Medyareyon Takipci Hizmetleri

windows 10 pro kaufen office 2019 pro kaufen office 365 pro kaufen windows 10 home kaufen windows 10 enterprise kaufen office 2019 home and business kaufen office 2016 pro kaufen windows 10 education kaufen visio 2019 kaufen microsoft project 2019 kaufen microsoft project 2016 kaufen visio professional 2016 kaufen windows server 2012 kaufen windows server 2016 kaufen windows server 2019 kaufen Betriebssysteme kaufen office software kaufen windows server kaufen https://softhier.com/ instagram takipçi satın al instagram beğeni satın al instagram görüntüleme satın al instagram otomatik beğeni satın al facebook beğeni satın al facebook sayfa beğenisi satın al facebook takipçi satın al twitter takipçi satın al twitter beğeni satın al twitter retweet satın al youtube izlenme satın al youtube abone satın al https://takipci33.com/

Şişli Esc Kızlar

kadıköy escort ümraniye escort

Trending News

Blog Post

Album of the Day: Kodaline – Coming Up for Air (Deluxe Version)
Album of The Day

Album of the Day: Kodaline – Coming Up for Air (Deluxe Version) 

Released by: Sony Music Entertainment Indonesia

Band rock asal Irlandia, Kodaline, bersinar berkat album debut mereka, “In a Perfect World” (2013). Band yang terdiri atas Steve Garrigan, Vinny May, Jason Boland dan Mark Prendergast ini mengusung rock arena yang menggugah serta mengandalkan lagu-lagu yang kental dengan nuansa emosional sebagai andalan mereka. Meski begitu, mereka termasuk salah satu band baru yang berani mengusung arena-rock, mengingat Coldplay dan Snow Patrol, serta pendatang baru lain, Imagine Dragons dan Bastille, saat ini menjadi nama-nama terkemuka di skena ini. Lantas, apakah mereka masih mengedepankan hal yang sama dalam album kedua mereka, “Coming Up for Air“?

Rasa-rasanya jawabannya adalah “iya”. Mengapa formula sukses tidak diulang kembali? Mungkin demikian fikir Kodaline. Sebagai bukti, bisa disimak dalam ‘Honest’ yang menjadi single pertama. Kodaline is channeling U2 or Coldplay in this song. Mengusung rock berbalut pop yang bergelora dan bersemangat, lagu ini mengandalkan melodi yang manis dan vokal yang tak kalah atraktif dalam menyanyikan melodi manis tadi. Pantas menjadi track pembuka album.

Langsung disusul dengan ‘The One’. Melalui lagu ini Kodaline seolah-olah menegaskan meski mereka adalah sebuah grup arena-rock, tapi mereka memang ingin lebih dikenal dengan lagu-lagu romantis mereka. jelas ‘The One’ ini akan mempertebal kesan tersebut. Melodi manis, lirik merayu, dan string section yang megah, serta vokal yang tak kalah mendayu, pastilah akan memuaskan penggemar lagu-lagu sejenis.

Seolah belum cukup, track ketiga, ‘Autopilot’, kembali menawarkan romansa ala Kodaline, meski rock yang berdeegup menjadi sentra lagunya. Tapi rock dalam konteks lagu ini adalah rock yang cenderung melodramatis, kalau tidak mau disebut “menye-menye”. Rock yang hanya dalam bentuk tampilan luar, sementara isi dan jiwa jelas adalah pop sentimentil.

Meski begitu, “Coming Up for Air” juga masih belum terlepas dari Coldplay syndrome atau diisi oleh banyak nomor-nomor yang sangat mengingatkan akan Coldplay. Sebut saja track-track seperti ‘Unclear’, ‘Lost’, ‘Coming Alive’, ‘Better’ atau ‘Caught in The Middle’, yang mana jika kita ganti vokal Garrigan dengan Chris Martin, maka secara utuh lagu-lagu tersebut menjelma menjadi lagu Coldplay.

Bukan berarti Coldplay, umm, maaf, maksud saya Kodaline, tidak mencoba pendekatan baru dalam album ini. Maka hadirlah lagu seperti ‘Human Again’ yang menandakan upaya Kodaline untuk menyamai Snow Patrol, atau ‘Ready’ yang sepertinya dibuat setelah mendengarkan Bastille. Sedang nuansa pop-rock coba dihadirkan dalam track yang cukup seru seperti ‘Play The Game’.

Bagi yang merindukan balada ala ‘All I Want’, jangan kuatir, karena Kodaline masih menyisakan ruang untuk track seperti ‘Everything Works Out in the End’ atau dua lagu balada minimalis yang menjadi bonus track, ‘War’ dan ‘Moving On’. Lagu-lagu ini dikerjakan dengan baik, serta manis didengar, akan tetapi tidak memiliki sensasi “magic” sebagaimana ‘All I Want’. Terasa seperti komposisi yang terformulasi, ketimbang lagu yang dibangun dengan jiwa yang jujur.

Dan kalimat terakhir tadi mungkin bisa dipakai untuk menggambarkan “Coming Up for Air”. Diisi oleh banyak lagu yang dipastikan akan memanjakan pendengaran, mereka dikerjakan dengan baik dan benar, tapi kurang memiliki orisinalitas. Belum lagi setiap lagu setidaknya terasa sangat formulatis, catchy and listening, tapi terlupa memberi nyawa yang membuat ia terdengar less-pretentious. Nilai positif lain, meski cheesy dan terkadang dangkal, liriknya tidak sampai membuat kita ingin menggaruk-garuk kepala saking manisnya.

Music Video: Honest

 

Official Website

Buy album on iTunes

TRACKLIST
1. “Honest” 3:38
2. “The One” 3:52
3. “Autopilot” 4:18
4. “Human Again” 3:47
5. “Unclear” 4:25
6. “Coming Alive” 4:16
7. “Lost” 3:35
8. “Ready” 3:53
9. “Better” 3:34
10. “Everything Works Out in the End” 3:37
11. “Play The Game” 3:54
12. “Love Will Set You Free” 4:20

Bonus track:
13. “Caught in the Middle” 4:36
14. “War” 3:31
15. “Moving On” 4:25
16. “Honest” (Acoustic) 4:40


OldeuboiHaris
CreativeDisc Contributor
@oldeuboi


Related posts

Leave a Reply

izmir eskortlar bursa eskort bayanlar ankara escort bayanlar Antalya escort bayanlar Eskişehir escort bayan Konya bayan escort escort Kayseri İzmit escort kızlar Alanya escort Kocaeli escort Kuşadası escort Gaziantep escort Malatya escort Diyarbakır escort Denizli escort Samsun escort Adana escort Bodrum escort Dubai escort porno izle seks hikayeleri sex hikayeleri paply.org