Trending News

Blog Post

10 EDM Artists To Watch in 2015
Top 10 Lists

10 EDM Artists To Watch in 2015 

Dengan semakin meriahnya skena EDM akhir-akhir ini, maka bermunculan pulalah nama-nama baru yang bersinar dan mencuri perhatian. Barisan DJ/Produser musik dana elektronik, yang menghadirkan karya-karya, entah dalam bentuk house, progressive, electro, deep, nu-disco, trap, drum n bass dan percabangan lainnya, menghadirkan single-single yang tidak hanya bertugas memeriahkan arena dansa, akan tetapi juga mencorong sebagai lagu-lagu hits yang dinikmati pasar yang luas.

Jika tahun lalu kita mendapatkan nama-nama seperti Martin Garrix, Alesso, Seven Lions, Clean Bandit, atau Gorgon City sebagai beberapa nama yang mendapat tempat yang terang di bawah spotlight, maka siapakah tahun ini yang kiranya akan mendapat atensi yang sama dan siap bersaing dengan nama-nama besar yang lebih dulu eksis di ranah EDM?

Dengan menimbang sosok mereka sebagai talenta yang tengah naik daun, maka, simak daftar 10 EDM Artists To Watch in 2015 menurut CreativeDisc ini. Sepuluh artis EDM yang dipercaya tahun ini namanya juga akan banyak diperbincangkan. Siapa saja? Inilah mereka:


10. SNBRN

Di sepanjang tahun 2014 SNBRN mengasah ketrampilannya dengan melakukan remix beberapa lagu populer, seperti ‘In The Air’ milik Morgan Page atau ‘Heart on Fire’ milik Indiana. Dan di awal tahun ini ia merilis single orisinal pertamanya, ‘Raindrops’, yang menampilkan vokal penyanyi asal Estonia, Kerli. Kekuatan SNBRN adalah deep house yang cenderung mengarah ke chill-out yang soothing dan mengalir tenang, tapi mengedepankan beat yang ritmis, meski di single perdananya ia juga mewarnai lagunya dengan nunasa tropical yang cerah. Berbasis di LA, SNBRN menampilkan ciri khas yang gampang diidentifikasi. Dengan deep house yang semakin melebar ke ranah mainstream, tinggal tunggu waktu nama SNBRN juga akan banyak diperbincangkan dan ditunggu single-single terbarunya.


09. Deorro

Bernama asli Erick Orrosquieta, DJ berdarah Meksiko yang cukup dipanggil dengan Deorro ini mulai mencuri perhatian di tahun lalu dengan single-single catchy-nya. Dan ia beruntung ada nama-nama besar seperti Steve Aoki dan Nicky Romero yang mengajaknya untuk berkerjasama mengerjakan ‘Freak’ dan ‘Flashlight’ yang cukup mencuri perhatian. Lantas ia juga merilis single-single solo seperti ‘Five Hours’ atau ‘Perdóname’. Deorro bermain di skena progressive house dan juga electro yang tentunya menjanjikan kemeriahan di lantai dansa. Deorro memulai gignya di usia 14 di kota Los Angeles dan di usia 17 sudah memproduseri track orisinilnya. Dan kini diusianya yang masih belia, 23, ia siap untuk melebarkan pangsa pendengar. Di tanggal 18 Oktober2014, Deorro menerima anugerah karena merupakan new entry tertinggi di ‘DJmag top 100 DJs 2014’ dengan duduk di posisi #19. Meski untuk sementara Deorro akan hiatus dari DJing, tapi kita akan tetap mendengarkan namanya, mengingat ia akan berkonsentrasi sebagai produser dan juga memperluas labelnya, PandaFunk.


08. Vicetone

Vicetone merupakan duo asal Belanda yang terdiri atas Ruben dan Victor yang sudah berteman semenjak kanak-kanak. Duo ini selalu punya impian untuk tampil di hadapan ribuan penonton yang menyanyikan lagu-lagu mereka. Dan impian tersebut kini semakin nyata. Tujuan mereka adalah mengerjakan lagu-lagu house yang mengandalkan harmoni dan melodi, serta sound Big Room yang mudah dicerna pendengarnya, baik di rumah ataupun di lantai dansa. Tahun 2013 mungkin bisa disebut break out bagi Vicetone. DJ Mag mendudukkan mereka di #60 di polling Top 100 mereka, tampil selama 6 minggu di Amerika Utara, bermain di klub-klub terkenal seperti Ushuaia Ibiza atau ministry of Sound London dan juga bermain di festival seperti Tomorrowland, dan menelurkan track-track catchy, ‘Heartbeat’ dan ‘Stars’. Dan di tahun ini, Vicetone akan melebarkan nama mereka ke ranah yang lebih mainstream dengan lagu-lagu EDM catchy mereka.


07. ZHU

Satu lagi musisi EDM pendatang baru berusia muda yang siap memanaskan. Bernama lengkap Steven Zhu, pemuda kelahiran 1989 ini awalnya memilih untuk merahasiakan profilnya dan memutuskan untuk dinilai berdasarkan karyanya saja. ZHU mulai aktif di awal tahun 2014 yang lalu dan langsung mendapatkan perhatian berkat track ‘Moves Like Ms Jackson’ yang merupakan mash-up beberapa lagu milik Outcast. Lantas ia merilis EP pertamanya, ‘The Nightday’ di bulan April dan segera mendapat atensi yang baik dan dinilai postif. ZHU mengedepankan deep house yang eklektik sebagai andalannya. Mungkin tidak begitu dapat diapresiasi secara penuh oleh pendengar yang lebih mainstream, tapi musisi EDM dengan idealisme seperti ZHU jelas akan mencorongkan namanya, terlepas betapa divisive karya-karyanya.


06. Pep & Rash

Belanda tampaknya memang sarang musisi EDM. Nama baru yang juga wajib mendapar perhatian tahun ini adalah duo Pep & Rash yang berasal dari negara tulip tersebut. Di tahun 2014 yang lalu mereka cukup aktif sudah merilis single yang cukup banyak jumlahnya, meski sebagian besar adalah hasil kolaborasi, seperti ‘Fatality’ bersama Quintino atau ‘Promesses’ yang dikerjakan beramai-ramai bersama Tchami dan Karen Taylor sebagai pengisi vokal. Tapi gongnya jelas adalah single deep house ‘Rumors’ yang dirilis Spinnin’ Record pada bulan Januari tahun ini. Single ini mendapat perhatian yang mencolok dari senior mereka seperti Tiësto, Martin Garrix, Hardwell, atau Nicky Romero yang memainkan gig mereka. Single yang catchy ini memang menjadi tonggak awal bagi Pep & Rash untuk menemui kesuksesan ke depannya.


05. Audien

Audien, atau Nathaniel “Nate” Rathbun, mungkin masih berusia 23 tahun. Tapi DJ asal Amerika ini sudah aktif mulai tahun 2009 yang lalu. Meski begitu ia mulai mencuri perhatian semenjak tahun 2012. Tepatnya saay ia mulai menggeser electronica ke ranah progressive house melalui single ‘These Are The Days’. Selanjutnya karya-karya Audien mulai mendapatkan perhatian lebih, seperti ‘Eventide’ atau ‘Sup’. Meski Audien cukup konsisten merilis single, akan tetapi highlight karirnya mungkin di tahun 2014 yang lalu dan namanya mendapat perhatian dari penikmat musik yang lebih luas melalui single-single seperti ‘Elysium’ rilisan Spinnin’ Records dan terutama ‘Serotonin’ yang merupakan kolaborasinya dengan Matthew Koma. Sudah pasti ia akan hadir dengan lebih mencorong lagi tahun ini.


04. Lane 8

Berbasis di San Fransisco, produser bergenre house, Daniel Goldstein, atau yang lebih beken dengan Lane 8, siap untuk membuai kita dengan single-single deep house-nya yang memabukkan. Namanya berkibar saat The Magician memainkan single debutnya, ‘Don’t Want You back’ di seri ke-23 mixtape miliknya. Single Lane 8 berikutnya, ‘Dusty’ ternyata hadir dengan lebih mencorong lagi dan mendapat dukungan seperti dari DJ dari Inggris, Jody Wisternoff atau Geisha Twins. Sebuah EP yang berisi remix lagu lawas pun dirilisnya dan membuat namanya menjadi sorotan di tengah skena house Califirnia yang tengah berkembang. Dan ini semua diraih Lane 8 hanya dalam waktu 6 bulan dari debutnya. Tidak heran jika mata sekarang terpusat kepadanya dan menunggu gebrakan apa lagi yang akan dilakukannya.


03. Years & Years

Years & Years adalah trio pengusung electronica asal London, Inggris, yang terdiri atas Olly Alexander, Mikey Goldsworthy dan Emre Turkmen. Mungkin kita mengenal mereka karena dinobatkan sebagai BBC Sound of 2015. Tapi band ini sudah ada jauh sebelum itu. Berdiri tahun 2010, mereka merilis single-single menarik seperti ‘I Wish I Knew’ atau ‘Traps’ yang berasal dari EP-EP mereka. Tahun lalu mereka merilis dua EP, “Take Shelter” dan “Real” yang mempertegas musikalitas mereka, yaitu electronica yang dibalut dengan RnB dan tentunya house ala 90-an. Semakin mantap dengan single-single baru mereka seperti ‘Desire’ dan ‘King’ yang catchy dan terdapat dalam EP terbaru mereka, “Y & Y”. Apakah mereka akan menjadi Clean Bandit tahun ini? Kita tunggu saja.


02. Mr. Belt and Wezol

Sebelum Spinnin’ Records “menangkap” mereka, duo Mr. Belt and Wezol sudah mencuru perhatian dengan single break-out mereka, ‘Feels So Good’ di sekitar bulan September tahun 2014 yang lalu. Kemudian mereka bekerjasama dengan Oliver Heldens mengerjakan nomor bercorak dutch house, ‘Pikachu’ yang super catchy. Dan ini disusul dengan salah satu lagu EDM terbaik di awal tahun 2015, ‘Time’ yang mereka rilis. Dengan single yang bergerak antara deep dan tech house ini, jelas terlihat jika Mr. Belt and Wezol siap untuk bersinar, tidak hanya di sepanjang tahun 2015, akan tetapi juga seterusnya di skena EDM.


01. Oliver Heldens

Masih dari negeri Belanda, sambutlah Oliver Heldens, yang dipastikan akan menjadi sosok yang banyak dibacarakan di ranah EDM. Ia mungkin menuai kesuksesan berkat single Gekco (Overdrive) yang sanggup bertengger di posisi #1 tangga lagu Inggris tahun lalu, tapi sebelumnya ia sudah cukup wara-wiri di sepanjang tahun 2013 dengan berbagai singlenya. Kesuksesan Gekco (Overdrive) tentunya memicu perhatian orang-orang kepada Heldens yang tahun ini tepat berusia 20 tahun. Dan Heldens membayar rasa penasaran dengan merilis single-single lain yang tak kalah seru di sepanjang 2014, seperti ‘This’ bersama Sander van Doorn atau ‘Pikachu’ bersama Mr. Belt and Wezol. Jangan lewatkan pula single sukses Heldens berikutnya, ‘Last All Night (Koala)’ yang menampilkan vokal KStewart. Di awal tahun 2015 ia sudah menghadirkan single yang tak kalah menariknya, ‘You Know’ bersam Zeds Dead dan siap edar, ‘Melody’. Pastinya akan ada yang lain lagi dipersembahkan Oliver Heldens, yang tidak hanya memeriahkan tahun 2015, akan tetapi akan semakin menjulangkan namanya.


Worth Mention

Selain nama-nama di atas, jangan lewatkan juga artis-artis EDM lain yang juga siap bersinar di tahun 2015 ini, seperti Taches, TEEMID, Hayden James, Elephante, Young Bombs, Gryffin, Spencer Brown, Lost Kings dan Le Youth. Tentunya masih ada banyak nama lain yang mungkin tidak tergambar di tulisan ini. Untuk itu yang bisa kita lakukan adalah menunggu siapa yang muncul dan bersinar terang dengan karya mereka.

(Haris / CreativeDisc Contributor)

Related posts

Leave a Reply