Trending News

Blog Post

Album of the Day: Kylie Minogue – Kiss Me Once
Album of The Day

Album of the Day: Kylie Minogue – Kiss Me Once 

Artist Highlight : KYLIE MINOGUE

Bicara Kylie adalah bicara tentang banyak hal. Ia yang dulu lahir dari sebuah serial televisi, bisa menyulap diri menjadi salah satu Diva Pop dunia yang memberi dampak besar dalam blantika musik. Suaranya, penampilannya, juga setiap gerak-geriknya hingga saat ini sudah menyetarakan dirinya sebagai seorang legenda.

Lahir dan besar di Australia, Kylie Minogue kini menjadi komoditi dunia. Di usia belia, ia ikut membintangi drama seri “Neighbours” yang kemudian mendorongnya untuk jatuh dan berkubang di showbiz. Sejak tahun 1980-an, Kylie sudah terbiasa dengan lampu sorot kamera dan kegiatan super sibuk yang mengharuskan kehilangan waktu tidur yang normal. Tapi itu semua rasanya terbayar lebih setelah ‘The Loco-Motion’ dimutasikan sebagai hit raksasa oleh vokalnya. Citra diri sebagai girl next door memberi alasan penerimaan publik yang baik akan dirinya. Setidaknya tiga album studio berhasil ia cetak di dekade ini, ‘Kylie’, ‘Enjoy Yourself’, juga ‘Rhythm of Love’. Kejayaanya menyebar dari UK ke Eropa, Australia, juga Asia. Orang-orang tidak cuma keracunan akan musik pop racikan Stock, Aitken & Waterman yang ia bawakan, tapi juga dengan penampilannya yang mulai berubah dari girl next door menjadi sebuah icon seksual.

Dekade 90-an diciptakannya sebagai era baru musik dan juga penampilannya. Berani dan tersendiri, Kylie merasa harus konsisten untuk melakukan evolusi diri. Dimulai dari album “Let’s Get To It”, “Kylie Mingue” juga “Impossible Princess”, perombakan yang terjadi disana sini memang tak selamanya bisa diterima. Tapi yang mutlak adalah, kekayaan ide dan kreativitas tim Kylie tidak terbatas, pun bertentangan dengan idealisme sang artis. Ditandai dengan ‘Spinning Around’, Kylie akhirnya mendapatkan posisi sebagai simbol seks di dunia musik. Album “Light Years” adalah comeback yang paling nampol di era ini. Dengan mudahnya, Kylie mendominasi pop, mempermudah penerimaan terhadap album-album yang ia rilis. “Fever”, “Body Language”, “X”, juga “Aphrodite” adalah karya yang adiktif.

Kylie hadir di era dunia pop menyanjung Madonna dengan nilai-nilai baru yang disarankannya, juga Whitney Houston yang mendobrak batasan pop bagi penyanyi kulit hitam. Maka bagaimana Kylie bisa mempertahankan hidupnya dengan persaingan yang demikian merupakan sebuah legenda untuk diceritakan dalam masa-masa mendatang. Itu termasuk “Kiss Me Once”, album studio terbaru Kylie yang dikeluarkannya setelah bergabung dengan tim manajemen Roc Nation. Ini adalah era dimana Kylie akan menambah sejarah dalam catatan dunia. Warner Music Indonesia ingin membuat pesta yang meriah dengan mengajak CreativeDisc bergabung dalam ‘Into The Blue’, Kylie style. Bukan sebuah percobaan, melainkan sebuah undangan, supaya setiap orang bisa kena efek musik Kylie yang nyandu. Artist Highlight, Kylie Minogue.

Released by: Warner Music Indonesia

Sebagai sebuah karya baru, “Kiss Me Once” milik Kylie Minogue justru muncul dengan keramahan sound dancepop yang terbiasa muncul dari pabrik musiknya. Buktikan saja, ‘Into The Blue’ yang memang merujuk pada EDM modern malah kemudian jatuh ke kubangan standar Kylie yang bisa disejajarkan dengan karya musik sang Diva. Negatifnya, ini dapat menjerumuskan Kylie pada kritik “bermain aman”, meskipun ia sudah sangat didukung oleh keadaan (bergabung dalam tim manajemen baru, Roc Nation) dan juga ide kreatif (mendaulat Sia Furler sebagai rekanan produser eksekutif album). Kolaborasi dengan beragam produser dan penulis lagu sedikit menguntungkan untuk menciptakan album yang kompleks, meskipun karakter Kylie yang dominan menyulap karya mereka untuk menyesuaikan diri ke warna sang ratu. ‘Sexy Love’, ‘Feels So Good’, juga title track, ‘Kiss Me Once’ di-convert dengan sempurna ke gaya Kylie.

Gebrakan justru muncul di track 5, ‘Sexercise’. Lagu ini berbobot dance berat. Terima kasih atas hujan dubstep yang membanjiri lagu, sehingga layak untuk menamainya sebagai kemutakhiran musik dalam karir Kylie. Sementara kehadiran Pharrell dalam ‘I Was Gonna Cancel’ punya jejak yang sangat nyata dalam aransemen bass yang smooth. Mulai maraknya Pharrell di arena pop saat ini membenangmerahi satu karya ke lainnya. Dinasti yang mulai Pharrell tengah bangun pun menempatkan lagu yang satu ini sebagai salah satu pondasinya.

Omong-kosong jika publik tidak berekspektasi pada album ini. Sebagian orang mungkin mengharap album ini memiliki sound yang inventif, dan sebagian lagi menempatkannya pada baris depan album pop terbaik yang 2014 punya. Sementara sebagian lagi hanya ingin melihat ke arah mana kreativitas Kylie bergerak pasca perayaan 25 tahun usia karir musiknya. From my point of view, album ini memenuhi 90% ekspektasi terhadapnya. Potensi inventif terdapat dalam ‘Les Sex’, dimana music box menyetir selama perjalanan lagu, hook yang terkandung dalam ‘Fine’ dengan mudahnya bisa dijadikan track favorit, gradasi antara dark dan fun dalam ‘Feels So Good’ mempertahankan kualitas keunikan yang Kylie punya.

So, kita sampai pada kesimpulan “she still got it“. Sebagai album studio ke-12, Kylie sedikitpun tak menampakkan “kelelahan” dalam album ini. Justru, ia menampakkan ambisi yang semakin menggebu dalam era baru karirnya. Kolaborasi dalam ‘Beautiful’ bersama Enrique Iglesias berikut lagu ‘If only’ yang punya beat drum yang menderu mewakili ambisi yang tersimpan dalam diri Kylie yang harus kita dengar.

Official website.
Official Twitter @kylieminogue
Official Facebook Kylie Minogue

Rate the album:
[ratings]

Buy album on iTunes

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributor)

Track list:
1. Into the Blue 4:08
2. Million Miles 3:28
3. I Was Gonna Cancel 3:32
4. Sexy Love 3:31
5. Sexercize 2:47
6. Feels So Good 3:37
7. If Only 3:21
8. Les Sex 3:47
9. Kiss Me Once 3:17
10. Beautiful (with Enrique Iglesias) 3:24
11. Fine 3:36

Related posts

Leave a Reply