Trending News

Blog Post

Konser Penuh Gelak Canda Lewis Capaldi
Photo by Alvin Ho
Concerts Review

Konser Penuh Gelak Canda Lewis Capaldi 

Nama Lewis Capaldi mungkin masih terdengar asing di telinga sebagian orang. Namun percayalah, tak lama lagi, bintang muda ini bakal bersinar dan bisa jadi mengalahkan ketenaran Ed Sheeran sebagai seorang penyanyi muda berbakat.

Pendatang baru dari Skotlandia berusia 23 tahun ini sudah dihujani berbagai penghargaan, termasuk nominasi di Grammy Awards mendatang. Single hits-nya, “Someone You Loved”, merajai UK Single Charts selama 7 minggu berturut-turut dan berhasil merajai Billboard Hot 100 akhir tahun 2019, belum lagi album perdananya “Divinely Uninspired To A Hellish Extent” yang berhasil menjadi salah satu yang terunggul di Spotify dengan rekor 25 juta kali dimainkan di seluruh dunia dan kini digelari “The Next America’s Sweetheart”.

Baru-baru ini Lewis menggelar konser solo-nya di Capitol Theater, Singapura pada tanggal 11 Januari 2020 setelah siang sebelumnya menggelar jumpa pers di daerah Beach Road.

Lewis yang tampak santai dan banyak menebar canda di jumpa pers-nya, bercerita banyak dari awal karier-nya yang akhirnya harus mengorbankan studi-nya, pesimis akan menang di Grammy, ketakutan dirinya akan bernasib menjadi seorang artis ‘one hit wonder’, hingga nasihat dan saran kepada para artis-artis baru untuk lebih banyak mencoba gig/show secara live ketimbang menggantungkan harapan melalui YouTube channel.

Tak banyak berbeda diatas panggung, malah masih mengenakan t-shirt yang sama dari acara jumpa pers-nya, artis satu ini memang senang guyon dan bercanda konyol dengan penontonnya. Konser sold-out yang digelar malam itu, memang lebih banyak dihadiri oleh para remaja, generasi millenial istilahnya sekarang. Ketika Creative Disc hadir pukul 7 malam di venue, kami cukup kaget dengan pemandangan antrian yang mengular hingga luar gedung dan ke jalan raya. Hal yang tak terjadi di konser Anne Marie tahun lalu di gedung yang sama.

Pukul 8.15 malam, lampu padam, hanya pendar lampu bernuansa biru dari panggung menembak dari segala arah. Intro lagu “True” dari Spandau Ballet menggema diiringi teriakan histeris dari penonton yang telah menunggu dengan sabar sedari sore. Tak lama, disambung dengan scoring “Duel of the Fate” dari film Star Wars Episode 1, empat sosok siluet para musisi pengiring bermunculan satu persatu menghampiri instrumen-nya masing-masing dan terakhir, Lewis Capaldi keluar melambaikan tangan, menghampiri mic-nya dan tanpa sepatah basa basi langsung membawakan “Grace” sambil sesekali bersahut-sahutan dengan penonton yang dengan antusias menyambut “Your grace! Your grace! Your grace! Don’t take it away!”

Untuk ukuran sebuah konser album tunggal perdana, Lewis Capaldi memang tidak bisa dianggap hal kecil. Permainan, termasuk sound dan tata lightings dapat terbilang sempurna tanpa cela. Meskipun desain panggung terbilang sederhana. Hanya berlatar belakang tulisan besar LEWIS CAPALDI. Namun hal tersebut tak menyurutkan penonton untuk tetap histeris di semua lagu. Dari pengamatan kami, hampir semua lagu dilahap koor dari barisan penonton. Hal ini membuktikan bahwa Lewis sudah menjadi milik dunia. Bukan hanya UK.

Satu-satunya kendala yang kami rasakan, dan memang terjadi di semua artis pendatang baru, yaitu stok lagu yang belum mumpuni. Hal tersebut terlihat dengan akal-akalan Lewis yang pada dasarnya merupakan seorang yang humoris, membuat malam itu seakan kadang menjadi suguhan ‘stand-up comedy’. Untungnya joke-joke yang disuguhkan tak terbilang garing, terutama untuk ukuran penonton Asia.

Salah satunya, ia kerap meladeni penonton yang memberikan gift-gift lucu. Dari mulai soft toys, topi yang bisa bergerak-gerak otomatis, balon Peppa Pig, sampai…. Sikat WC!!! Hal ini tentu mengundang gelak tawa dari penonton yang bengong menyaksikan aksinya.

Belum lagi ketika ia meladeni teriakan-teriakan dan celetukan penonton atau ketika ia dengan telaten membaca satu persatu poster yang dibawa penonton dan mulai membahas dengan guyonan-nya. Bisa dibilang berhasil memang ‘trik’-nya untuk mengulur waktu. Meskipun menurut pendapat saya pribadi, lebih baik jika ia menambah jumlah lagu dengan memainkan cover songs. Oasis misalnya, yang nota bene merupakan band pujaan dia.

Dari segi kemampuan vokal, tak pelak ia memang memiliki kualitas kelas Grammy. Sedari awal kami menunggu-nunggu lagu “Someone You Loved” untuk dimainkan yang seperti sudah kami kira, bakal dijadikan penutup. Lagu tersebut memiliki keunikan memiliki jangkauan vokal naik-turun drastis yang sulit dimainkan. Namun malam itu Lewis terlihat sangat santai membawakan. Termasuk ‘pamer’ di bagian ‘bridge’ yang tiba-tiba nadanya mendaki tinggi. Membuat kami tersenyum mengakui kehebatannya. Tak lupa sesekali mengarahkan mic ke penonton “Now the day bleeds, into nightfall, and you’re not here, to get me through it all…” membuat konser terasa makiin akrab dan syahdu.

Muka-muka bahagia penonton selepas konser malam itu bercampur dengan teriakan protes karena dirasa kurang lama. Namun apa mau dikata. Lewis sendiri sembari ngakak pun mengakui “I only have one album, what should I do?”

Yah, memang, mau bagaimana lagi. Mari kita tunggu saja. Seiring dengan berjalannya waktu, semoga Lewis bisa semakin matang dalam bermusik, tak hanya menjadi bagian dari one hit wonder dan makin bersinar. Semoga Grammy menjadi miliknya dan kita tunggu Lewis Capaldi di konser berikutnya!

Lewis Capaldi Live in Singapore, Capitol Theater, 11 January 2020

Grace
Forever
Don’t Get Me Wrong
Maybe
One
Hold Me While You Wait
Headspace
Bruises
Hollywood
Fade
Before You Go
Someone You Loved

Text: Wisnu H. Yudhanto, w1snu.com
Photo: Alvin Ho & Wisnu

Related posts

Leave a Reply