk “Best of 2012” di berbagai macam media. Vampire Weekend yang semakin dewasa dan The National yang semakin pintar. Namun jika boleh memilih saya memilih Tame Impala – “Lonerism”. Yeah, you can call me hipster tapi di album ini Tame Impala mampu membuktikan bahwa musik psychedelic bisa dibawa ringan dan bersantai. Nada-nada maut dan riff psychedelic terus melekat di album “Lonerism” ini. Suasana yang santai dan segar juga menjadikan album “Lonerism” ini terbaik karena mampu membius pendengarnya di sepanjang album mulai dari nomor ala Pink Floyd di “Elephant” sampai track sleazy ala “Mind Mischief”.
Galih: Menentukan yang paling favorit di kategori ini seperti memilih antara Lionel Messi, Franck Ribery, atau Cristiano Ronaldo untuk mendapatkan Ballon D’Or. Sangat sulit sekali. Di satu sisi saya sangat mengagumi Tame Impala dengan psychedelic-nya dan juga Vampire Weekend dengan semangat indie New York-nya, namun tampaknya saya lebih mengagumi kerja keras Trent Reznor dan kawan-kawan selepas hiatus melalui “Hesitation Marks”. Mereka memutuskan untuk kembali bermain-main secara lintas genre selepas album “White Teeth”, namun kini mereka hadir dengan konsep yang lebih matang. Dan tampaknya para juri pun akan cenderung memenangkan Nine Inch Nails dibanding nominator lainnya dengan melihat rekam jejak band ini di ajang Grammy.
William: Untuk kategori ini saya juga kembali menjagokan veteran di industry musik Nine Inch Nails. Selain karena menurut saya album “Hesitation Marks” adalah sebuah album yang dipenuhi oleh lagu-lagu juara, rasanya juga ini adalah saatnya Nine Inch Nails mendapat grammy ketiga mereka setelah dalam 15 tahun terakhir hampir semua album yang mereka release selalu masuk nominasi tetapi tidak pernah menang.

Best Metal Performance:
T.N.T. – Anthrax
God Is Dead? – Black Sabbath
The Enemy Inside – Dream Theater
In Due Time – Killswitch Engage
Room 24 – Volbeat featuring King Diamond

William: Tahun 2013 tidak bisa dipungkiri adalah tahunnya comeback bagi para musisi veteran dan di samping gegap gempita yang didapat oleh Justin Timberlake dari para penikmat musik pop maka penikmat musik metalpun tahun ini menyambut kembalinya Black Sabbath. Dengan suksesnya album 13 rasanya hanya akan lengkap apabila mereka juga menerima grammy awards sebagai penghargaan atas kembalinya mereka ke dalam dunia musik metal.

Galih: Saya memilih Killswitch Engage dengan alasan yang cukup simpel: Mereka tidak terdengar “lawas” dibanding nominator lainnya. Dengan bermodal musik metalcore (dimana nominator lain mengusung heavy metal), Killswitch Engage menawarkan “In Due Time” yang terdengar lebih atraktif dan mengandalkan totalitas permainan yang luar biasa. Namun, tampaknya juri akan kembali memilih pemain lama seperti Dream Theater atau Black Sabbath sebagai pemenang di kategori ini. Selain itu, sejujurnya saya akan lebih senang jika Motörhead dan Deafheaven juga masuk nominasi sehingga nantinya akan ada banyak variasi metal yang terdapat di daftar tersebut.

Best Rock Performance:
Always Alright – Alabama Shakes
The Stars (Are Out Tonight) – David Bowie
Radioactive – Imagine Dragons
Kashmir (Live) – Led Zeppelin
My God Is the Sun – Queens of the Stone Age
I’m Shakin’ – Jack White

William: Salah satu artis yang mendapat sorotan paling banyak tahun 2012 lalu tentunya adalah Imagine Dragons walaupun mereka tergolong sebagai pendatang baru tetapi para penikmat musik tampak sangat mengapresiasi musik mereka sehingga untuk kategori ini saya rasa masuk akal apabila ‘Radioactive’ akan menang melihat dari kualitas musiknya sendiri serta penampilan lagu ini di chart-chart musik international.
Galih: Saya yakin kekayaan sound (dan juga judul lagu yang agak mengundang tanda tanya) menjadi alasan mengapa ‘My God is the Sun’ bisa terpilih menjadi pemenang di kategori Best Rock Performance (walaupun sejujurnya saya menginginkan lagu ‘I Sat By the Ocean’ untuk menjadi nominasi). Lagu tersebut sungguh berbeda, berkelas, dan mampu terdengar kontemporer tanpa meninggalkan akar Alternative Rock khas Amerika yang sudah menjadi ciri khas Josh Homme dan kawan-kawan selama 15 tahun.

Luthfi: Untuk nominasi ini saya memilih David Bowie – ‘The Stars (Are Out Tonight)’. Legenda yang satu ini masih bisa menunjukkan kebisaannya di dalam dunia musik. Dia merilis album “The Next Day” yang merupakan karya terbarunya setelah 10 tahun. Pada lagu ini kakek yang satu ini masih bisa mengolah musik art rock yang sempat booming di tahun 70’an menjadi sesuatu yang sangat modern dan mampu menarik perhatian pendengar muda. Nada-nada yang ditawarkan lagu ini fresh dan lewat lagu ini Bowie masih mampu menunjukkan karyanya yang timeless dan akan terus dikenang sepanjang masa.

Kita lihat saja, siapa yang paling banyak tepat tebakannya. Apakah William, Luthfi, atau Galih di 27 Januari mendatang. Dan dari 3 di atas, siapa yang paling cocok sama pilihanmu?

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributor)

Related posts

Leave a Reply