Medyareyon Takipci Hizmetleri

windows 10 pro kaufen office 2019 pro kaufen office 365 pro kaufen windows 10 home kaufen windows 10 enterprise kaufen office 2019 home and business kaufen office 2016 pro kaufen windows 10 education kaufen visio 2019 kaufen microsoft project 2019 kaufen microsoft project 2016 kaufen visio professional 2016 kaufen windows server 2012 kaufen windows server 2016 kaufen windows server 2019 kaufen Betriebssysteme kaufen office software kaufen windows server kaufen https://softhier.com/ instagram takipçi satın al instagram beğeni satın al instagram görüntüleme satın al instagram otomatik beğeni satın al facebook beğeni satın al facebook sayfa beğenisi satın al facebook takipçi satın al twitter takipçi satın al twitter beğeni satın al twitter retweet satın al youtube izlenme satın al youtube abone satın al https://takipci33.com/

Şişli Esc Kızlar

kadıköy escort ümraniye escort

Trending News

Blog Post

Album of the Day: Fergie – Double Dutchess
Album of The Day

Album of the Day: Fergie – Double Dutchess 

BMG

Bermula sebagai bagian dari kumpulan sukses Black Eyed Peas, Fergie kemudian mencoba untuk bersolo karir melalui debutnya, “The Dutchess” (2006), yang ternyata sukses besar dan mampu mendominasi skena pop di dekade lalu. Vokal kuat Fergie bukan hanya senjata utama, namun ia juga menunjukkan versatilitas prima dengan menghadirkan rangkaian lagu yang meski cukup beragam tapi dieksekusi dengan baik. Sehingga tidak heran jika lagu-lagunya memiliki tempat tersendiri (yang cukup fenomenal) di penikmat musik pop.

Karena satu dan lain hal, susulan Fergie untuk album tersebut terus tertunda. Hingga akhirnya 11 tahun kemudian hadirlah album sophomore-nya, “Double Dutchess“. Bermateri 13 lagu, album masih menampilkan vokal Fergie yang prima dan tentunya versatilitas pilihan musikalitasnya.

Hanya saja ada banyak yang terjadi dalam 10 tahun terakhir. Begitu banyak perubahan yang terjadi, sehingga tidak heran jika kontekstual “Double Dutchess” pun kemudian dipertanyakan. Dalam track pembuka, ‘Hungry’, Fergie seolah memberi pernyataan jika ia masih “lapar” dan “ambisius”. Hanya saja, Fergie terlupa untuk memasukkan “kekinian” dalam formula album.

Tidak hanya album terlambat 10 tahun, upaya Fergie untuk memasukkan pengaruh musik masa sekarang tidak begitu sukses, sehingga album tetap terdengar seperti produk dekade lalu. Mengingatkan akan Gwen Stefani yang juga terlambat beberapa tahun saat merilis album “This Is What the Truth Feels Like” di tahun 2016 lalu. Momentumnya telah lewat.

Jika Stefani masih bisa memberikan pembeda antara karya mutakhirnya tersebut dengan album-album sebelumnya, maka Fergie bisa dikatakan belum bisa keluar dari wilayah amannya. Mendengarkan ‘L.A. Love (La La)’ seperti mendengarkan variasi daru mega hit-nya, ‘London Bridge’. Paling kentara adalah dengan memasukkan paduan aksen Inggris yang disengaja buruk bersama Jamaika dan Prancis.

Sementara itu ‘Save It Till Morning’ diniatkan menjadi tandem bagi balada akustik Fergie, ‘Big Girls Don’t Cry (Personal)’. Dan kalau mencari-cari lagu yang membangkitkan kembali ‘Fergalicious’, bisa disimak dalam track bouncy ‘Like It Ain’t Nuttin’ atau ‘You Already Know’ yang menyaluran semangat hip-hop old-skool, meski sayangnya tidak seefektif hit lawas Fergie tadi.

Agar album terasa kekinian, Fergie dengan sengaja mengundang Nicki Minaj (tentunya) dalam ‘You Already Know’. House dan hop-hop oldskool yang disajikan Fergie di dalam lagu terdengar “fun”. Minaj pun terdengar “fun”. Tapi lagu tidak terdengar stand-out. Dan apa artinya album masa kini tanpa bantuan tangan dingin DJ? Maka hadirlah Alesso yang memproduksi track ‘Tension’ yang mengingatkan ‘Sweet Dreams (Are Made Of This)’, hit klasik milik Eurythmics.

Ingin tropical house? Tenang ada ‘Enchanté (Carine)’ yang dibawakan Fergie bersama Axl Jack yang seru untuk disimak, meski lebih pas terdengar seperti lagu Kygo dengan Fergie sebagai bintang tamu, yang anehnya tidak ada Kygo sama sekali terlibat di dalamnya. Pop yang lebih konvensional bisa didapat melalui track seperti ‘A Little Work’, sebuah balada anthemik, atau balada slow-rock dalam ‘Love Is Pain’.

Jadi, meski secara umum hip-hop terasa mendominasi “Double Dutchess”, namun secara formula album memang masih mengusung gaya yang sama dengan “The Dutchess”. Tidak masalah sebenarnya, karena dalam 56 menit durasinya, album tidak pernah terasa membosankan. Setiap lagu menarik untuk disimak. Vokal Fergie masih menawan seperti biasanya. Masalahnya, tidak hanya lagu-lagu dalam album cenderung terdengar “tertinggal oleh zaman”, tapi juga tidak ada yang terlalu mencorong atau stand-out sehingga membuat album menjadi lebih berkesan atau segar.

Sayang sebenarnya, karena jika saja Fergie merilis album ini beberapa tahun lalu, bisa jadi ia mendapatkan tempat di hati penikmat musik pop. Hanya saja di tengah dinamika musik pop masa kini yang riuh, “Double Dutchess” terdengar seperti sebuah nostalgia yang datang terlalu cepat dan sebuah “sekuel” yang dirilis terlalu lama.

Official Website

Tokopedia

TRACKLIST

1. “Hungry” (featuring Rick Ross) 3:23
2. “Like It Ain’t Nuttin'” 3:45
3. “You Already Know” (featuring Nicki Minaj) 6:28
4. “Just Like You” 3:52
5. “A Little Work” 4:05
6. “Life Goes On” 4:26
7. “M.I.L.F. $” 2:42
8. “Save It Til Morning” 4:09
9. “Enchanté (Carine)” (featuring Axl Jack) 4:27
10. “Tension” 3:23
11. “L.A. Love (La La)” (featuring YG) 3:31
12. “Love Is Blind” 5:34
13. “Love Is Pain” 7:09

Related posts

Leave a Reply

izmir eskortlar bursa eskort bayanlar ankara escort bayanlar Antalya escort bayanlar Eskişehir escort bayan Konya bayan escort escort Kayseri İzmit escort kızlar Alanya escort Kocaeli escort Kuşadası escort Gaziantep escort Malatya escort Diyarbakır escort Denizli escort Samsun escort Adana escort Bodrum escort Dubai escort porno izle seks hikayeleri sex hikayeleri paply.org