Trending News

Blog Post

Album of the Day: Craig David – Following My Intuition (Deluxe Edition)
Album of The Day

Album of the Day: Craig David – Following My Intuition (Deluxe Edition) 

Released by: Sony Music Entertainment Indonesia

Di awal 2000-an, nama Craig David mengemuka sebagai salah satu ikon musik pop dari Inggris. “Born to Do It” (2000), album debutnya, sukses mengantarkan dirinya ke jajaran terkemuka. Selang belasan tahun kemudian, David tetap konsisten dengan musiknya. Hanya saja sulit dinafikan jika imejnya tidak secemerlang di awal-awal dan kemudian berkembang menjadi salah satu penyanyi yang cenderung marginal, jika tidak mau disebut washed-out atau has been.

Pada beberapa waktu, Craig David pun seolah hanya sebuah karakter, sebagaimana yang diparodikan dalam acara komedi “Bo’ Selecta!”. Oleh karena itu tentu tidak mengherankan jika ia merasa perlu untuk mengformat ulang dirinya. Jejak langkahnya untuk itu bisa ditemui dalam serangkaian aksinya selama kurang lebih setahun terakhir. Berbagai kolaborasi dengan musisi lain dihantarkan, sehingga secara perlahan tapi pasti nama David pun mengemuka dengan sudut pandang baru, yang kemudian mengantarkan pada perilisan album keenamnya, “Following My Intuition“, susulan “Signed Sealed Delivered” yang dirilis di tahun 2010.

Jeda 6 tahun tampaknya memang diperlukan David jika ingin memperkenalkan kembali dirinya. Apalagi bisa dikatakan upaya ini cukup berhasil. Sebagaimana yang mungkin bisa ditarik kesimpulan dari track ’16’, di mana David melakukan freestyling lagu hitnya, ‘Fill Me In’ dengan memanfaatkan ‘Where Are Ü No’ milik Jack Ü dan Justin Bieber sebagai latar. Craig David yang sekarang adalah perpaduan antara dirinya yang lama dengan pendekatan baru atau kekinian.

“Following My Intuition” menghadirkan berbagai kolaborasi dengan musisi EDM kenamaan, seperti Sigala, Blonde, bahkan Hardwell. ‘Nothing Like This’, kerjasama David bersama Blonde tentunya berbasis house, sebagaimana usungan Blonde, namun tak melupakan musikalitas RnB milik David dan begitu juga ‘Ain’t Giving Up’ bersama Sigala. Sedang Hardwell, yang biasanya membawakan progressive atau electro house, justru mengajak David untuk membantunya menghadirkan irama UK garage.

Album memang masih memiliki lagu seperti ‘GOT IT GOOD’, yang merupakan hasil kerjasama David bersama KAYTRANADA dengan usungan RnB kental dan sedikit eksperimental menjadi komposisinya. Namun secara umum RnB tawaran David adalah track-track ringan dan pop, contohlah seperti ‘Change My Love’ atau ‘Couldn’t Be Mine’ atau balada ‘All We Needed’. Oh ya, iya juga tak lupa menyertakan pop-RnB manis seperti ‘What If’ yang tentunya berupaya mengembalikan kenangan kepada ‘Walking Away’. Sayang ‘Who Am I’ yang merupakan proyek keroyokan bersama Katy B dan Major Lazer tidak disertakan, karena pastilah menambah warna album.

Bagaimanapun RnB dan UK garage adalah genre yang membesarkan David, sehingga tidak heran jika album masih mengedepankan lagu-lagu sejenis. Namun “Following My Intuition” juga tak membantah jika David juga tengah memeluk erat skena EDM, sehingga sebagian besar materi dalam album adalah sangat club-ready, terlepas pendekatan yang dipilih untuk membungkusnya.

Oleh karenanya maka David pun mengeksplorasi mereka dengan cukup ekstensif, termasuk tentu saja menghadirkan UK garage dengan maksimal seperti yang bisa disimak dalam ‘When The Bassline Drops’ atau ‘One More Time’ di mana suasana party akan terdengar meriah bersama iringan lagu-lagu ini. Sebagai tambahan ada drum & bass pula yang dihadirkan dalam track ‘Don’t Go’.

Sedang untuk track-track yang disisipkan sebagai bonus untuk edisi deluxe David menghadirkan sisi EDM dengan lebih kental lagi. Selain ‘Nol Holding Back’ yang merupakan hasil kolaborasi bersama Hardwell, maka sisi ini juga menampilkan ‘Here With Me’ di mana UK garage menguarkan pop secara lebih kuat dan ‘Warm It Up’ yang merupakan upaya David tampil kekinian dengan menghadirkan irama fusi dancehall-tropical yang saat ini tengah nge-trend.

Lepaskan track-track yang terdengar kekinian, maka “Following My Intuition” bisa dengan pas hadir sebagai album yang dirilis pasca “Born To Do It” di era 2000-an dulu. Bukan sebuah masalah besar memang, karena ini pilihan David dan track-track tersebut dikerjakan dengan baik. Kalau disebut “Following My Intuition” sebagai semacam versi upgrade, maka mungkin itu adalah pengumpamaan yang cukup pas.

Lagipula “Following My Intuition” cukup sukses dalam “memperkenalkan kembali” seorang Craig David. Terlepas pilihan materi yang tak terlalu orisinal, namun dengan cukup tepat guna menghadirkan dirinya sebagai penyanyi dengan pilihan musik yang cukup khas dan pastinya sangat kental dengan ciri khasnya. Jika di film ada trend reboot, maka ” “Following My Intuition” bisa dikatakan seperti itu juga. Hanya saja semoga “sekuelnya” bisa lebih baik, dibandingkan mengulang formula kembali.

iTunes

iTunes

Official Website

TRACKLIST
1. “Ain’t Giving Up” (with Sigala) 2:37
2. “When the Bassline Drops” (with Big Narstie) 3:05
3. “Don’t Go” 3:27
4. “16” 3:48
5. “Couldn’t Be Mine” 3:01
6. “One More Time” 3:14
7. “Change My Love” 3:24
8. “Nothing Like This” (with Blonde) 3:02
9. “Got It Good” (featuring Kaytranada) 3:48
10. “All We Needed” 3:37
11. “Louder Than Words” 4:05
12. “What If” 3:39
13. “Like a Fan” 5:07
14. “Better with You” 3:13

DELUXE EDITION
15. “No Holding Back” (with Hardwell) 2:44
16. “Here with Me” 3:12
17. “Warm It Up” 3:11
18. “Sink or Swim” 3:17

Related posts

Leave a Reply

windows 10 pro kaufen office 2019 pro kaufen office 365 pro kaufen windows 10 home kaufen windows lizenz kaufen instagram follower kaufen tiktok follower kaufen windows 10 pro satın al office 2019 pro satın al office 365 pro satın al windows 10 home satın al windows lisans satın al windows 10 satın al

sexemodel escort escort