PHOTO: SULINDA SUMARDI
CREATIVEDISC.COM – BALI – Djakarta Warehouse Project 2025 kembali digelar di Bali. Dua tahun lalu sempat diadakan di Pulau Dewata, dan tahun ini, Bali kembali jadi tuan rumah. Apakah ini sekadar kebetulan, atau memang ada “pertanda” tertentu? Itu mungkin jadi obrolan lain. Yang jelas, hari pertama DWP tahun ini menyisakan beberapa catatan menarik.
Dari pantauan langsung di lokasi, DWP terasa tidak “seramai” dulu, bukan dari sisi jumlah penonton, tapi dari atmosfer visualnya. Pernak-pernik festival yang biasanya penuh gimmick dan dekorasi terasa lebih minimal. Booth makanan pun didominasi tenant-tenant baru. Ditambah lagi, area GWK dengan kontur jalan yang naik-turun dan berbatu terasa kurang bersahabat karena minimnya penerangan. Bukan deal breaker, tapi cukup terasa untuk festival berskala besar.
Namun soal lineup, DWP masih punya kartu as. Tahun ini, mereka kembali mencoba menggabungkan elemen hip hop, setelah melihat respons yang cukup menjanjikan di edisi sebelumnya. Dan percobaan ini terbukti! Liquid Silva dan Mukarakat yang tampil di 360 Stage sukses menarik pengunjung datang lebih awal. Meski begitu, pertanyaan klasik pun muncul: “Eh, 360? Mana panggung 360-nya?”
*ehem* Jadi gini… Secara konsep, penonton memang bisa mengelilingi DJ. Tapi pada praktiknya, akses penuh ini hanya berlaku untuk penonton area VVIP. Hal tersebut terlihat jelas saat Hugel tampil di Main Stage, di mana penonton VVIP bisa menikmati set dari sisi belakang DJ untuk experience yang lebih eksklusif.

PHOTO: SULINDA SUMARDI
Ngomongin Hugel, DJ yang belakangan cukup mendominasi playlist mainstream ini sukses mencuri perhatian. Tampil on time pukul 21.40 WITA, Hugel membawakan track-track andalannya, termasuk ‘Adore You’. Meski beberapa kali hujan gerimis sempat turun, semangat party people tidak luntur.
DWP 2025 juga menghadirkan Drone Show yang jadi pembeda visual tahun ini. Di sisi lain, NEON Jungle Stage tak kalah “berisik” berkat penampilan ODD Mob. DJ house electronic ini sukses memberi warna pada panggung tersebut. Meski begitu, perhatian penonton terpecah karena di waktu yang hampir bersamaan, Steve Angello tampil di Main Stage dengan set dansa-dansi yang menghentak.
Puncak malam jelas ada pada Calvin Harris. Ia tampil tanpa “saingan” dari panggung lain—tidak ada DJ lain yang bermain di slot tersebut. Hasilnya, hampir semua penonton berbondong-bondong menuju Garuda Land. Tampil tepat pukul 01.30 WITA, Calvin langsung membuka set dengan ‘Sweet Nothing’, dan bikin karaoke massal.
Namun di titik ini, ada rasa yang sedikit berbeda. Mungkin karena statusnya sebagai headliner utama, area panggung terasa lebih steril, tidak ada penonton VVIP yang bisa “nyelinep” ke belakang. Visual panggung pun terasa agak datar. Lagu-lagu seperti ‘Outside’, ‘You’ve Got The Love’, ‘Giant’, hingga ‘This Is What You Came For’ terdengar meriah, tapi minim efek tambahan seperti kembang api atau permainan lampu yang biasanya membuat momen terasa lebih “hidup”. Bisa jadi, karena hampir semua orang hafal lagunya, fokus penonton lebih ke karaoke massal ketimbang larut dalam experience visual.

PHOTO: SULINDA SUMARDI
Meski begitu, Calvin Harris tetap memberikan apa yang diharapkan. Hampir semua hits-nya dibawakan: ‘I Need Your Love’, ‘Blame’, ‘Feel So Close’, ‘Summer’, ‘Say My Name’. Semakin larut, set-nya pun bergeser ke nuansa yang lebih techno lewat ‘Desire’ dan ‘Ocean’. Namun, seiring malam berjalan, terlihat cukup banyak penonton mulai meninggalkan area GWK—entah karena sudah puas, lelah, atau ingin menghindari macet saat keluar venue.
Hari pertama DWP 2025 ditutup dengan perasaan campur aduk: lineup solid, momen-momen kuat, tapi juga beberapa detail yang terasa kurang maksimal. Kita lihat, apakah hari kedua akan memberikan cerita yang berbeda.