Trending News

Blog Post

Avenged Sevenfold : Jakarta Telah Menjadi Tempat Favorit Kami
Concerts Review

Avenged Sevenfold : Jakarta Telah Menjadi Tempat Favorit Kami 

Avenged Sevenfold (A7X), band heavy metal asal Huntington Beach, California yang beranggotakan M. Shadows (vocal), Synyster Gates (Gitar), Zacky Vengeance (Gitar), Johny Christ (Bass) dan Arin Ilejay (Drum), akhirnya menuntaskan kerinduan penggemarnya di Jakarta hari minggu yang lalu 18 Januari 2015 dalam sebuah konser megah berdurasi 2 jam bertempat di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Disaksikan lebih dari 8000 penonton, ini tercatat sebagai konser ke-3 dari 4 kali kedatangan mereka ke Jakarta. Kedatangan mereka sebelumnya di tahun 2012 berakhir dengan kekecewaan untuk penggemar mereka di Indonesia dimana konser yang dijadwalkan pada tanggal 1 May 2012 dibatalkan pada hari H-nya karena alasan : Panggung yang akan digunakan tidak memenuhi standar safety.

Konser di Jakarta yang dipromotori oleh Dyandra Entertainment ini adalah salah satu dari rangkaian Hail To The King Asian Tour 2015, yang dimulai di Beijing, China tanggal 8 Januari 2015, dan berakhir di Honolulu, Hawai, tgl 27 January 2015 yang akan datang. Kota-kota lain yang termasuk dalam lawatan tour mereka ini adalah Shanghai (China), Seoul (Korea Selatan), Hongkong (Hongkong), Taipei (Taiwan), Bangkok (Thailand), Kuala Lumpur (Malaysia) dan Singapura (Singapura).

Walaupun ini adalah konser ke-tiga, tapi antusiasme penonton masih sangat besar. Penonton terlihat mulai mengantri di Entrance Gate dari jam 2 siang!, padahal Gate baru dibuka pukul 6:00 sore, sedangkan konser sendiri baru akan dimulai jam 8:00 malam. Sampai saat gate akan dibuka, antrian penonton sudah sangat panjang ke belakang. Penonton kemudian mulai memasuki venue mulai pukul 6 Sore.

Seperti yang dijanjikan, tepat pada pukul 8:00, konser dibuka dengan berkumandangnya lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh semua penonton, kemudian disusul oleh 3 lagu intro yang yang diputar yaitu “Ride The Lightning”-nya Metallica, “Walk”-nya Pantera serta “Back in Black”-nya AC/DC. Bersamaan dengan berakhirnya “Back in Black”, Synyster Gates langsung menyambutnya dengan intro gitar dari lagu pembuka “Shepherd of Fire”, diiringi teriakan histeris dari penonton. Lagu ke-2 adalah “Critical Aclaim” dari album self-titled mereka di tahun 2007. Setelah lagu ke-2 ini Shadows menyapa penonton, “Jakarta, Indonesia in general, Thank you so much for having us. We had a little misfortune accident the last time we were here, Hey We’re gonna make it up all night, we’re gonna play all night, Is that alrite with you??”, di sambut oleh teriakan “Yeahhh..” dari penonton. Shadow juga kemudian bertanya, “How Many of you check in First time on Avenged Sevenfold tonight?”. Terlihat banyak sekali yang mengacungkan tangan di udara. “First Time..??”, dia bertanya lagi. “Alright, let me introduce you to Avenged Sevenfold Family around the world, Welcome to The F**ked up Goddamn Family..!!, Arin kick this shit, won’t you?”. Yes, “Welcome To the Family” menjadi lagu ke-3 mereka diiringi sing along dari crowd sepanjang lagu.

Setelah “Welcome to The Family”, Shadows mengungkapkan appresiasi-nya untuk Jakarta, “I tell you what, the very first time we came to South East Asia We came to Jakarta at Tennis Arena, and since then You’ve been always a favorite place to go in this part of the world..!!”, tentu saja ungkapan ini disambut dengan applaus dari penonton. Berturut-turut kemudian A7X membawakan “Hail To The King”, “Beast and The Harlot” dan “Buried Alive”. Crowd terlihat semakin panas, dihajar dengan lagu-lagu berirama cepat ini, mereka moshing, berjingkrak-jingkrak, sing along dan sebagainya, cuma banyak juga dari penonton yang tidak kuat terlihat diangkat keluar dari kerumunan karena pingsan karena kecapean atau kepanasan menunggu konser ini dari siang hari. Untung saja panitia siap siaga, petugas medis dan security terlihat sibuk mengatasi hal ini. Air dari Water Canon juga sering di semprotkan supaya penonton tidak kepanasan.

Ada kejadian menarik setelah “Burried Alive” dimainkan, Shadows melihat sebuah sign dari penonton front-row, “What’s that funny sign?”, Dia membacanya, ”I’m not that good but I play better than Arin.., Haha..Hey Arin, show them what you got..”. Arin-pun sempat menunjukkan sedikit skill-nya. Sebagai lagu berikutnya, Avenged Sevenfold langsung membawakan “Seize The Day” dan “Nightmare” secara
berturut-turut. Pada lagu berikutnya yaitu “Chapter Four” Shadows meminta crowd menurunkan Cell-Phone untuk
satu lagu ini dan membentuk circle pit. “We’re gonna play you one old song to f*ck this shit up, how does it sound? Phone’s Down, Are you ready? One song, I want to see how big goddamn circle pit we get right here..”, teriak Shadows.

“Almost Easy” dari Album self-titled Avenged Sevenfold (2007) dikumandangkan mereka setelah “Chapter Four”, disusul atraksi solo gitar dari Synyster Gates selama lebih kurang 5 Menit. Cukup menarik, dia menunjukkan skill nya bermain dengan gitar Schecter Synyster custom-nya. Solo gitar Synyster ini kemudian disambung dengan “After Life” sebuah lagu yang sangat ditunggu-tunggu penonton. Mereka histeris dan larut ber-sing along. “This means War” yang sebagian orang menilai ritme-nya mirip dengan “Sad But True”-nya Metallica dibawakan setelah “After Life”. Dan selanjutnya lagu balada “Acid Rain”, dijadikan penutup set mereka. Semua personil menghilang beberapa saat ke belakang panggung seusai lagu ini.

Diiringi teriakan “We want More.. We want more” dari penonton, A7X kembali naik panggung dan membawakan Encore. “Unholy Confession” dipilih untuk dibawakan, disusul oleh “Bat Country”, lagu pertama mereka yang berhasil masuk chart Billboard Hot 100 dan mengantarkan mereka sebagai band yang diperhitungkan di industri musik.  Setelah membawakan “Bat Country”, Avenged Sevenfold pamit kepada para penonton dan kembali menghilang ke belakang. Lighting di stage-pun blackout. Sebagian penonton mulai ada yang beranjak pulang namun sebagian lagi tetap bertahan, meminta mereka bermain lagi.

Selang beberapa menit, tanpa disangka-sangka mereka ternyata kembali lagi naik panggung, Permintaan para penonton dikabulkan, lagu terakhir yang dipilih sebagai lagu pamungkas malam itu adalah “A Little Piece of Heaven”, lagu rumit dari album self-titled Avenged Sevenfold (2007) berdurasi 8:01 menit. Setelah lagu itu Avenged Sevenfold kembali pamit kepada para penonton dan disambut oleh tepuk tangan membahana sebagai appresiasi atas penampilan luar biasa mereka. Konser berlangsung kurang lebih selama 2 jam dan mereka total membawakan 16 lagu, wajah-wajah bahagia bertebaran dari penonton malam itu. Tidak hanya itu, appresiasi juga harus diberikan untuk sound, stage dan lighting yang megah serta background display dengan kualitas yang fantastis sehingga para penonton yang berada jauh di belakang tetap bisa menikmati konser ini secara maksimal. What a great way to start 2015 !

Text By : William Supardi & Budi Susanto
Photos By : Budi Susanto
Special Thanks to Dyandra Entertainment

Setlist :

1. Shepherd Of Fire
2. Critical Acclaim
3. Welcome to The Family
4. Hail To The King
5. Beast and The Harlot
6. Buried Alive
7. Seize The Days
8. Nightmare
9. Chapter Four
10. Almost Easy
11. Guitar Solo by Synyster Gates
12. After Life
13. This Means War
14. Acid Rain
Encore 1 :
15. Unholy Confession
16. Bat Country
Encore 2 :
17. A Little Piece Of Heaven

Related posts

Leave a Reply