Trending News

Blog Post

Album of the Day: Adele – 25
Album of The Day

Album of the Day: Adele – 25 

Released by: Sony Music Entertainment Indonesia

Dengan mega sukses “21” (2011), nama Adele sontak menjadi milik bersama. Ia bukan lagi penyanyi obscure yang album debutnya, “19” (2008) dicintai hanya kalangan tertentu saja. Melalui kekuatan vokalnya Adele membayarkan kerinduan akan penyanyi yang sejatinya bernyanyi. Ia mengajak kita untuk bersedih, tertawa atau marah melalui nyanyian akan lagu-lagunya. Bukan penyanyi penjual sensasi atau sensualitas untuk menarik perhatian. Bagi Adele, vokal dan lagu adalah cukup. Bagi pendengarnya, itu adalah berkah tak terkira.

Mungkin rasanya memang sudah terlalu lama kita menunggu kedatangan kembali Adele. Hingga tak heran saat ‘Hello’ hadir, segera saja disambut dengan meriah, seolah-olah kita haus akan dahaga dan telah lama merindukan air untuk pemuasnya. Seketika power-ballad ini menjadi himne masa kini akan cinta yang telah berlalu.

Padahal jika dicermati dengan baik-baik, lagu tulisan Adele bersama Greg Kurstin ini cenderung melodramatis juga klise. Lagu memelintir emosi dengan sedikit manipulasi, baik dari segi lirik atau notasi, agar terdengar mengharu-biru. Namun disinilah kelebihan vokal Adele. Ia bisa menyampaikan lagu yang sebenarnya “biasa-biasa” saja menjadi “luar biasa”, berkat penjiwaan prima serta teknik bernyanyi yang sulit di tandingi akhir-akhir ini.

Saat “25“, album dimana ‘Hello’ terdapat, hadir menyapa, tentunya disambut dengan tak kalah meriah pula. Hanya saja, euforia ini sebaiknya tak membuat kita gelap mata serta kehilangan objektifitas. Apakah lagu-lagu dalam “25” bisa menyamai kualitas “21” atau “19”?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita mengupas sedikit tentang materi yang terkandung dalam “25” ini.

Perlu waktu cukup lama bagi “25” hadir di tengah kita. Bukan hanya Adele harus menjalani operasi pita suara beberapa tahun lalu menjadi alasan, tapi ia juga ditimpa “kegalauan” akan materi mana saja yang pas masuk dalam albumnya. Adele kabarnya mengalami ketakutan jika ia tidak diterima lagi mengingat terjadinya jeda hiatus panjang.

Dimaklumi jika kemudian Damon Albarn, yang kerjasamanya bersama Adele gagal masuk ke album, menyebut sang diva insecure. Tidak heran jika ‘Alive’, yang ditulis Adele bersama Sia juga urung masuk justru di saat-saat terakhir. Adele seperti bergumul dengan buncahan ide kreatif untuk “25”.

Pergumulan ini pada awalnya terasa. Beberapa materi layaknya sekuel dari “21”. Coba simak saja ‘Remedy’ yang kembali menghadirkan Ryan Tedder sebagai rekan penulis. Bahkan saat menggandeng Bruno Mars dalam ‘All I Ask’, jangan harapkan Adele bernyanyi riang ala uptown funk, namun malah mengingatkan akan ‘Someone Like You Pt.2’.

Di saat lain Adele mencoba untuk keluar dari wilayah amannya, seperti mengundang para produser-super masa kini, Max Martin dan Shellback, untuk membantunya dalam ‘Send My Love (To Your New Lover)’ Alih-alih lagu balada lain, Martin justru menghadirkan Adele dalam sebuah lagu pop ceria ala-ala Taylor Swift dalam versi pop. Hanya saja ini Adele yang kita bicarakan. Pada beberapa bagian lagunya terasa kurang lepas. Bisa lebih bubbly lagi, andai saja imej sophisticated songstress ditanggalkan sebentar.

Mungkin pop mid-tempo yang lebih efektif bisa didapat dalam track ‘Water Under The Bridge’. Kurstin memberi warna pop eklektis cerahnya dengan cukup kuat di track ini, sehingga Adele terdengar tidak terlalu murung sebagaimana biasanya. Pendekatan unik Kurstin lain bisa ditemukan dalam ‘Million Years Ago’ yang mentransformasi Adele menjadi penyanyi folk era 70-an. Seolah-olah telah hidup ratusan tahun lamanya.

Dalam ‘River Lea’, Danger Mouse (Gnarls Barkley) menjadikan Adele sebagai penyanyi gospel mapan, meski tak kehilangan sentuhan blue-eyed soul atau Motown. Sedang Samuel Dixon menghadirkan ‘Love In The Dark’, balada melodramatis lain yang layak berada dalam barisan sekuel album “21”.Ngomong-ngomong “21”, Paul Epworth, kolaborator Adele di album tersebut, kebagian “jatah” hanya di dua track, ‘I Miss You’, serta lagu persembahan Adele bagi sang anak, ‘Sweetest Devotion’. Dua track ini uniknya malah menghindarkan Adele dalam balada berkepanjangan dengan menghadirkan hentakan yang cukup eksplosif dalam segi intensitas.

Lalu ada ‘When We Were Young’. Bisalah disebut sebagai track terbaik dalam “25”. Ditulis bersama Tobias Jesso Jr., yang lagunya ‘How Could You Babe’ (2015) telah mengundang perhatian Adele, ‘When We Were Young’ menghadirkan permainan lirik cerdas serta notasi yang berkelindan antara intensitas dan subtilitas. Menyublim menjadi sebuah balada dengan hembusan sisi emosional kental.

Jadi, apakah secara kualitas “25” bisa menyamai pendahulunya? Oh tentu saja. “25” juga dipastikan pula sebagai kandidat terbaik untuk tahun ini!

Apa yang tersebut di atas adalah yang tertangkap setelah mendengarkan “25” dalam sekali atau dua pendengaran. Namun, setelah didalami secara intensif, kita pun mengerti mengapa Adele bisa menjadi satu di antara yang terbaik saat ini. Adele mampu meniupkan ruh untuk setiap lagu sehingga mereka terdengar begitu hidup dan berjiwa.

Pada akhirnya setiap materi dalam “25” terdengar sangat kuat, berkarakteristik, serta dapat berdiri sendiri. Saat bersama, mereka pun saling membelit dan menjadi pondasi kokoh agar “25” menjadi sebuah album bernas.

Dalam “25” kita akan mendapatkan sebuah album pop yang kaya akan tekstur juga dimensi, meski memiliki materi relatif sederhana. Memang terdengar repetitif. Apalagi jika kita melongok ke belakang. Tapi percayalah, setelah mencerna albumnya, kita bisa merasakan jika antara “19”, “21” dan “25” terdapat alur yang menjadi semacam benang merah sebagai perekat mereka.

Justru akan menjadi timpang jika “25” bergerak terlalu jauh dari apa yang telah dipaparkan Adele sebelumnya. Tentu ada harapan jika Adele mencoba sesuatu berbeda di album berikutnya. Setidaknya Adele sudah menjanjikan demikian, saat juga menyebutkan jika album berikutnya tidak akan memakai tahun usianya sebagai judul.

Semoga saja kita tidak harus menunggu satu abad lamanya untuk bisa mendengarkan album tersebut.

iTunes

Official Website

TRACKLIST
1. “Hello” 4:55
2. “Send My Love (To Your New Lover)” 3:43
3. “I Miss You” 5:49
4. “When We Were Young” 4:51
5. “Remedy” 4:05
6. “Water Under the Bridge” 4:00
7. “River Lea” 3:45
8. “Love in the Dark” 4:46
9. “Million Years Ago” 3:47
10. “All I Ask” 4:32
11. “Sweetest Devotion” 4:12

Haris
CreativeDisc Contributor
@oldeuboi

Related posts

Leave a Reply

windows 10 pro kaufen office 2019 pro kaufen office 365 pro kaufen windows 10 home kaufen windows lizenz kaufen instagram follower kaufen tiktok follower kaufen windows 10 pro satın al office 2019 pro satın al office 365 pro satın al windows 10 home satın al windows lisans satın al windows 10 satın al

sexemodel escort escort