Trending News

Blog Post

Classic: Delta Goodrem – Innocent Eyes
Album of The Day

Classic: Delta Goodrem – Innocent Eyes 

Maret 2003 ke Maret 2015, 12 tahun “Innocent Eyes”

 Banyak faktor yang membuat sebuah album terkategori sebagai album yang bagus. Mulai dari lagu-lagunya, aransemen musiknya, kualitas produksinya, hingga faktor yang berasal dari si penyanyi. Nah, segala faktor yang menjamin album bagus tadi digandakan untuk membuat sebuah album terkategori hebat. Ini yang terjadi pada “Innocent Eyes“, album perdana dari penyanyi, aktris, penulis lagu, produser, pianis, dan gitaris Delta Goodrem. Sejak dirilis pada 2003 lalu, album ini menjadi salah satu highest selling album di Australia, dengan tambahan prestasi berupa 5 lagu no.1 berikut 9 piala ARIA Awards.

Pencapaian yang luar biasa ini datang dari persiapan yang luar biasa pula. Setidaknya ada dua kegagalan besar terjadi sebelum “Innocent Eyes” lahir; sebuah album debut “Delta” yang tak kunjung rilis berikut single ‘I Don’t Care’ yang anjlok di pasaran. Ini memaksa Delta dan tim untuk mundur sejenak dan memikirkan strategi yang lebih tokcer. Di saat yang sama, Delta tengah merintis karir sebagai aktris. Dalam opera sabun “Neighbours”, ia memperkenalkan ‘Born to Try’, lagu berbasis piano karya Audius Mtawarira yang dalam waktu singkat menjadi sebuah megahit.

Itu dia, kualitas Delta. Musik yang organik, yang tak cuma memamerkan kemahirannya dalam olah vokal, tapi juga aksinya dalam menekan tuts piano. Hampir satu semester jarak antara single tersebut dengan album ini, karena mereka mengusahakannya dengan sangat teliti dan penuh pertimbangan. Mulai dari para kontributor; karena tidak semua penulis dan produser bisa mengeluarkan yang terbaik dari Delta, pemilihan lagu dari lusinan entry, hingga acuannya kepada piano sebagai unsur yang melekat pada konsep musik di album ini. Berhasil didapatkan 14 lagu, hasil dari kerjasama Delta antara lain dengan Ric Wake, John Fields, Kara DioGuardi, Gary Barlow, Eliot Kennedy, Cathy Dennis, Matthew Gerard, dan lainnya. Di antara 14 tersebut, ada 2 yang Delta buat sendiri; ‘In My Own Time’ dan ‘Will You Fall for Me’, sehingga tinggi kadar personalnya.

Now let’s talk about the hits. ‘Born to Try’ adalah yang terbaik di antara lima single yang dirilis dari album ini. Tak heran ia yang memperoleh titel Single of the Year pada ARIA Music Awards tahun 2003, sekaligus gelar Highest Selling Single, mengalahkan ‘Lost Without You’ dan ‘Innocent Eyes’ yang juga diunggulkan dalam kategori yang sama. Dominasi Delta di industri musik Australia berlangsung dari 2003 hingga 2004 dengan album ini. Keperkasaannya tidak cuma dalam skala pendatang baru, tapi juga bersaing dengan para senior seperti Kylie Minogue ataupun Silverchair.

Di Indonesia, lagu Delta yang paling tersohor adalah ‘Not Me, Not I’. Balada sendu ini sudah dikenal sejak 2003, tapi ketika ada kesempatan untuk membuat playlist yang terdiri dari lagu-lagu galau, ia kerap diikutsertakan. Single pamungkas dari album ini adalah ‘Predictible’ dengan balutan poprock yang lebih kentara. Di antara kelima single yang ada, lagu ini adalah yang paling menggelora semangatnya.

Masih ada tujuh track lagi yang belum sempat disentuh dalam ulasan ini. Memang tak adil jika tidak menyebut mereka, karena satu padunya album ini juga berkat track-track tersebut. ‘Throw It Away’, ‘Running Away’, dan ‘Longer’ merupakan tiga lagu ter-catchy. Lirik di bagian chorus tersemat hook yang membuatnya tak cuma enak didengar tapi juga gampang tersimpan di memori. My personal fave adalah ‘Butterfly’. Lagu inspiratif ini tak pernah padam membakar semangat dalam liriknya yang penuh positivitas.

Dengan keakraban sound piano klasik dalam album, tak sedikit yang menuduh kalau-kalau album ini akan menjadi obat tidur berdosis tinggi. Di beberapa bagian ya. Tidak ada argumen untuk itu. Tapi setidaknya, di balik loyonya musik ‘A Year Ago Today’, masih tersimpan lagu-lagu yang berdrama memuncak seperti ‘This is Not Me’ ataupun ‘My Big Mistake’. Intinya, album ini menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah musik di Australia adalah karena kompleksitas album dan kualitas yang ia punya, bukan sekedar karena diminati yang terlihat dari angka penjualannya yang fantastis.

Music Video: Born to Try

 

Official Website

Buy album on iTunes

TRACKLIST
1. “Born to Try” 4:13
2. “Innocent Eyes” 3:53
3. “Not Me, Not I” 4:25
4. “Throw It Away” 3:52
5. “Lost Without You” 4:10
6. “Predictable” 3:40
7. “Butterfly” 4:00
8. “In My Own Time” 4:06
9. “My Big Mistake” 3:44
10. “This Is Not Me” 4:29
11. “Running Away” 3:21
12. “A Year Ago Today” 4:13
13. “Longer” 3:53
14. “Will You Fall for Me” 3:59


Ai Hasibuan
CreativeDisc Contributor
@hasibuanai11


Related posts

Leave a Reply