Quantcast

JUDAS PRIEST – FIREPOWER WORLD TOUR 2018 in JAKARTA : METAL GODS Masih Tetap Beringas

By - 5 months ago in Concerts Review

Kerinduan yang dipendam sedemikian lama oleh penggemar JUDAS PRIEST di Indonesia, akhirnya di bayar tunai melalui sebuah konser yang (saya yakin) tidak akan terlupakan oleh ribuan pasang mata yang datang langsung menyaksikan band yang dijuluki “Metal Gods” ini menghajar panggung di Allianz Ecopark Ancol selama 1 Jam 40 Menit. Konser Judas Priest ini merupakan dalam rangka Tour Dunia dari album teranyar mereka Firepower (2018), yang dimulai dari 13 Maret 2018 di Luzerne County, Pennsyllvania. Jakarta dipilih sebagai kota penutup untuk Tour di tahun ini sebelum mereka kembali pulang ke Inggris untuk libur Natal dan Tahun Baru. Konser di Jakarta ini tercatat sebagai konser ke-104 dari gelaran Firepower World Tour 2018. Tahun depan Judas Priest kembali akan melanjutkan Tour sebagai bagian dari Ozzy Osbourne – No More Tour Leg 2 di akhir January sampai Maret 2019. dilanjutkan dengan Tour ke Australia dan Selandia Baru pada bulan yang sama, dimana di Australia mereka menjadi headliner untuk DOWNLOAD Festival di Melbourne dan Sydney.

Kedatangan band pelopor Heavy Metal asal Birmingham ini ke Indonesia untuk pertama kalinya ini tidak lain adalah atas usaha yang gigih dari Promotor Rajawali Indonesia Communication dengan CEO Anas Syahrul Alimi.

Sore itu Jumat 7 Desember 2018, penonton Judas Priest yang sebagian besar adalah Old School Heavy Metal Maniacs era 80an dan 90an telah mulai mendatangi venue yang terletak di dalam kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Di samping Jakarta, tentu saja banyak dari mereka yang juga datang dari luar kota juga seperti Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, Malang dan lain-lain. Tidak sedikit juga wajah-wajah bule terlihat di kerumunan. Di sebelah saya menunggu itu malah ada suami-istri yang berasal dari Manila, Filipina, yang datang langsung ke Jakarta hanya untuk Judas Priest karena Manila tidak dikunjungi Judas Priest dalam Tour ini.

Tepat pukul 8:00 malam, setelah intro lagu Civil War (Guns N’ Roses) dan War Pigs (Black Sabbath), Diiringi teriakan riuh penonton, 5 punggawa Judas Priest menaiki panggung yakni Richie Faulkner (lead gitar), Rob Halford (Vocal), Scott Travis (Drums), Ian Hill (Bass) dan Andy Sneap (Gitar) yang menggantikan peran Glen Tipton. Glen Tipton adalah salah satu personil senior Judas Priest yang divonis Dokter menderita penyakit Parkinson sejak Februari lalu. Walupun demikian Dia sendiri tetap ikut dalam Tour ini dan biasanya akan perform di 3 lagu terakhir (encore).

Tanpa basa basi Judas Priest langsung menghentak panggung dengan “Firepower”, single pertama dari album Firepower yang ternyata sudah cukup akrab ditelinga penonton. Kemudian dilanjut dengan “Running Wild” dan “Grinder”. Tiga lagu tersebut ternyata sudah cukup membuat suasana crowd memanas. Mereka tak henti-hentinya untuk merespon dengan sing along, headbang atau merekam apa yang terjadi di atas panggung dengan Telepon Genggam mereka. Hal yang terakhir tentu saja adalah hal yang menjadi kebiasaan penonton semenjak Telepon Genggam dengan kamera mewabah.

Tidak ada jeda, Judas Priest melanjutkan dengan “The Ripper”, sebuah nomor klasik dari album “Sad Wings Of Destiny” (1976), Rob Halford telah berganti kostum dengan jacket kulit hitam dengan tulisan HEAVY METAL di punggungnya. “Lightning Strike” dari album terbaru menyusul setelahnya. Berturut-turut kemudian “Desert Plains” dari album “Point of Entry” (1981) dan “No Surrender” dari album Firepower juga ikut digelontorkan. Crowd terlihat makin beringas, pada lagu “Turbo Lover”, mereka kembali sing along, headbang dan malah ada yang sampai crowd surfing segala. Sebuah pemandangan yang tadinya saya pikir tidak akan ada di konser ini. Ternyata saya salah besar.

Konser memasuki peak-nya ketika Judas Priest membawakan lagu-lagu klasik lainnya yang menjadi 4 lagu terakhir sebelum Encore, yakni “Freewheel Burning” (Defender Of The Faith, 1984), disusul oleh “You’ve got another thing Coming” (Album Screaming for Vengeance, 1982) yang membuat penonton bergoyang.

Seperti di setiap konsernya, Rob Halford tidak lupa untuk menunggangi Harley Davidson keatas panggung. Suara Harley Davidson yang bergemuruh membuat crowd bersorak-sorai, vokalis berkepala plontos ini mengenakan jacket kulit dan topi tak ubahnya seorang rider dari gang motor The Black Angels. Tak lama kemudian terdengarlah intro lagu yang sangat akrab di telinga. Yup, “Hell Bent For Leather” berkumandang dengan megahnya, “Hell Bent Hell Bent For Leather..Hell Bent Hell Bent For Leather” penonton mengikuti teriakan Metal God yang telah berusia 67 tahun ini.

Scott Travis, sang penabuh drum mengambil mic yang ada di drum nya ketika Rob ke belakang panggung. Dengan lantang dia bercerita ; “My Friends asked me, The last show that you’re going to do in 2018, Where are you going do it? I thought..Mmmh, Where’s the kickass place on the planet? And then we chosed you Jakarta. Thank You. Thank You for having us. Now You’ve got one more song from 1990, What do you want to hear??”, !! Sejurus kemudian penonton menjawab.., “PAINKILLER”, Scott bertanya sekali lagi, “one more time Jakarta, I can’t hear your shit”, WHAT..? Penonton kembali menjawab, “PAINKILLER”. Scott pun menggebuk drum-nya memulai intro lagu legendaris ini.

Terus terang lagu ini adalah ajang pembuktian saya terhadap kemampuan vokal Rob Halford yang sangat dihormati oleh semua band-band Metal. Saya berdiri diam dan mengabadikan satu lagu berirama cepat ini, menyaksikan Rob duduk bernyanyi di atas Harley Davidson mengumbar nada-nada tinggi dan teriakan-teriakan yang mengundang decak kagum. Saya tertegun dan amazed menyaksikannya, ternyata umur yg kian bertambah tidak terlalu mempengaruhi kemampuan vokalnya. Dia masih sanggup menyanyikan “Painkiller” hampir sama persis seperti apa yang pernah dia lakukan di dalam album Painkiller (1990).

Disamping itu, kemampuan Richie Faulkner, Shredder kelahiran 1980 yang masuk menggantikan K.K Downing di tahun 2011 ini juga sangat baik sekali. Dengan Gitar Ephiphone & Gibson Flying-V nya semua lagu-lagu klasik termasuk Painkiller yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi berhasil dieksekusi dengan sempurna olehnya. Scott Travis juga demikian, gebukan drummer yang pernah bergabung dengan RacerX dan Thin Lizzy ini masih tetap rapi dan bertenaga. He never missed a beat..!!

Selepas lagu ini, semua personil menghilang ke belakang panggung diiringi dengan lighting panggung yang Blackout. Crowd tidak sabar langsung berteriak “We want More..We want more..”. Tentu saja Judas Priest akan kembali ke panggung menuntaskan konser ini.

Tidak ada dalam hitungan 5 menit, Judas Priest kembali ke panggung, Tapi kali ini dengan satu tambahan personil yaitu Glen Tipton. Dia mendapat applause meriah dari crowd begitu dia memulai intro lagu “Metal Gods” dengan Gitar Hammer-nya. Gitaris yang bergabung dengan Judas Priest pada tahun 1974 ini patut diacungi jempol. Walaupun sedang berjuang dengan penyakit Parkinson yang diderita, Dia tetap ingin ambil bagian dalam Tour dan berjumpa dengan semua Metal Maniacs di setiap negara yang ada dalam rangkaian Tour kali ini.

Judas Priest akhirnya melepas 2 lagu pamungkas yang sangat akrab di telinga sebagai lagu penutup yaitu “Breaking The Law” dan “Living After Midnight”. Penonton seakan-akan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan terakhir ini. Mereka kembali merespon dengan sing along bersama Rob Halford.

Bersamaan dengan berakhirnya lagu “Living After Midnight”, Rob mengucapkan terima kasih kepada Metal Maniacs Indonesia yang sudah datang malam itu. Di LED belakang panggung terpampang tulisan besar ; THE PRIEST WILL BE BACK. Semua personil berbaris sejajar untuk memberi penghormatan kepada penonton. Semoga nanti JUDAS PRIEST kembali lagi ke Jakarta. Amin.

Setlist Judas Priest Jakarta, 7 Desember 2018:
Firepower
Running Wild
Grinder
Sinner
The Ripper
Lightning Strike
Desert Plains
No Surrender
Turbo Lover
The Green Manalishi (Fleetwood Mac cover)
Night Comes Down
Rising From Ruins
Freewheel Burning
You’ve Got Another Thing Comin’
Hell Bent for Leather
Painkiller
Encore (with Glen Tipton):
Metal Gods
Breaking the Law
Living After Midnight

Terima Kasih kepada Promotor Rajawali Indonesia Communication

TEXT & PHOTO oleh : BUDI SUSANTO (@mrbudisusanto)

Photographer, Live Music, Metalheads, Soup Addict.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Concerts Review | March 30, 2019 By

Ruel Akui Sing-Along Penonton Jakarta Yang Paling Heboh

Concerts Review | March 29, 2019 By

Jelang Bubar, Boyzone Hadirkan Konser Nostalgia 25 Tahun di Jakarta

Concerts Review | March 17, 2019 By

Serunya Joseph Vincent Bernyanyi Lagu Indonesia di Konser Solonya