Trending News

Blog Post

Queen + Adam Lambert Live In Singapore: The Concert Of My Life
Concerts Review

Queen + Adam Lambert Live In Singapore: The Concert Of My Life 

Tulisan ini sepertinya akan sedikit lebih panjang dari tulisan-tulisan saya terdahulu dalam menulis Concert Review dari konser-konser yang saya tonton. Kenapa? Alasan pertama adalah karena konser ini merupakan salah satu konser terbaik yang pernah saya tonton. Alasan kedua karena Queen adalah band yang membuat saya jatuh cinta pertama kali dengan musik khususnya Rock. Ya, sejak duduk di bangku SMP saya saya dicekoki oleh sepupu saya dengan musik Queen dan band-band rock lainnya seperti Iron Maiden, KISS, Def Leppard,serta.Whitesnake,

“Gue masih gak percaya, akhirnya gue menyaksikan Konser Queen di depan mata gue, bukan lewat DVD lagi..!!”, tadi gue sampai menangis waktu sing along dengan Brian May menyanyikan “Love Of My Life” diiringi gitar akustik-nya, dan disudahi dengan Freddie yang tampil di big screen menyanyikan bait terakhir..”, tutur teman saya Ully yang menyaksikan konser itu disebelah saya. Binar di wajahnya menggambarkan betapa gembira-nya dia. “Gue merinding menyaksikannya”, tambahnya.

Apa yang dituturkan Ully itu hampir sama dengan apa yang saya alami Saya merinding bercampur haru menyaksikan mereka ada di depan mata saya. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya, akhirnya menyaksikan konser Queen dan sing along bersama Queen dan lebih dari 55 ribu penonton malam itu, dan sebagai bonusnya saya juga memotret aksi panggung mereka. What a night to remember!

qal_01

QUEEN, saya yakin cuma sedikit pecinta musik (rock pada khususnya) yang tidak kenal dengan mereka. Queen adalah band legendaris yang yang memulai perjalanannya dari tahun 1970. Mereka telah menelurkan ratusan hits yang tidak lekang oleh waktu dan zaman. Lagu-lagu mereka sampai saat ini tetap enak untuk didengar, menyebutkan beberapa diantaranya ; “Bohemian Rhapsody”, “Love of My Life”, “Radio Gaga”, “Under Pressure”, “Too Much will Kill you”, “Tie Your Mother Down”, “We will Rock You”, “Fat Bottom Girl”, “We are the Champion”, “The Show must Go On” dan banyak lagi yang lainnya. Terlalu banyak untuk disebutkan sebagai prolog dalam tulisan ini. Queen adalah Brian Harold May, Roger Taylor, Jon Deacon dan Freddie Mercury. Mereka kemudian menjadi inspirasi bagi band-band yang lahir setelahnya. Pada tahun 1991 Dunia seakan terguncang mendengar kabar sang vokalis flamboyan Freddie akhirnya meninggal dunia karena virus HIV AIDS yang dideritanya. Album “Made in Heaven” (1995) tercatat sebagai album ke-15 sekaligus album studio terakhir kuartet genius asal London, Inggris ini. Album itu berisikan material dimana Freddie masih mengisi vocal. Setelah kematian Freddie Mercury, Brian May dan Roger Taylor serta Jon Deacon bekerja keras mengisi instrument untuk vocal dan piano yang Freddie rekam sebelum kematiannya. Album ini dirilis tahun 1995 dan lansung memuncaki Album Chart di UK pada tahun itu dan mendulang sukses di seluruh dunia. Tercatat album ini terjual  5 juta kopi di eropa saja, serta 7.5 juta di seluruh dunia.

Semenjak kematian Freddie, Queen tidak pernah merekrut Vokalis tetap untuk menggantikan Freddie di dalam group sebab Brian, Roger, Jon dan semua orang pasti tahu, sosok Freddie Mercury tidak akan pernah tergantikan di dalam Queen oleh siapapun. Tidak akan pernah ada yang menyamai kharisma Freddie Mercury. Freddie is the show maker. Queen juga ditinggalkan oleh Bassist Jon Deacon pada tahun 1997 yang memutuskan untuk pensiun/berhenti dan menjauh dari industri musik. Bersama Roger Taylor, Brian May kemudian tetap mengibarkan bendera Queen, dengan bantuan additional musisi dan vokalis tamu. Untuk vokalis, ada 2 orang yang tercatat sebagai vokalis additional dalam rentang waktu yang lama yaitu Paul Rodger (2004-2009) dan Adam Lambert (2011 s/d Sekarang). Dengan kedua vokalis ini Queen kembali melakukan Tour Dunia.

Dan hari itu, Sabtu pagi, 17 September 2016, Saya berangkat ke Singapura untuk menyaksikan Queen + Adam Lambert. Konser ini adalah juga sebagai bagian dari perhelatan Grand Prix Formula 1 Singapura. Konser berlangsung di The Padang, lapangan luas yang terletak di jantung kota Singapura, tidak jauh dari Esplanade dan The City Hall yang merupakan icon kota Singapura. Saya sudah berjanji dengan teman-teman saya yang sudah berada disana dari tanggal 16 September. Pukul 14:00 saya sudah sampai di City Hall dan menunggu teman-teman disana. Saya dan beberapa teman dari Jakarta sengaja datang paling awal supaya mendapat tempat terbaik untuk menonton Queen + Adam Lambert. Yup, akhirnya kami ikut menjadi rombongan FTTB (First To The Barrier), duduk manis di depan Barrier dari jam 3 sore!!, sementara Queen + Adam Lambert sendiri baru akan main jam 10:30 PM setelah babak kualifikasi Grand Prix Formula 1 selesai. Cukup lama ya menunggu? Tapi itu tidak menjadi soal bagi kami. saya pernah juga melakukan hal yang sama ketika menonton Bon Jovi tahun lalu di event yang sama (Singapore Grand Prix Formula 1). Apa salahnya menunggu beberapa jam untuk mendapatkan view terbaik, Bukankah menunggu bertahun-tahun untuk konser ini lebih lama..?

Semakin sore, area Fan Zone semakin ramai dengan penonton, mereka datang dari berbagai rentang umur ; remaja dan dewasa, laki-laki dan perempuan. Tidak jauh dari kami juga ada banyak penonton yang telah berumur di atas 60-tahun. Saya sempat mengobrol dengan salah seorang ibu-ibu (nenek-nenek) asal Singapura. Saya takjub sekali, Dia mengaku berumur 75 tahun tapi dia keliatan lebih muda beberapa tahun dari umurnya.  Dari wajahnya keliatan dia excited sekali. Dia mengatakan sangat menantikan konser Queen + Adam Lambert ini, “This is my first time to watch Queen”, katanya. First time to watch Queen. Saya juga mengatakan kepadanya, ini juga kali pertama saya menonton Queen. Ya itu memang benar lah adanya, karena Queen baru kali ini melakukan tour sampai ke Asia Tenggara sejak mereka mulai ada di tahun 1970. Banyaknya remaja belasan tahun di area fan zone hari itu menurut saya adalah karena Adam Lambert sebagai vokalis Queen dan karena Bastille, band asal Inggris juga yang lagi ngetop di kalangan remaja. Bastille dijadwalkan sebagai Opening Act tampil pada pukul 8:00 PM.

Bastille tampil tepat waktu, selama satu jam mereka menghentak dengan lagu-lagu andalan mereka. Supaya Concert Review ini tidak semakin panjang, Review mengenai Bastille lebih baik ditulis di bagian terpisah dari Concert Review Queen + Adam Lambert ini, Okay?

Setelah menyaksikan Bastille, penonton semakin padat saja. Kami tidak bisa lagi untuk duduk di rumput. Selama 1,5 jam sampai pukul 10:30 kami mulai berdiri berdesak-desakan untuk konser yang dinanti-nantikan, Untungnya kami berada di row pertama dari barrier, jadi lebih sedikit lega. Crew Queen + Adam Lambert segera melakukan persiapan di atas stage setelah Bastille menuntaskan performance-nya.

Seperti biasa, selama dalam persiapan, tirai besar dengan logo Queen menutupi panggung megah ini. Yup, panggung yang digunakan di Padang Stage ini besar dan sangat megah, dengan Catwalk Stage di depannya sepanjang 20 meter. Panggung ini dilengkapi dengan layar LED raksasa berbentuk lingkaran dengan lampu-lampu di sekelilingnya sebagai backdrop serta 2 layar LED dikiri dan kanan panggung. Panggung seperti ini memang standard-nya Queen di setiap konsernya.

Tepat Pukul 10:20 PM, Lampu-lampu yang menerangi penonton kemudian dipadamkan tanda konser akan segera dimulai. Sekitar 5-10 menit terdengarlah intro. Suasana menjadi riuh ketika penonton menyaksikan layar LED di kanan dan kiri panggung, disana terlihat suasana backstage, Brian May, Roger Taylor, Adam Lambert dan musisi-musisi lainnya sedang berjalan menuju panggung.

qal_02

Beberapa saat kemudian terdengar intro lagu pembuka “Seven Seas of Rhye” bersaman dengan dinyalakannya lampu-lampu dan diangkatnya tirai yang menutupi panggung. The Wait is over!!. Adam Lambert yang menjadi salah satu pusat perhatian tampil dengan dandanan serba hitam, atasannya seperti jas tapi tanpa lengan dengan panjang sepaha, kedua lengannya penuh dengan tatto. Adam mengenakan sunglasses hitam serta dilapisi lagi didepannya dengan Safety Glass hitam seperti yang pakai welder pada umumnya. Brian May dengan gitar Red Special-nya juga mengenakan kemeja lengan panjang warna hitam bermotif renda serta trouser hitam, rambut panjangnya yang ikal itu terlihat sudah memutih. Sementara di belakang drum, Roger Taylor juga mengenakan kostum serba hitam. Setelah “Seven Seas Of Rhye”, Queen langsung memainkan “Hammer To Fall”, serta “Stone Cold Crazy” yang bertempo cepat. Adam telah melepas pelindung sunglasses-nya bernyanyi mengitari panggung dengan style-nya yang khas.

Pada lagu berikutnya, Brian memulainya dengan sedikit solo gitar, dan disambut dengan koor serentak ; “Oh You’re gonna take me home tonite.., Oh down beside the red fire light, Oh You’re gonna let it all hang out, Fat bottom girl you make the rock n roll go round..”. Yup, “Fat Bottom Girl” yang diambil dari Album “Bicycle Race” (1978) membahana, ribuan orang tanpa dikomando ikut bernyanyi bersama dengan Adam Lambert dengan gayanya yang mulai genit. Selanjutnya pada lagu “Don’t Stop Me Now”, Adam telah berganti kostum, sekarang dia mengenakan Singlet hitam dengan motif renda, dipadu dengan celana panjang longgar dan sepatu Hak tinggi (high-heels). Gerak tubuhnya semakin genit, keliatan Dia menjiwai lagu yang dibawakannya, “I’m a rocket ship on my way to Mars On a collision course, I am a satellite I’m out of control, I’m a sex machine ready to reload, Like an atom bomb ready to oh oh oh explode”. Di lagu berikutnya, “Killer Queen”, Adam semakin menjadi-jadi, ketika intro lagu ini dimulai Dia berlenggak lenggok dengan gemulai di panggung catwalk, dan kemudian duduk sambil menyilangkan kaki di kursi yang menyerupai singgasana yang diletakkan di panggung catwalk bagian depan, tangan kiri memegang mic dan tangan satunya memegang kipas, gaya nya sungguh genit, mengipas-ngipas sambil mengedip-ngedipkan mata.  Saya jadi sedikit eneg melhatnya. Sebenarnya lagu “Killer Queen” ini tergolong susah untuk dibawakan oleh seorang vokalis. Tapi, malam itu Adam membawakannya dengan smooth. Thumbs up for him!!

Selesai membawakan “Killer Queen”, Adam Lambert sedikit berinteraksi dengan penonton, “Singapore, Are you having fun?, At first, I wanna thank you to you, and also I wanna thank you to Brian May and Roger Taylor, It’s soooo amazing to stand up here singing with the Rock n Roll Legends, I can feel it. I thank you for all the legacy and honor they’re giving me”. Penonton memberikan applause-nya dengan bertepuk tangan. Sesaat kemudian Adam melanjutkan speech-nya, “What about Freddy? What about Freddie, Do you love Freddy Mercury?”. Penonton pun menjawab, “Yeaahhh”. Adam Lambert langsung menyambung jawaban itu, “I love him too, I really do.., I’m a fan just like you are. Tonight I got one favor, Can you do me one favor ? Can we celebrate Freddie and Queen together?“. Penonton kembali berteriak. “Yeahhh”, sambil meneriakkan yell-yell nama sang vokalis ; “Freddie..Freddie..Freddie..”

Adam masih melanjutkan, “In the spirit of Freddie, It’s All about love Singapore!. Who is in love tonite? Now I want to be a little bit honest with you Singapore, I don’t have love in my life. It’s very sad. It’s really hard you know. So, Singapore, can you do me one more favor tonight? Can you find me somebody to love??”. Dan kemudian mengalunlah intro keyboard lagu “Somebody To Love”. Adam menyanyikan lagu ini dengan sangat baik diiringi sing along dari penonton.

qal_03

Memasuki segment berikutnya, Brian May maju ke bagian depan Catwalk stage. Dia duduk dan mengucapkan beberapa kata dalam Bahasa Mandarin, “Xie-Xie”, “Ni hao Ma”, “Singapore..!!, in my whole carrier, this is my first time ever playing in Singapore, and It’s amazing.., Amazing…!”. Sesaat kemudian salah seorang Crew menyerahkan sebuah Stick dengan Double Action Camera di ujungnya. “Do you know what it is?. This is stereoscopic Selfie Stick.., You know, It’s my ambition to have a wonderfull picture of myself. And the more important thing is I want to have a wonderful picture of me with everyone here”, ucapnya. Penonton berteriak senang. Dan kemudian, Brian berkeliling melakukan selfie dengan penonton. What a wonderful view of him with the crowd..!!

Berikutnya, Gitaris jenius yang telah berumur 69 Tahun ini kembali duduk, kali ini dengan sebuah gitar akustik. Saya sudah menduga sebelumnya, Dia pasti akan menyanyikan “Love Of My Life”. Ya, benar saja, tak lama kemudian mengalunlah intro lagu klasik tersebut dengan iringan vokal dari ribuan penonton, Saya ikut bernyanyi dan merinding saat itu. Bagian yang paling mengharukan adalah ketika potongan video Freddie Mercury ditampilkan di LED menyanyikan bait terakhir dari lagu tersebut. “Hurry Back.. Hurry Back.., Don’t take it away from me, because You don’t know what It means to me.., Love of My Life.. Love Of Life…, oohh yeahhh..”. Potongan video ini berakhir dengan scene dimana Freddie dengan gesture mengucapkan Terima Kasih dan melambaikan tangan ke arah penonton, dibalas oleh lambaian tangan juga oleh Brian. Sangat mengharukan.

qal_04

Selanjutnya, Queen membawakan “A Kind of Magic” dari album self-titled “A Kind Of Magic” (1986). Roger Taylor menyanyikan lagu ini dengan baik, sedangkan drum dipegang oleh anaknya, Rufus Tiger Taylor, yang juga dikenal sebagai Drummer dari Band Darkness (*Dalam Tour Queen + Adam Lambert kali ini, Rufus Taylor ikut jadi musisi additional sebagai second drummer dan perkusi). Usai lagu ini, dilanjut dengan Drum Battle antara Roger Taylor dan anaknya Rufus Taylor. Sang Bapak menggunakan drum set yang diletakkan di depan Catwalk Stage, sedang sang anak dengan drum set yang berada di panggung belakang. Usai Drum Battle, Segment ini ditutup dengan nomor klasik lainnya ; “Under Pressure” dimana Adam Lambert bernyanyi bersama Roger, disusul dengan lagu berirama Rock n Roll “Crazy Little Thing Called Love”. Adam, Roger, Brian dan Bassist Neil Fairclough memainkan dua lagu itu di Catwalk Stage.

Di segment selanjutnya, kejutan-kejutan lainnya masih berlanjut. Queen memainkan nomor klasik; “Another One Bites is Dust” yang membuat penonton ikut bergoyang dan bernyanyi bersama. Menyusul kemudian lagu ballad “I Want It All” dari album “Miracle” (1989). Dalam segment ini yang menjadi highlight saya adalah saat Brian May melakukan solo gitar. Dia berdiri di atas platform hydrolic yang diposisikan berada ditengah-tengah LED yang berbentuk lingkaran dengan lampu-lampu dan laser disekelilingnya. View yang tercipta sangat indah. Brian May membawakan komposisi “Last Horizon” dengan backdrop planet bumi (globe). Pada scene ini Saya juga sempat mengabadikannya dengan video. Setelah ini Adam kembali menjadi Limelight, Dia berturut-turut membawakan The greatest hits of Queen, “Who Wants To Live Forever”, “Show Must Go On”, serta tembang keras “Tie Your Mother Down”. Di lagu “Tie Your Mother Down”, Rufus bermain kembali sebagai drummer utama.

qal_05

Tidak sampai disini saja, nomor berikutnya adalah lagu sejuta umat “I want To Break Free”, yang kembali menciptakan koor berjamaah dari crowd. Selanjutnya adalah lagu yang paling populer dari Queen, lagu yang saat dirilis tahun 1976 menduduki puncak Single Chart List selama 6 minggu di UK dan beberapa negara lainnya, terjual lebih dari 1 juta kopi sampai akhir 1976, pada akhirnya lagu ini menjadi “UK’s Third-best-selling single of all time” (3 Besar dalam penjualan dalam sejarah penjualan single di Inggris sampai saat ini), dan juga bertengger di list Best-Selling Single of All time. Yes, lagu itu tidak lain dan tidak bukan adalah “Bohemian Rhapsody” (dari Album “A Night at The Opera), yang ditulis oleh mendiang Freddie Mercury, lagu Progressive Rock dengan tingkat kesulitan tinggi yang memadukan Ballad, Hard Rock dan Opera ditambah lagi dengan choir yang  sangat rapi. Bahkan lagu ini dianggap pengamat musik sebagai lagu yang paling hebat yang pernah diciptakan. Adam Lambert menyanyikan nomor ini secara duet dengan mendiang Freddie (yang ditampilkan di layar LED), Adam mendapat bagian verse pertama, sedangkan verse kedua diisi oleh suara Freddie yang yang direkam ketika Queen live pada saat dia masih hidup. Sedangkan untuk choir tetap memakai choir yang ada di lagu/Video Clip aslinya. Video itu tersebut juga ikut ditayangkan di LED, plus settingan lampu-lampu yang mendukung lagu tersebut. Setelah itu Adam kembali mengambil alih vokal pada bagian reffrain, sedangkan pada bagian Outro “..Nothing really mattters, anyone can see, Nothing really matters to me..”, Freddie dan Adam menyanyikannya bersama-sama. Sebagai akhir dari segment ini Queen + Adam Lambert membawakan “Radio Gaga” dari album “The Works (1984). Saya jadi ingat DVD “Tribute To Freddie Mercury” waktu di stadion wembley yang saya tonton, semua penonton bertepuk tangan serentak mengikuti irama lagu ketika menyanyikan “All We hear is Radio Gaga, All We hear is Radio Googoo..”, persis seperti itu lah yang saya saksikan di Singapura. Sebelum lagu ini berakhir Adam turun ke depan barrier. Sambil bernyanyi Dia menyalami penonton bagian depan. Mereka histeris dan saling berebut menyentuh tangan Adam. Usai membawakan lagu ini lampu-lampu dipadamkan, dan Queen + Adam Lambert menghilang ke belakang panggung.

Konser telah selesai?, So Pasti belum. Konser Queen tidak akan berakhir sebelum lagu “We are The Champion” dibawakan. Setelah menuggu beberapa menit, penonton kembali berteriak histeris ketika Queen + Adam Lambert kembali ke atas stage, dan menyanyikan encore untuk 2 lagu pamungkas, “We Will Rock You” dan “We Are The Champion”. Brian May berganti kostum dengan memakai kaos putih dengan tulisan FLASH, sedangkan Adam Lambert mengenakan Mahkota (Crown) keemasan serta atasan seperti Jacket kulit tanpa lengan berwarna hitam, bawahan celana hitam gantung serta sepatu boot hitam. Penonton kembali ikut ber-sing along pada 2 lagu klasik ini. Kemeriahan Konser ini berakhir dengan hujan Confetti pada akhir lagu “We are The Champion” serta teriakan histeris semua penonton. Queen + Adam Lambert serta musisi pendukung akhirnya mengucapkan salam perpisahan, tidak lupa untuk take a bow ke arah penonton.

qal_06

By The Way, Saya sebelumnya tidak pernah menyaksikan Queen + Adam Lambert secara full concert di youtube atau DVD. Pernah menonton, tapi cuma 1 atau 2 lagu saja. Yang pertama alasanya karena saya bukanlah fans Adam Lambert. Saya dulu pernah menonton Adam ketika pertama kali bermain dengan Queen di American Idol tahun 2009 (Disini Adam Lambert akhirnya keluar sebagai Runner Up).  Saya juga pernah menonton Queen + Paul Rodgers konser The Return Of Champion lewat DVD. Saya mempunyai pendapat pribadi Paul Rodgers kurang cocok untuk membawakan lagu-lagu Queen, walaupun sebenarnya Dia adalah penyanyi hebat. Tapi apa yang saya lihat malam itu,  Saya takjub sekali, sebuah konser yang hebat. Dan Saya angkat topi untuk Adam Lambert dalam menyanyikan lagu-lagu Queen. Tugasnya untuk mengisi vokal Freddie Mercury merupakan satu pekerjaan yang berat.  Tapi malam itu Adam mampu menguasai keadaan, vocal range-nya juara dan Dia bernyanyi dengan Style-nya sendiri tanpa harus meniru cara bernyanyi mendiang Freddie.

Kita semua tau, Freddie tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun, tapi malam itu saya sangat puas menyaksikan konser Queen dengan Adam Lambert sebagai vokalis.  Cita-cita saya untuk menyaksikan Queen akhirnya kesampaian juga, after a long long time waiting. Alhamdulillah.

SET LIST QUEEN + ADAM LAMBERT LIVE IN SINGAPORE 2016

  1. SEVEN SEAS OF RHYE
  2. HAMMER TO FALL
  3. STONE COLD CRAZY
  4. FAT BOTTOM GIRL
  5. DON’T STOP ME NOW
  6. KILLER QUEEN
  7. SOMEBODY TO LOVE
  8. LOVE OF MY LIFE
  9. IT’S A KIND OF MAGIC
  10. DRUM BATTLE
  11. UNDER PRESSURE
  12. ANOTHER ONE BITES IS DUST
  13. I WANT IT ALL
  14. GUITAR SOLO
  15. WHO WANTS TO LIVE FOREVER
  16. SHOW MUST GO ON
  17. TIE YOUR MOTHER DOWN
  18. I WANT TO BREAK FREE
  19. BOHEMIAN RHAPSODY
  20. RADIO GAGA

ENCORE :

  1. WE WILL ROCK YOU
  2. WE ARE THE CHAMPION

PHOTO & TEXT BY : BUDI SUSANTO

Related posts

Leave a Reply