Quantcast

9 Konser Penuh Cinta dalam 1 Malam

By - 3 months ago in Concerts Review

Bulan Februari menjadi bulan yang diramaikan dengan ‘ornamen’ penuh cinta. Berbagai event dengan embel-embel ‘cinta’ pun bertebaran disana sini. Tak mau ketinggalan, Berlian Entertainment, Hype Festival & Panorama Live menggelar sebuah pertunjukkan penuh cinta bertajuk “LOVE FEST Vol. 3 – LOVE is LIVE”.

Dengan 3 stage berbeda; Love, Hope dan Passion Stage, konser yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 8 Februari ini menghadirkan 9 band papan atas Indonesia, yaitu Gigi, Kerispatih, Element, Maliq & D’Essentials, Yovie & aNuno, Project Pop, Padi Reborn, Nidji dan Pure Saturday. Konser kali ini menjadi ajang nostalgia bagi para penikmat musik dari band-band yang sudah malang melintang di industri musik Indonesia sejak tahun 90an. Tidak hanya membekas bagi para penonton saja, namun konser tersebut juga menjadi ajang reunian bagi seluruh penampil malam itu.

Gigi didapuk menjadi performer pembuka. Diberi judul Gigi “All Stars”, band yang menginjak usia 25 tahun ini mengajak mantan personilnya, Baron (gitar) dan Ronald (drum) untuk tampil membawakan ‘Kuingin’. Di sela-sela penampilannya, Armand Maulana menyelipkan cerita mengenai bongkar-pasang personil Gigi dari awal terbentuk hingga formasi terakhirnya. Beberapa hits seperti ‘Terbang’, ‘Andai’, ‘Nakal’ hingga 11 Januari’ dimainkan untuk menghibur pecinta musik yang hadir untuk menyaksikan kolaborasi apik tersebut.

Panggung Love Stage dibuka oleh penampilan Kerispatih dengan kolaborasi istimewanya. Fandy (vokal), Arief (gitar) dan Anton (drum) ditemani oleh Sammy Simorangkir, sang mantan vokalis, serta mantan keyboardist-nya, Badai, yang disambut dengan meraih oleh penonton. Membuka dengan lagu ‘Aku Harus Jujur’ dan ‘Kesalahan Yang Sama’ berturut-turut, Sammy membawa penonton kembali ke tahun-tahun terakhir sebelum ia hengkang dari band yang membesarkan namanya tersebut.

Setelah melantunkan ‘Tapi Bukan Aku’, Sammy berganti posisi vokal dengan Fandy, vokalis Kerispatih saat ini. Fandy pun melantunkan ‘Bila Rasaku Ini Rasamu’ dan ‘Demi Cinta’ berturut-turut. Konser nostalgia kali ini pun tak lengkap tanpa tribute untuk bassist Kerispatih yang telah berpulang mendahului rekan-rekan sejawatnya tahun 2018 lalu, yaitu Andika. Lagu ‘Mengenangmu’ dimainkan sementara slide show foto-foto kenangan Andika diputar di layar. Fandi dan Sammy berkolaborasi melantunkan tribute yang emosional malam itu.

Grup band yang terkenal dengan ‘Pergilah Adinda’, yaitu Element, menjadi pengisi pertama di panggung Passion Stage. Dengan lagu-lagu nostalgia yang mengena di kuping dan hati penonton, band yang beranggotakan 6 personil tersebut berhasil membawa suasana romantis dengan penampilan mereka yang masih memukau. Ajang reunian ini diisi dengan kejutan-kejutan menarik. Di paruh penampilannya, Didi Riyadi yang merupakan drummer band tersebut, tiba-tiba menuju ke depan panggung untuk beralih ke vokal. Tak lama kemudian, muncullah Raffi Ahmad menggantikan posisi Didi di drum. Sontak, penonton pun melayangkan tepuk tangan sekencang-kencangnya. Lagu ‘Cinta Sejati’ pun dimainkan dengan format tersebut. Hingga di tengah lagu, Raffi Ahmad pun berkelakar untuk mengundang istrinya, Nagita Slavina, yang juga hadir malam itu. Benar saja, Nagita pun muncul dan ikut menyanyikan ‘Cinta Sejati’ bersama seluruh personil Element. Penampilan Element malam itu sangat berkesan dengan performa yang apik dari para personilnya.

Tepat pukul 9 malam, Maliq & D’Essentials tampil di panggung Hope Stage. Kali ini, band soul jazz tersebut kedatangan mantan anggota mereka yang keluar pada 2009 lalu, yaitu Satrio (gitaris). Berbekal personil lengkap (meski kurang lengkap tanpa Dimi, mantan vokalis), Angga dkk tampil prima membawa lagu-lagu hits mereka terdahulu hingga yang terbaru. Penonton dihibur dengan tembang seperti ‘Terdiam’, ‘Dia’, ‘Kangen’, ‘Untitled’, hingga ‘Himalaya’ dan ‘Setapak Sriwedari’. Keseluruhan penampilan Maliq & D’Essentials sangat enerjik dan mampu membawa groove bagi penonton, hanya saja sedikit masalah teknis pada sound system yang mengalir ke penonton agak mengganggu dalam menikmati beberapa penampilan mereka.

Beralih ke panggung Love Stage, Yovie & Nuno menjadi penampil selanjutnya setelah Kerispatih. Seperti diketahui, penampilannya di Love Fest kali ini merupakan yang terakhir bagi Yovie Widianto bergabung bersama Yovie & Nuno. Namun, ia tidak serta merta meninggalkan band yang digawanginya tersebut. Ia hanya mundur dari depan layar dan beralih fokus menjadi music director untuk band tersebut. Posisinya sebagai keyboardist nantinya akan digantikan oleh Ady Julian. Dan malam itu menjadi ajang perkenalan pertama personil baru tersebut. Dengan menampilkan segudang hits seperti ‘Sakit Hati’, ‘Indah Kuingat Dirimu’, ‘Manusia Biasa’, hingga ‘Sejuta Cinta’ dan ‘Saling Memiliki’, penampilan Yovie & Nuno sangat apik sarat kenangan.

Malam itu, grup yang telah beberapa kali merombak personilnya tersebut tak mau tanggung-tanggung dalam sajian mereka. Yovie memboyong seluruh mantan personil yang pernah bergabung di band yang dibentuknya sejak tahun 2001 tersebut. Mulai dari Dudi Oris (vokalis pertama Yovie & Nuno), Gail (yang vokalnya bisa didengar di lagu Lebih Dekat Denganmu, Nanti (Juwita)), hingga Yuke Sampurna (yang lebih dikenal sebagai bassist Dewa 19). Di beberapa penampilan, Yovie bereksperimen dengan memadukan vokal dari Dudi, Gail, Dikta dan Windura secara bergantian. Usai memainkan ‘Janji Suci’, Yovie menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya pada seluruh personil Yovie & Nuno yang telah mendukungnya selama ini, sekaligus berharap para penggemar Yovie & Nuno untuk turut mendukung Ady Julian yang menggantikan posisinya tersebut.

Bagi yang kangen dengan Project Pop, grup musik jenaka tersebut menyuguhkan penampilan yang enerjik, lucu sekaligus membahagiakan dan berkesan mendalam. Bisa dibayangkan bagaimana serunya aksi kocak mereka ditambah dekorasi panggung dan kostum warna-warni yang di sepanjang penampilan mereka membawakan hits, seperti ‘Cape Deh’, ‘Bohong’ hingga ’70an’.

Bertajuk “5 Bodies, 6 Souls”, mengisyaratkan bahwa grup yang beranggotakan Tika, Udjo, Yosi, Gugum dan Odie tersebut tak melupakan mantan anggota mereka yang telah berpulang mendahului rekan-rekan bandnya, yaitu Oon. Lagu ‘Bau Bau Bau’ ditampilkan dengan menggunakan vokal Oon yang asli, sekaligus video kenangan mereka bersama Oon yang ditampilkan di layar. Perasaan haru pun terasa menyelimuti ruangan, di tengah-tengah penampilan mereka yang tetap menghadirkan keceriaan melalui aksi-aksi lucu para personilnya.

Rangkaian keceriaan serta penampilan penuh kelakar pun dilanjutkan dengan dibawakannya ‘Goyang Duyu’, ‘Selfie’, ‘Coconut’, ‘Dangdut is the Music of My Country’ dan ‘Bukan Superstar’, yang tentunya mengajak penonton untuk bergoyang sambil bernyanyi bersama.
Lagu ‘Ingatlah Hari Ini’ ditampilkan di penghujung konser, menjadi penutup yang pas terhadap rangkaian penampilan yang patut dikenang tersebut.

Tampil di Love Fest 3, grup band Padi Reborn menggelar set penampilan mereka dengan format akustik. Penampilan unplugged tersebut merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh para personil Padi. Membuka dengan ‘Mahadewi’, Padi pun diiringi string orchestra arahan Denny Chasmala, yang sekaligus bertindak sebagai music director mereka malam itu. Vokal Fadly yang khas membius penonton dengan memukau. Hits mereka pun ditampilkan dengan apik, seperti ‘Ternyata Cinta’ dan ‘Bayangkanlah’. Penampilan band yang terbentuk sejak 1996 tersebut sangat dinanti-nanti para penontonnya, meskipun ada cacat dari segi sound (sama seperti yang dialami Maliq & D’Essentials sebelumnya) di beberapa bagian, terutama pada sound gitar yang dimainkan Piyu.

Nidji dan Pure Saturday menjadi dua band penutup yang tampil di penghujung Love Fest 3. Penampilan Nidji merupakan yang paling ditunggu, mengingat konser kali ini adalah yang terakhir untuk Giring sebagai vokalisnya. Giring bersama Nidji membuka penampilan mereka malam itu dengan ‘Mr. Brightside’, sebuah lagu yang dipopulerkan oleh band The Killers. Berturut-turut mereka menampilkan beberapa hitsnya, seperti ‘Hapus Aku’, ‘Child’ dan ‘Kau dan Aku’. Momen penuh emosi terjadi saat Giring mengucapkan kata perpisahan dengan band nya dan penonton, sebelum akhirnya Ubay, vokalis baru Nidji, naik ke panggung dan melanjutkan penampilan mereka dengan membawakan ‘Manusia Sempurna’. Beberapa hits yang juga dibawakan adalah ‘Sudah’, ‘Bila Aku Jatuh Cinta’, ‘Di Atas Awan’, hingga ‘Disco Lazy Time’.

Pure Saturday termasuk band yang menghadirkan banyak kejutan di Love Fest 3. Membawakan 10 lagu dari 4 album yang telah dirilis, Pure Saturday menjadi penutup yang pas di rangkaian konser band-band besar tersebut. Kejutan yang pertama tentunya yang paling ditunggu sejak awal, yaitu kehadiran Suar Nasution, yang merupakan vokalis pertama dari band yang sudah aktif sejak tahun 1994 tersebut. Vokal Suar terasa nostaljik dengan dibawakannya hits seperti ‘Coklat’, ‘Pagi’, hingga ‘Di Bangkutaman’. Kejutan berikutnya merupakan kehadiran Rian D’Masiv yang datang sebagai penonton, yang kemudian dipanggil naik ke atas panggung untuk membawakan lagu ‘Kosong’. Dan yang terakhir, Pure Saturday merupakan band yang memberikan hadiah bagi para penggemar fanatiknya berupa encore sebanyak dua buah lagu, yaitu ‘Alma Matters’ milik Morissey dan ‘Friday I’m In Love’ karya The Cure. Sebuah konser yang penuh spontanitas serta kehangatan yang dibalut kemeriahan dari aksi panggun mereka yang prima.

Photo by Budi Susanto

Life. Music. Love. Fashion. A mixture of saint & stallion.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Concert News Music News | May 11, 2019 By

Greyson Chance Siap Gelar Konser “Portraits: Live in Indonesia” di bulan Juli

Music News | May 1, 2019 By

Berikut Ini Hal Yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Nonton Konser Ed Sheeran Jakarta

Artist Interviews | April 30, 2019 By

Exclusive Interview with Jesse Ruben: ‘This Is Why I Need You’ Paling Banyak Didengar di Jakarta