Trending News

Blog Post

Album of the Day: Foster the People – Supermodel
Album of The Day

Album of the Day: Foster the People – Supermodel 

Artist Highlight: FOSTER THE PEOPLE

Terpujilah para artis baru yang datang dengan level musikalitas yang tinggi. Gebrakan ‘Pumped Up Kicks’ yang dibuat oleh Foster The People menempatkan mereka dalam kepercayaan diri yang luar biasa untuk menembus pasar musik dunia. Mejik yang terkandung dalam olahan musik alternatif yang mereka sajikan menyulap para pendengar untuk mendaftar sebagai fans. Dengan bertambahnya jumlah manusia yang melabeli diri mereka sebagai fans FTP, semakin besar pula potensi band ini untuk maju sebagai unggulan di genre yang mereka kuasai.

Mark Foster, sebagai penggagas kumpulan ini punya sense yang baik akan rajutan titi menuju ketenaran di bidang musik. Ia hijrah dari kampung halaman ke kota besar untuk membuka peluangnya sendiri. Dan disinilah takdir mempertemukannya dengan Cubbie Fink dan Mark Pontius yang mengamini pembentukan trio Foster The People. Ciri dan kemampuan masing-masing berbaur untuk menyemprotkan keunikan dalam ‘Pumped Up Kicks’. Meskipun sempat disediakan sebagai lagu unduh gratisan, sedikit pun tidak mempengaruhi antusiasme para pembeli karya musik legal untuk mengapresiasi lagu ini. Selanjutnya, album perdana mereka “Torches” pun mendapat respon positif, baik dari penikmat musik maupun dari kritikus. FTP FTW!

Haram rasanya meragukan kualitas musik yang FTP punya. Sejumlah penghargaan musik telah mengunggulkan karya mereka. Mulai dari MTV VMA, BRIT Awards, juga Grammy. Memenangkan Billboard Music Awards pun menunjukkan bahwa mereka mengimbangi kualitas tersebut dengan kuantitas. Dan mau ga mau, ini mempengaruhi album kedua mereka, “Supermodel” untuk bisa berlaku serupa. Dirilis sejak pertengahan Maret lalu, album ini kembali menawarkan gaya musik alternatif yang dipadupadankan dengan neo-psikadelik guna mempertebal cap unik di musik mereka. Setidaknya sudah 3 single yang dilepas dari album ini, ‘Coming Of Agae’, ‘Pseudologia Fantastica’, juga ‘Best Friend’. Lebih dari sekedar good job, ketiganya malah mendapat banyak jempol dan banyak request di stasiun radio di Indonesia. Makanya, Sony Music niat banget untuk menyerahkan mereka pada takhta Artist Highlight di April ini, supaya warga CreativeDisc bisa merasa bak “Supermodel” selama sebulan penuh! (Ai Hasibuan)

Released by: Sony Music Entertainment Indonesia

Menyimak Coming of Age, single terbaru Foster the People (FTP) yang juga lead untuk album sophomore mereka, Supermodel, bisa diasumsikan jika band gawangan Mark Foster ini tidak mau terjebak dalam pola yang sama. Tentu saja masih dalam semangat rock/indie/alternatif dan beat yang dance-able, namun juga mengadopsi gaya modern-rock yang dipadu dengan sound yang terdengar vintage.

Tiga tahun sudah semenjak debut mereka, Torches (2011) dan juga single fenomenal Pumped Up Kicks, yang melambungkan trio yang terdiri atas Mark Foster, Cubbie Fink dan Mark Pontius. Mungkin kita bertanya-tanya apa selanjutnya yang akan dilakukan oleh Foster the People untuk menyusul kesuksesan debut mereka. Hasilnya adalah Supermodel ini.

Coming of Age bukan hanya penegas jika mereka menghadirkan yang berbeda dengan Torches. Album ini menurut Mark Foster juga sebuah tanggapan atau opini personalnya akan aspek negatif konsumerisme dan juga sisi jelek kapitalisme. Tidak mengherankan jika lagu-lagu terdapat dalam Supermodel disusun dengan lebih kompleks dan sedikit meminggirkan sisi catchy atau easy listening atau hook.

Yang anehnya, jika dicermati, sebenarnya tidak terjadi perbedaan yang mencolok. Secara struktur atau melodi, lagu-lagu dalam Supermodel masih sangat Foster the People-esque. Tapi terpampang nyata jika Mark Foster dan teman-teman dalam menulis lagunya selalu mencoba membelokkan formula agar tidak terdengar repetitif. Sayangnya, alih-alih orisinil atau inventif, sebagian besar dari lagu justru mengingatkan akan lagu dari musisi lain.

Tentunya masih ada lagu-lagu seperti Best Friend, Ask Your Friend, atau Tabloid Super Junkie, dimana pop, dance dan rock yang bekerjasama dengan baik, sebagaimana yang bisa kita harapkan dari FTP. Tapi dengan dibuka Are You What You Want to Be? yang sedikit banyak mengingatkan akan Vampire Weekend, rasa curiga pun sulit untuk diusir jika FTP tidak benar-benar bergerak maju.

Nevermind seperti Beck jika masih mengerjakan lagu seperti yang dinyanyikannya di tahun 90-an. Pseudologia Fantastica terdengar seperti Mew jika ingin tampil lebih nge-pop. Atau Fire Escape dimana Death Cab for Cutie tampil dalam mode moody mereka. Ohya, Vampire Weekend wannabe tadi masih bisa ditemui dalam The Truth.

Patut dihargai keinginan FTP untuk menghindarkan Supermodel menjadi Torches part II, sebuah album pop komersial yang tujuannya menjadi rekan di saat kumpul-kumpul bersama teman, karaoke, berkendaraan dan semacamnya. Menyenangkan, enjoyable tapi trivial.

Nah, upaya menjadi beda dan tidak terdengar trivial itulah yang justru menghianati esensi musik FTP itu sendiri, jika tidak mau disebut pretensius. Dengan barisan lagu sarat “pesan”, FTP justru tidak tampil lepas dan bebas, sehingga lagu-lagunya, meski dikerjakan dengan teknis yang juara, cenderung membosankan dan mudah dilupakan.

Official website
Official Twitter @fosterthepeople

Rate the album:
[ratings]

Buy album on iTunes

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Are You What You Want to Be?” 4:30
2. “Ask Yourself” 4:23
3. “Coming of Age” 4:40
4. “Nevermind” 5:17
5. “Pseudologia Fantastica” 5:31
6. “The Angelic Welcome of Mr. Jones” 0:33
7. “Best Friend” 4:28
8. “A Beginner’s Guide to Destroying the Moon” 4:39
9. “Goats in Trees” 5:09
10. “The Truth” 4:29
11. “Fire Escape” 4:22

Related posts

Leave a Reply