Trending News

Blog Post

Red Hot Chili Peppers Menutup F1 Night Race Singapore 2019 dengan Sesuatu yang Hot dan Spicy!
Concerts Review

Red Hot Chili Peppers Menutup F1 Night Race Singapore 2019 dengan Sesuatu yang Hot dan Spicy! 

RED HOT CHILi PEPPERS, band Funk-Rock legendaris asal Los Angeles itu akhirnya kembali ke tanah Singapura setelah 17 tahun sejak konser pertama mereka. Yup, tahun 2002, pada tanggal 8 December tepatnya, Red Hot pernah menyambangi Singapore, dalam rangkaian By The Way World Tour 2002 di National Indoor Stadium.

Formasi kali ini memang berbeda dari formasi tahun 2002, John Frusciante kali ini digantikan oleh Josh Klinghoffer yang pernah menjadi touring member RHCP dari tahun 2007 pada posisi Keyboard dan gitar. Setelah John hengkang tahun 2009, Josh secara resmi didaulat menggantikan posisi John. Nama Josh Klinghoffer memang tidak sebesar John Frusciante, tapi RHCP sama sekali tidak kehilangan tuahnya. Mereka tetap disegani. Mereka adalah legenda hidup. RHCP tetap mendapat tempat di hati penggemarnya, dan selalu ditunggu-tunggu kehadirannya.

Well, hari itu Minggu 22 September 2019, RHCP dijadwalkan akan menutup pagelaran Singapore Airlines Singapore Grand Prix F1 Nightrace sesaat setelah Final Race berakhir pada pukul 10:30 malam. Sore hari, sejak Entrance Gate di buka pada pukul 3:30 PM, penonton sudah mulai mengisi posisi front row dari panggung utama yang berada di The Padang Stage, Zone 4. Mereka ini sebenarnya bukanlah penonton yang datang ke perhelatan F1 Nightrace untuk menonton race nya, tapi mereka datang untuk menonton RHCP. Ini terlihat jelas dari atribut-atribut yang mereka kenakan. Ada yang memakai T-shirt bertuliskan Red Hot Chili Peppers, ada yang memakai topi dengan tulisan RHCP, ada yang memiliki tattoo dengan logo RHCP dan lain-lain. Semakin sore para penonton semakin memadati sisi kanan dan panggung. Dan pada pukul 5:30 FATBOY SLIM, DJ asal Inggris yang aslinya bernama Norman Quentin Cook tampil untuk menghangatkan suasana selama 1 Jam lebih dan mengajak penonton bergoyang dengan lagu-lagu EDM nya.

Setelah FATBOY SLIM turun panggung, ternyata para penonton lebih banyak yang bertahan di posisi mereka semula daripada menonton Final Race dari Grandstand yang telah disediakan yang letaknya tidak jauh dari panggung utama. Mereka menonton Final Race di 3 LED raksasa yang terletak di tengah, serta kanan dan kiri panggung. Akhirnya setelah final race yang seru dan menegangkan, Sebastian Vetel (Ferrari) berhasil menyelesaikan balapan 61 lap Marina Bay Street Circuit di posisi pertama dengan catatan waktu 1:43.885. Tempat kedua, rekan satu tim nya Charles Leclerc, dan tempat ketiga oleh Max Verstappen (Red Bull Racing).

Tidak beberapa lama setelah upacara penyerahan trophy kemenangan, Panggung menjadi blackout, RED HOT CHILI PEPPERS langsung menaiki panggung, dibuka dengan intro jam oleh tiga personil yaitu Chad Smith, Flea dan Josh, jam itu berakhir dengan intro lagu pembuka “Can’t Stop”, Anthony Kiedis masuk dari sisi kanan belakang panggung. Dia masih tetap tampil nyeleneh dan eye-cathing, mengenakan T-shirt krem buntung dengan tulisan LED ZEPPELIN, bertopi koboi warna cokelat, celana jeans biru muda yang dipotong selutut dengan bekas cat warna-warni serta coretan spidol disana-sini, sepatu kets hitam serta hand-band serta kaos kaki merah dan kuning.

Sementara Flea, bassist panutan hampir semua bassist di dunia itu sudah bertelanjang dada dari awal konser. Tattoo di sekujur badannya jelas terlihat. Dia mengenakan celana panjang hitam, dimana bagian kiri dari celana tersebut dipotong selutut. Kaos kaki panjang warna putih, sepatu kets hijau serta headband (ikat kepala) panjang warna biru dengan motif putih yang konon katanya ikat kepala itu adalah pemberian dari teman saya, Umar Rahman kepadanya. Umar mengatakan ikat kepala itu adalah ikat kepala yang biasa dipakai oleh orang suku Dayak, Indonesia. Chad Smith mengenakan cover-all buntung warna ungu serta topi warna yang sama yang dipasang terbalik. Personil paling muda, Josh mengenakan kaos longgar hitam vintage serta celana incerun warna hijau tua.

Setelah “Can’t stop”, tanpa jeda RHCP melanjutkan dengan “Fortune Faded”, serta “The Zhepyr Song” yang sudah melegenda itu. 65 ribu pasang mata di The Padang tanpa dikomando sing along terutama pada bagian chorus nya ; “Fly away on my zephyr, I feel it more than ever, And in this perfect weather, We’ll find a place together”.

“Dark Necessities” dari album The Gateaway (2016) menyusul kemudian. Dilanjut dengan “Strip My Mind” serta lagu cover dari The Stooges berjudul “I wanna be your dog”.

Red Hot Chili Peppers menjadi makin panas. Seperti biasa, Kiedies, Flea, Chad Smith dan Josh semakin atraktif di atas panggung. Tapi diantara mereka berempat, Flea tetap yang paling petakilan, bahkan dia sempat terjatuh di panggung karena kehilangan keseimbangan ketika sedang beraksi. “Right On TIme”, “Snow (Hey Oh)”, “Californication” serta “Go Robot”, menyusul dibawakan berturut-turut. Histeria penonton semakin menjadi-jadi ketika “Californication” dan “Soul to Squeeze dibawakan. Sing along dari penonton tidak bisa dibendung pada kedua lagu hits tersebut.

Bagian lain yang menurut saya merupakan salah satu highlight dari penampilan RHCP malam itu adalah ketika mereka membawakan cover dari lagu The Cars yang berjudul “Just What I need” yang merupakan penghormatan untuk Ric Ocasek, frontman dari band tersebut yang ditemukan meninggal dunia di townhouse nya di Manhattan tanggal 15 September 2019. RHCP juga sempat mengcover “Higher Ground” dari Stevie Wonder sebelum lagu dari The Cars tersebut.

Sebelum menghilang ke belakang panggung untuk kembali lagi di bagian encore, RHCP memainkan ‘By The Way”. Sekali lagi, penonton kembali ber-sing along ; “Standing in line to see the show tonight and there’s a light on, Heavy glow. By the way I tried to say I’d be there, waiting for”.

Dan konser akhirnya memasuki babak akhir, Josh tampil bertemankan Fender Stratocaster-nya meng-cover (lagi-lagi lagu cover) “Purple Rain” dari mendiang Prince. Tidak terlalu istimewa menurut saya. Senar satu gitar nya sempat putus ketika dia baru membawakan lagu itu. Dia menyanyikan Purple Rain diiringi Chad Smith pada drums. Setelah Josh selesai dengan “Purple Rain”, RHCP kembali dengan formasi berempat membawakan “Goodbye Angels” dari album Gateaway (2016).

Menutup penampilannya, RHCP memainkan “Give it Away”, lagu yang paling ditunggu-tunggu malam itu. Histeria massa mencapai puncaknya. Crowd menari dan bernyanyi mengikuti lagu berirama rap-funky ini. Setelah mengucapkan terima kasih kepada penonton, Kiedis dan kawan-kawan menghilang ke belakang panggung.

Bagi saya pribadi, Red Hot Chili Peppers adalah salah satu bucket-list dari band-band yang ingin saya tonton dan foto. Makanya saya bela-belain terbang lagi ke Singapura berhubung mereka tidak singgah di Jakarta. Saya tidak ingin menyesal nanti nya, mengingat RHCP baru datang lagi ke Singapura setelah 17 tahun kemudian. Dan saya bersyukur sekali bisa ada disana dan membawa pulang banyak sekali foto-foto mereka. Penantian panjang itu akhirnya berakhir. Thank God for making it happened. One more bucket-list officially has been checked off on 22 September 2019.

Saya juga mengakui bahwa Anthony Kiedis tidak tampil maksimal malam itu. Beberapa kali dia lupa lirik dan juga dia juga sedikit emosional ketika mengalami trouble dengan speaker monitor di atas panggung, but WHO CARES!!. RHCP is a living legend. They are still hot and spicy..!!,

TEXT & PHOTOS by the one and only BUDI SUSANTO

RHCP SET LIST – F1 NIGHT RACE SINGAPORE 2019
1. Intro Jam
2. Can’t Stop
3. Fortune Faded
4. The Zephyr Song
5. Dark Necessities
6. Strip My Mind
7. I wanna be Your dog (The Stooges cover)
8. Right On Time
9. Snow (Hey Oh)
10. Californication
11. Go Robot
12. Higher Ground (Stevie Wonder Cover)
13. Just What I need (The Cars Cover)
14. Soul to Squeeze
15. By The Way

Encore :
16. Purple Rain (Prince Cover) – Josh on Vocal
17. Goodbye Angels
18. Give it Away.

Related posts

Leave a Reply