Trending News

Blog Post

Album of the Day: Shakira – Shakira (Deluxe Edition)
Album of The Day

Album of the Day: Shakira – Shakira (Deluxe Edition) 

Artist Highlight : SHAKIRA

Power pop this April dengan kadatangan Shakira dalam hajatan Artist Highlight CreativeDisc dengan album terbarunya, “Shakira”. Sebuah kesegaran pop dari Diva Latin yang sensual dan sensasional ini terangkum dalam belasan track apik, melibatkan kerjasama dengan nama-nama top mulai dari Rihanna dan Blake Shelton di bagian depan, serta Steve Mac, Chantal Kreaviazuk, Dr. Luke, Mark Bright, Max Martin, Busbee, Greg Kurstin, dan masih banyak lagi di bagian produksi. Indahnya warna-warni Shakira sudah kita cicipi lewat ‘Can’t Remember To Forget You’. Asli, keunikan Shakira dan Rihanna berpadu mesra dalam karya tersebut.

Sejak tahun 1991, Shakira Isabel Mabarak Ripoll menobatkan diri sebagai artis rekaman. Dekade 90-an dihabiskannya untuk menghibur masyarakat Latin. Lima album studio ia hasilkan dalam periode ini. Mulai dari debut ‘Magia’, disambut dengan ‘Peligro’, ‘Pies Descalzos’, hingga ‘Donde Estan los Ladrones?” memberi ruang gerak leluasa bagi seniman berdarah Libanon ini untuk menempatkan citranya di blantika musik Latin. Peak karirnya adalah saat album “MTV Unplugged” memenangkan Grammy untuk Best Latin Pop Album, serempak dengan dimulainya masa rekaman berbahasa Inggris.

‘Whenever, Wherever’ adalah jembatan kukuh yang mengantarkan Shakira pada wilayah jajahan baru. Namanya dalam waktu sekejap berubah menjadi sebuah brand. Brand untuk musik yang berkarakter, goyangan yang dahsyat, plus musikalitas yang yahud. Tapi tak langsung dibutakan oleh gemerlap sukses tersebut, “Laundry Service” yang rilis di tahun 2001 disusul oleh karya yang seimbang antara Bahasa Inggris dengan Bahasa Latin. “Fijacion Oral, Vol.1” memiliki sekuel “Oral Fixation, Vol. 2”, kemudian “She Wolf” disusul oleh “Sale el Sol”. Itu artinya, Shakira tidak pernah merasa bisa 100% kalau tidak memberi imbuhan Latin dalam bagian yang proporsional untuk musiknya.

Dan sekarang, Shakira akan membangun ‘Empire’-nya selama April 2014 di CreativeDisc. Single kedua dari album self-titled-nya ini adalah perombakan irama dari single sebelumnya. Kita sudah bisa mencium aroma dinamis dan keberagaman dari album “Shakira” yang dirilis oleh Sony Music Indonesia ini. Makanya, tinggal sit back, relax, and try to win a free CD whenever the quiz is up on Twitter or Instagram!

Released by: Sony Music Entertainment Indonesia

Shakira return with a bang! Dan sebagai album kesepuluh, ia memilih namanya sendiri, Shakira, sebagai judul. Yep, sebuah self-titled, langkah serupa yang sebelumnya juga sudah ditempuh oleh superstar lain, Beyonce, dengan album “kejutannya”. Tapi Shakira bukan Beyonce. Ia tidak memiliki niat menjadikan albumnya sebagai sebuah eksplorasi estetika yang canggih. Ia menjanjikan Shakira sebagai pengalaman pop yang menyenangkan. Dan rasa-rasanya ia menuntaskan janjinya dengan baik.

Tidak tanggung-tanggung, ia menggandeng Rihanna untuk membantunya dalam single paling mutakhirnya, Can’t Remember to Forget You. Pop masih menjadi landasan utama lagu ini akan tetapi senang mendengarkan Shakira kembali ke akar rocknya yang cukup pekat membungkus lagunya. Meski begitu, dengan kehadiran Rihanna, tentu semangat dance pun sulit untuk dinafikan. Kerjasama mereka ternyata kompak dan solid untuk menghadirkan Can’t Remember to Forget You sebagai sebuah anthem pop yang memorable.

Menyusul Can’t Remember to Forget You ada Empire, yang kali ini penyanyi berdarah Columbia ini memberi penekanan pada kosa kata rock yang memang sudah cukup melekat pada dirinya, selain pop. Agak mengingatkan rock era 90-an yang edgy dan gritty, meski tentunya tetap mengedepankan komposisi yang renyah dan easy listening. Keras dan sensual adalah kesan yang menempel pada lagunya.

Kritik yang tersampir pada Shakira adalah bagaimana lagu-lagu dalam Shakira kurang memiliki artistik yang kurang kaya dibandingkan album-album dari dekade lalu misalnya atau lirik yang kurang memiliki kedalaman. Tapi, seharusnya itu bukan masalah, karena Shakira kaya dengan berbagai macam varian pop dan Shakira mempersembahkannya dengan artikulasi yang sangat jelas dan mudah direnyah.

Tidak heran jika ada track EDM-esque seperti Dare (La La La), yang begitu adiktif sehingga kita dengan mudah mencintainya dalam pendengaran pertama. Kersajama Dr. Luke dan Cirkut merupakan alasan mengapa lagu ini bisa begitu dance-able. Ia juga menghadirkan semangat reggae dalam Cut Me Deep yang menampilan Magic! sebagai bintang tamu. Pilihan yang cukup masuk akal karena Nasri Atweh, sosok di belakang Magic! bersama dengan Adam Messinger, rekan Nasri dalam duo The Messengers, banyak membantu Shakira di album ini.

Greg Greg Kurstin diajaknya untuk membantu mengerjakan salah satu lagu bercorak rock di album ini, Spotlight. Meski berentak dengan penuh tenaga, tapi Spotlight tetap terdengar manis menggoda dan sulit untuk ditolak. Kerjasama Shakiran dengan Nasri Atweh dan Adam Messinger dalam nomor rock kembali diulang dalam The One Thing yang mungkin lebih tepat disebut dalam baluran power pop dengan kejutan reggae di bagian bridge.

Tidak tanggung-tanggung Shakira juga memberikan pendengarnya sebuah duet istimewa bersama salah satu mentor di The Voice, Blake Shelton. Oleh karenanya boleh diharapkan sebuah nomor country yang romantis, meski tentunya pop masih menjadi latar dalam lagu berjudul Medicine. Shakira cukup mulus dalam menyanyikan lagunya, sedang tentunya tidak perlu diragukan lagi kekuatan seorang Blake Shelton.

Nomor paling personal mungkin terdapat dalam track berjudul 23 yang berkisah tentang suami Shakira, Gerard Pique, yang berusia 10 tahun lebih muda darinya (mereka memang bertemu saat Gerard Pique masih berusia 23). Isi liriknya seperti sebuah “curahan hati” yang akrab dan intim, membuat kita merasa dekat dengan pasangan ini.

Tapi lagu yang paling menguras emosi mungkin You Don’t Care About Me. Meski bukanlah sebuah balada, namun track pop yang dipengaruhi unsur rock dan latin ini dinyanyikan Shakira dengan penuh perasaan, terutama bagian chorus yang menohok.

Untuk yang kangen dengan nomor berbahasa Spanyol, Shakira menghadirkan versi Spanyol dari Can’t Remember to Forget You yang kini berjudul Nunca Me Acuerdo de Olvidarte dan sebuah balada manis, meski agak terlalu melankolis, sehingga cocok menjadi soundtrack dari sebuah telenovela, Loca por Ti.

Sebagai bonus, ada tiga buah lagu yang dihadirkan. Yaitu versi remiks dari Dare (La La La) yang kini menghadirkan vokal tamu Carlinhos Brown dan diplintir sedikit dengan memasukkan dentuman perkusi agar aransemen berbau latinnya terdengar lebih berderap, karena bagian dari lagu tema Piala Dunia 2014 yang akan dilaksanakan di Brazil.

Sia Furler menyumbangkan Chasing Shadows, sebuah nomor synth-pop dengan pengaruh new wave yang kental. Sebuah track kuat yang cukup layak untuk diperkenalkan secara luas. Kehadiran Kurstin dan Fernando Garibay menjadi kekuatan tersendiri. Track terakhir adalah That Way, sebuah balada minimalis yang hanya bertemankan piano dan terdengar sangat manis. Pas sebagai penutup album.

Meski mungkin agak terdengar jenerik dan mengikuti formula, jika tidak mau disebut bermain aman, tapi Shakira merupakan album pop yang sukses dalam menjalankan misinya dalam menghibur. Setiap lagu menyenangkan untuk disimak. Dikerjakan dengan detil yang terjaga dan kualitas produksi yang mumpuni, serta lirik yang cukup renyah untuk dicerna. Apalagi yang kita harapkan dari sebuah album pop?

Official website

Rate the album:
[ratings]

Buy album on iTunes

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Can’t Remember to Forget You” (featuring Rihanna) 3:26
2. “Empire” 3:59
3. “You Don’t Care About Me” 3:41
4. “Dare (La La La)” 3:06
5. “Cut Me Deep” (featuring Magic!) 3:15
6. “23” 3:59
7. “The One Thing” 3:12
8. “Medicine” (featuring Blake Shelton) 3:18
9. “Spotlight” 3:23
10. “Broken Record” 3:14
11. “Nunca Me Acuerdo de Olvidarte” 3:26
12. “Loca por Ti” 3:41
BONUSTRACK
13. “La La La (Brazil 2014)” (featuring Carlinhos Brown) 3:17
14. “Chasing Shadows” 3:31
15. “That Way” 3:08

Related posts

Leave a Reply