Trending News

Blog Post

Album of the Day: Nico & Vinz – Black Star Elephant
Album of The Day

Album of the Day: Nico & Vinz – Black Star Elephant 

Released by: Warner Music Indonesia

Sebelum Nico & Vinz, sebelumnya terlebih dahulu ada Envy dan menelurkan sebuah album yang bertajuk The Magic Soup and the Bittersweet Faces (2012). Namun karena terjadinya perpindahan label dan telah adanya grup lain yang memiliki nama serupa, maka duo Kahouly Nicolay Sereba (Nico) dan Vincent Dery (Vinz) pun mengubah nama grup mereka menjadi Nico & Vinz saja. Menindaklanjuti perubahan nama, menyusul sebuah album yang bertajuk Black Star Elephant.

Duo ini meraup sukses melalui single Am I Wrong, sebuah lagu yang pada dasarnya sebuah pop mid-tempo dengan unsur-unsur Hip-hop dan RnB. Sebuah lagu “galau” yang dihadirkan dalam beat yang mengentak, dan ini yang mungkin membuat banyak pendengarnya jatuh suka kepadanya. Ditambah lagi mereka menyanyikannya dengan cukup cantik dan aspiratif. Lagu ini terdengar kontemporer dan urban, meski jika sedikit mencermati ada sedikit sentuhan etnik Afrika di dalamnya.

Yep! Meski berasal dari Norwegia dan berbasis di kota Oslo, tapi baik Nico dan Vinz adalah penyanyi-penyanyi berdarah Afrika. Nico memiliki akar dari Pantai Gading dan Vinz berasal dari Ghana. Dengan latar belakang tersebut tidka heran meski album Black Star Elephant adalah album Pop dan RnB, tapi juh=ga sangat kental dengan Afrobeat yang menggugah. Lagu-lagu yang mengusung semangat etnik ini dapat ditemui dalam berbagai track yang terdapat di album.

Meski berisi sekitar 21 track, tapi 7 di antaranya adalah interlude yang semacam pengantar dari satu lagu ke lagu lain. Di interlude inilah mereka menampilkan identitas kedaerahan mereka tadi dengan maksimal, sehingga mau tidak mau album Black Star Elephant ini menjadi terdengar menjadi semacam album milik musisi pengusung World Music.

Beberapa track seperti Homeless (yang mungkin bisa bercerita tentang identitas mereka sebagai non-native Norwegia), Imagine atau When The Day Comes contohnya, mungkin bisa menjadi soundtrack film The Lion King. Dan ini bukan berarti baik, karena track-track ini (dan ada beberapa lagi) cenderung seperti gimmick ketimbang menggali esensi musikalitas etnik tadi. Toh yang dijual Nic & Vinz kan sebenarnya pop.

Sisi etnisitas mereka terdengar seperti terekspolitir ketimbang menjadi sisi integral dari musikalitas mereka sendiri. Ujung-ujungnya, sulit untuk mengenali Nico & Vnz dalam konteks yang lebih spesifik, dan lagu-lagu tadi cukup sulit untuk membenamkan kesan mendalam yang bertahan lama, meski mereka tampil menghibur.

Tapi, terlepas dari itu, Black Star Elephant adalah album pop yang cukup seru untuk disimak. Duo Nico & Vinz cukup memahami bagaimana memadukan antara beat etnik tadi dengan melodi pop yang gempita. Dalam track mid-tempo berjudul Miracles yang berdegup, justru dibuka dengan sentuhan ala musik Dayak (yang kemungkinan besar bukan) dengan intonasi berbau etnik, meski kemudian di chorus ia berubah menjadi lebih kontemporer. Ketangkasan mereka dalam memadu-padan ini harus mendapat kredit lebih, karena lagunya terdengar menjadi lebih versatil.

Versatilitas inilah yang memberi highlight pada album. Sebelumnya sudah Know What I’m Not, sebuah nomor bergaya Reggae ala Sting yang tak kalah menggugah. Jangan sampai terlewat juga track-track seperti People yang antemik, atau Hip-hop dalam Another Day yang dulu kerap mereka bawakan. Ada juga In Your Arms sudah dirilis Nico & Vinz saat masih memakai nama Envy. In Your Arms adalah power pop dengen penekanan pada kata pop. Nico & Vinz menyanyikan lagunya dengan cukup atraktif, dan menyampaikan isi lagunya dengan cukup baik. Track-track seperti inilah yang mungkin akan membuat Black Star Elephant terdengar lebih mencorong dengan identitas Pop tegas yang telah diperkenalkan oleh Am I Wrong.

Meski begitu, terlepas dari beberapa kekurangan, jika kita melihat dalam konteks album yang menghibur, catchy, atay easy lstening, maka Nico & Vinz cukup sukses dalam menjalankan misinya untuk Black Star Elephant. Mungkin untuk di album berikutnya mereka bisa menggali potensi diri yang lebih orisinil, ketimbang memelintir imej untuk bahan jualan.

Music Video: Am I Wrong

Official Website

Rate the album:
[ratings]

Buy album on iTunes

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Intro” (interlude) 0:39
2. “Am I Wrong” 4:07
3. “Last Time” 4:19
4. “Leave Us” (interlude) 0:18
5. “Know What I’m Not” 3:48
6. “Miracles” 3:25
7. “New in Town” (interlude) 0:26
8. “My Melody” 4:11
9. “Powerful” (interlude) 0:15
10. “Another Day” 2:19
11. “People” 4:23
12. “Runnin'” 4:15
13. “Imagine” 2:57
14. “In Your Arms” 3:25
15. “Homeless” 2:59
16. “Lakota” (interlude) 1:23
17. “Thought I Knew” 4:25
18. “Arrival” (interlude) 0:34
19. “When the Day Comes” 3:47
20. “Kokadinye” (interlude) 1:29
21. “Imaa Imaa” 4:05

Related posts

Leave a Reply