Trending News

Blog Post

Album of the Day: David Bowie – Blackstar
Album of The Day

Album of the Day: David Bowie – Blackstar 

Dunia musik telah kehilangan salah satu insan terhebatnya saat David Bowie meninggalkan dunia untuk selamanya pada tanggal 10 Januari yang lalu. Tapi Bowie masih sempat meninggalkan warisan terakhirnya, sebuah album berjudul “Blackstar“, yang dirilis hanya dua hari sebelum ia berpulang.

Selama 18 bulan terakhir, Bowie memang tengah berjuang melawan penyakit kanker, meski melakukannya dalam senyap, nyaris tanpa sepengetahuan publik. Kebetulan atau tidak, ia tampaknya menyiapkan “Blackstar” sebagai yang terakhir darinya, yang dibuktikan dengan perilisan single dan video epik berdurasi hampir 10 menit untuk ‘Blackstar’, yang juga bertugas untuk membuka album.

‘Blackstar’ seolah menjadi opus yang mendeskripsikan tidak hanya album tapi juga Bowie sebagai karakter. Ia adalah seorang musisi yang tak segan bermain-main dengan genre, bereksperimen dengan tone, memadupadan antara sentuhan artistik dengan cita rasa pop yang lebih komersial. Semua tipologi tadi tercantum dalam ‘Blackstar’ yang bergerak dalam tempo sedang dan cepat, layaknya tempo sebuah film. Sinematis. Dramatis.

Album “Blackstar” hanya berisi 7 buah lagu saja. Tapi Bowie memanfaatkan kuantitas demi kualitas. Tujuh buah lagu yang memamerkan kekuatan seorang David Bowie, sang legenda yang selera dan cita rasa bermusiknya sudah tidak usah diragukan.

Tentunya adalah naif jika mengharapkan Bowie menghadirkan lagu-lagu yang akan gampang dicerna. Tapi ada adalah salah juga jika mengira lagu-lagu dalam “Blackstar” tidak mudah didengar. Sebuah kontradiksi yang disajikan dengan luwes oleh Bowie.

Maka hadirlah lagu sejenis ”Tis a Pity She Was a Whore’ yang mengembalikan kenangan akan kejayaan Bowie di era lawas dalam bangunan fusi rock-jazz, atau ‘I Can’t Give Everything Away’, sebuah nomor dance yang kembali memfusikan art-pop, rock-alternatif, dan jazz.

‘Girl Loves Me’ membenturkan antara post-punk dengan art-pop dan rock eksperimental, sedang jazz pop ‘Sue (Or in a Season of Crime)’ merupakan nomor (relatif) lama yang diambil dari album kompilasi “Nothing Has Changed” (2014), yang tentunya memiliki alasan jelas kenapa Bowie merasa perlu untuk menyertakan lagu ini dalam “Blackstar”. Vokal Bowie melembut dan subtil saat menyanyikan lagu ‘Dollar Days’, membuai dan memabukkan.

Meski begitu highlight album mungkin terdapat dalam track ‘Lazarus’. Dengan meminjam nama sosok yang dibangkitkan kembali oleh Jesus setelah kematiannya, seolah menjadi metafora akan seorang David Bowie itu sendiri. Lagu moody ini seolah menegaskan jika seorang David Bowie sejatinya tidak pernah mati secara utuh. Ia selalu punya cara untuk hidup kembali. Jika dalam sepanjang karirnya ia selalu menemukan cara untuk “menghidupkan kembali” karakteristiknya sebagai musisi, maka dalam ‘Lazarus’ seolah memberi penegasan jika David Bowie mungkin tiada secara fisik, tapi ia akan senantiasa hadir dalam setiap relung dan sendi skena musik dunia.

“Blackstar” adalah sebuah album penutupan dan juga perpisahan yang sempurna. Ia mungkin tidak merangkai perjalanan karir Bowie selama kurang lebih 5 dekade, namun ia merupakan memento yang secara definitif menghadirkan roh Bowie. Seorang seniman besar yang tak lekang oleh zaman dan tak akan tergantikan oleh siapapun.

Selamat tinggal maestro. Terimakasih untuk album yang indah ini.

Official Website

TRACKLIST
1. “Blackstar” 9:57
2. “‘Tis a Pity She Was a Whore” 4:52
3. “Lazarus” 6:22
4. “Sue (Or in a Season of Crime)” 4:40
5. “Girl Loves Me” 4:51
6. “Dollar Days” 4:44
7. “I Can’t Give Everything Away” 5:47

Related posts

Leave a Reply