Trending News

Blog Post

10 Kolaborasi Lintas Genre Paling Unik di Tanah Air
Top 10 Lists

10 Kolaborasi Lintas Genre Paling Unik di Tanah Air 

Momen-momen langka ketika bakat terbaik Indonesia bereksperimentasi

Patut diakui bahwa–dulu dan sekarang–apabila dibandingkan dengan industri musik luar negeri, industri musik Tanah Air termasuk industri yang alergi dengan eksperimentasi. Ketika “bottom line” menjadi segala-galanya, sering kali artis Tanah Air lebih fokus pada bagaimana cara mencetak hit daripada memperkenalkan sesuatu yang baru sembari mengeksplor potensi masing-masing. Persepsi menyesatkan ini yang kerap membawa para artis kita ke kesuksesan berumur jagung dan pensiun dini.

Terlepas dari itu, terdapat beberapa artis yang terbukti memiliki nyali untuk menjajaki zona tak terjamah–misalkan dalam bentuk kolaborasi lintas genre. Hasil dari eksperimentasi ini pun beraneka ragam. Ada yang mengejutkan, ada yang patut diacungi jempol, dan ada juga yang (sayangnya) gagal total. Mari kita coba urutkan kolaborasi lintas genre yang pernah dibangun oleh bakat-bakat terbaik Tanah Air–dari yang ‘agak’ janggal hingga yang paling sukses.

10. Sherina feat. Abdee Slank – “Sendiri” (2007)

Tahun 2007 seharusnya menjadi tahun metaformosis bagi seorang Sherina Munaf. Dengan album Primadona, Sherina hendak menanggalkan kulit ‘penyanyi cilik’ demi mengisi kekosongan bintang rock remaja pasca almarhumah Nike Ardilla. Bahkan, lead single yang bertajuk “Sendiri” turut menghadirkan solo guitar dari Abdee Negara (gitaris band rock legendaris Slank). Sayang sekali, tampaknya Indonesia masih belum sanggup merelakan gadis cilik yang sudah telanjur mendobrak hati kita sejak Petualangan Sherina. Tanpa ada hasil yang memuaskan, Sherina pun akhirnya kembali ke akar pop dan kita tidak punya lagi kandidat bintang rock remaja Indonesia.

9. Afgan feat. RAMENGVRL – “Take Me Back” (2018)

Ketika Afgan mencapai satu dekade kariernya, dia pun menyadari bahwa dibutuhkan hembusan napas baru untuk babak yang selanjutnya. Memutuskan untuk tidak lagi menghadirkan balada melankolis yang menjadi ciri khasnya, Afgan kemudian bereksperimen dengan R&B, hip hop, dan electro-hop melalui “Take Me Back”. Seolah-olah belum cukup, Afgan menggaet rapper Indonesia yang sedang naik daun, RAMENGVRL, untuk menyumbangkan rap verse. Ketika semuanya diramu, “Take Me Back” menjadi club track yang dieksekusi dengan cukup baik (meski masih sulit untuk membayangkan Afgan sebagai ‘penguasa’ klab malam).

Related posts

Leave a Reply