Java Jazz Festival 2025 – 20th Anniversary Day 2: Penuh Warna, Penuh Nostalgia, dan Penuh Kejutan

Oleh: dundhee - 03 Jun 2025

Photo: Sulinda Sumardi
CREATIVEDISC.COM – JAKARTA-
Nostalgia total bisa dijadikan tema untuk penyelenggaraan Java Jazz Festival 2025 di hari kedua. Penampil-penampil yang ada di hari kedua festival yang tahun ini merayakan 20 tahun keberadaan mereka sebagian besar seolah mengajak penonton bernostalgia. Mulai dari penampilan Kris Dayanti, Shakatak, hingga Tunde – sosok legendaris di balik Lighthouse Family, semuanya membawakan lagu-lagu hits mereka.
attachment

Photo: Budi Susanto (Tunde Baiyewu)
Tidak cukup sampai disitu saja, ada pula panggung special yang memang dikhususkan untuk para musisi mengeksplorasi musik-musik jaman dulu dengan nuansa baru atau bahkan menambahkan nuansa jazz di dalamnya. Sebut saja panggung special Sony Music Presents: That 2000s Show yang menghadirkan rooster terbaru Sony Music Entertainment Indonesia seperti Cecil Yang, Sisca Saras, Farrel Hilal, hingga Eltasya. Mereka membawakan lagu-lagu hits tahun 2000an dengan nuansa yang diperbaharui seperti lagu dari Tangga ‘Hebat’, ‘Teman Tapi Mesra’ dari Ratu, ‘Mendua’ dari Astrid, sampai lagu ‘Semua Jadi Satu’ dari 3 Diva.

Kesan Nostalgia Total ini juga terasa di salah satu panggung besar Java Jazz Festival 2025 karena ada Sing Along Stage yang dipersembahkan untuk musisi legendaris Indonesia Titiek Puspa. Adikara, Bilal Indrajaya, Danilla, Kris Dayanti membawakan lagu-lagu Titiek Puspa dengan nuansa yang berbeda dari versi originalnya. Tidak jarang juga, saat mereka masing-masing membawakan lagu milik Titiek Puspa, para penonton bernyanyi memenuhi hall tempat Sing Along diadakan. Lagu-lagu seperti ‘Bimbi’, ‘Bing’, ‘Jatuh Cinta’, hingga ‘Kupu Kupu Malam’ dibawakan ke-4 artis tersebut secara bergantian.

Malam masih panjang dan line up dari Java Jazz Festival 2025 juga tidak kalah panjang. Nama-nama yang sudah pernah mengisi stage Java Jazz Festival di tahun-tahun di sebelumnya hingga nama-nama baru memenuhi jadwal hari kedua. Sebut saja Ziva Magnolia, Barry Likumahuwa Project, Danilla, Justin Lee Schultz, Adikara, Syahravi, hingga sosok yang tidak pernah terpikirkan akan tampil di festival ini, yaitu: Gusti Irwan Wibowo atau yang lebih dikenal dengan Gustiwiw. Walau ini kali kedua Gustiwiw tampil di Java Jazz Festival, tapi penampilannya tetap ditunggu oleh para penggemarnya. Bahkan sebelum dia mulai tampil saja, para penggemar sudah memadati area MLD Stage Bus. Dan, benar saja, penampilan Gustiwiw bisa digambarkan lewat satu kata: “GERRR!”. Bagaimana tidak, menggabungkan antara performance musik dan komedi nyatanya memberikan warna tersendiri dari penampilannya. Celetukan-celetukan seperti: “Memang ini acara Java Jazz, namun kita lebih menampilkan 80% Javanya ya!” yang disambut dengan gelak tawa penonton. Memang, malam itu, Gustiwiw di atas panggung juga menghadirkan penabuh kendang, walau sebenarnya kostum yang dia pakai tidak ada nuansa jawa-nya.
attachment

Malam itu, ditutup dengan gempita dengan penampilan dari Isyana Sarasvati yang tidak hanya membawakan lagu-lagu rock miliknya, tapi juga membawakan single lama serta single terbarunya. Dalam penampilannya, dia juga turut menghadirkan Vidi Aldiano dengan membawakan lagu kolaborasi terbaru mereka ‘Frenemy’.

20 tahun memang bukan waktu yang sebentar untuk tetap menghadirkan sebuah festival sekaliber Java Jazz Festival. Dengan total 11 panggung yang tersebar di seluruh area JIEXPO Kemayoran, bisa dibilang festival ini merupakan festival paling ‘kokoh’ di Indonesia dengan tetap menghadirkan konsistensi Jazz disana-sini. Bahkan, Java Jazz Festival ini seolah memberikan sebuah tantangan tersendiri bagi para musisi non-Jazz untuk dapat memberikan twist Jazz ala mereka di panggung. 

 

Author

dundhee

More from Creative Disc