Trending News

Blog Post

Album of the Day: Giorgio Moroder – Déjà Vu
Album of The Day

Album of the Day: Giorgio Moroder – Déjà Vu 

Released by: Sony Music Entertainment Indonesia

Coba bayangkan jika Giorgio Moroder terus menjadi penyanyi rock dan tidak berkolaborasi dengan Donna Summer? Mungkin Calvin Harris, Avicii, Swedish House Mafia, Daft Punk tidak akan memainkan musik electro dan Ultra Music Festival tidak akan pernah ada. Giorgio menulis masa depan untuk musik electro lewat kolaborasinya bersama Donna Summer di awal 70’an, lagu seperti “I Feel Love” dibuat dengan menggunakan Moog synthesizer dan menghasilkan sound yang futuristik pada masanya (dan masih relevan sampai sekarang), lagu ini pun menjadi lagu proto-EDM. Setelah “I Feel Love” mencetak hit — para musisi berlomba-lomba memakai synthesizer untuk terdengar modern dan Giorgio terus menghasilkan hits dia yang mencampurkan musik jaman sekarang dan musik masa depan seperti Blondie “Call Me”, Irene Cara “Flash Dance (What A Feeling) dan David Bowie “Cat People”. Tidak hanya membuat lagu untuk orang lain, dia juga membuat komposisi untuk film yang menjadi cult dan menjadi pelopor musik di era 80’s berkat scoring yang ia buat dalam Midnight Express, Flashdance, Electric Dreams dan Scarface.

Setelah mereka dipanggil oleh Daft Punk untuk memberikan testimoninya terhadap musik yang ia buat dan pengaruhnya ke skema musik sekarang, dia memutuskan untuk membuat album kembali setelah terakhir ia membuat album solo pada tahun 1985 yang berjudul “Innovisions” dan diberi titel “Deja Vu”, sebuah kata yang menggambarkan keseluruhan album yang memadukan unsur modern dan unsur klasik dari musik electro.

Hal ini bisa dilihat dalam “Right Here, Right Now” yang mempunyai nada 70’s funk yang diinjeksikan bersamaan dengan vokal Kylie Minogue yang sexy. Foxes diajak berdisko bersama Giorgio dalam “Wildstar” yang meminjam riff gitar funk ala Nile Rodgers yang rapat dan cepat. Giorgio juga memaksa Sia kembali ke era album “We Are Born” dimana kala itu Sia memainkan track yang dancy dan funky dalam “Deja Vu” meskipun vokal gloomy dari Sia di era “1000  Forms of Fear” masih ketara. Satu-satunya kolaborasi Giorgio dengan penyanyi R&B ada di “Back and Forth” yang mencampurkan disco, musik EDM masa kini dengan bantuan vokal Kelis yang samar-samar.

Giorgio tidak terjebak dalam masa lalu karena ada beberapa track yang terdengar modern seperti “Tom’s Diner” yang mencuri beat industrial dan membuat Britney Spears seperti bernyanyi dalam vocoder sehingga menghasilkan suara robotik. “Diamonds” adalah sebuah track yang cocok dengan image Charli XCX, track ini dikemas dalam nuansa electropop yang quirky ala Robyn dengan selipan beat electro-hop era awal.

Tidak seperti album solo Giorgio sebelumnya yang berisi instrumental, dalam Deja Vu Giorgio mengajak banyak kolaborator untuk mengisi vokalnya. Namun tidak semua kolaborator melaksanakan tugasnya dengan baik, “Don’t Let Go” yang mengajak Mikky Ekko terdengar seperti track EDM yang masih mentah dengan harmonisasi Ekko yang kurang pas dengan beat lagu. Vokal androgini Matthew Koma juga kurang pas untuk membawakan “Tempted” sehingga terdengar forced to disco. Kolaborasi dengan Marlene dalam “I Do This For You” membuktikan bahwa trap music tidak sesuai dengan Giorgio.

Lalu bagaimana dengan track instrumental di album ini? Ternyata ketiga track instrumental di Deja Vu adalah highlight di  album ini. Giorgio menggabungkan musik masa kini dengan esensi musik masa lalu yang pernah ia buat  dalam “4 U With Love”. Komposisi ini adalah contoh perpaduan sempurna antara musik EDM masa kini dan musik electro jaman dahulu, cocok dipakai untuk pembuka DJ Set. “74 Is The New 24” membuktikan bahwa betapa jeniusnya Giorgio dalam membuat track instrumental, “74 Is The New 24” merangkum semua sentuhan khas Giorgio dalam satu lagu seperti permainan analog synthesizer yang dia pernah usung dalam “I Feel Love”, permainan musik yang agresif dan menghentak dalam “Chase” dan pastinya gitar ala disco yang menjadi sentuhan yang epik dalam track ini. Giorgio bermain dengan root musik electro yang ia buat dalam “La Disco”.

Giorgio embrace his past and welcoming the future that he created  in the past on his latest solo album “Deja Vu” meskipun usaha dia kali ini tidak sefuturistik karya ia sebelumnya yang mampu membuat orang melongo akan kepiawaiannya dalam membuat synthesizer menjadi hidup dan bukan hanya sekedar tumpukan kabel yang colok pasang. Giorgio telah mencoba untuk membuat track kekinian di album barunya meski tidak 100% berhasil namun jika catchy adalah ukuran bagus atau tidaknya sebuah album maka album ini sudah menunaikan tugasnya dengan baik. “Deja Vu” adalah album electro yang bagus untuk seseorang yang sudah hidup di ¾ abad dan sudah bermusik lebih dari ½ abad, namun alangkah lebih baiknya jika Giorgio melakukan manuver instrumental seperti di album solo ia terdahulu agar generasi sekarang dapat mengetahui kenapa Giorgio bisa dijuluki “The Father of Synthpop” dan “The Godfather of EDM”.

Official Website

TRACKLIST
1. “4 U with Love” 2:36
2. “Déjà Vu” (featuring Sia) 3:20
3. “Diamonds” (featuring Charli XCX) 3:31
4. “Don’t Let Go” (featuring Mikky Ekko) 4:29
5. “Right Here, Right Now” (featuring Kylie Minogue) 3:30
6. “Tempted” (featuring Matthew Koma) 3:21
7. “74 Is the New 24” 4:02
8. “Tom’s Diner” (featuring Britney Spears) 3:32
9. “Wildstar” (featuring Foxes) 3:47
10. “Back and Forth” (featuring Kelis) 3:04
11. “I Do This for You” (featuring Marlene) 3:23
12. “La Disco” 3:33

Luthfi
CreativeDisc Contributor
@luthficantweet

Related posts

Leave a Reply

windows 10 pro kaufen office 2019 pro kaufen office 365 pro kaufen windows 10 home kaufen windows lizenz kaufen instagram follower kaufen tiktok follower kaufen windows 10 pro satın al office 2019 pro satın al office 365 pro satın al windows 10 home satın al windows lisans satın al windows 10 satın al

sexemodel escort escort