Belakangan ini semakin langka sosok wanita muda yang bicara mengenai realita seorang wanita. Itulah mengapa kehadiran newcomer Claudia Iva dengan single-nya “Wanita Kuat” menjadi udara segar bagi narasi pop yang kerap menempatkan wanita sebagai obyek romansa belaka. Semoga masa depan yang cerah mengganjar kekuatan yang diberikan oleh Claudia Iva.
Bersama band indie Amigdala, sang (mantan) front-woman Aya Canina menendangkan musikalisasi puisi mengenai kompleksitas seorang wanita melalui “Balada Puan”. Amigdala sendiri mengukuhkan eksistensinya sebagai salah satu band yang paling vokal terkait hak dan perlindungan wanita. Aya Canina juga berkarya sebagai penyair.
Menyegarkan sekali mendengarkan karya musik populer yang menghadirkan wanita bukan sebagai tokoh pasif, melainkan tokoh aktif dalam konteks romansa. “Shush” menjadi deklarasi–sekaligus himbauan–bahwa menunggu pujaan hati untuk menyadari kehadiranmu adalah buang-buang waktu semata (‘Just let me treat you, baby’/’Shush’/’This one’s on me’). Saatnya meninggalkan “double standard” yang sudah ketinggalan zaman. If you want it, go after it!
Pada akhirnya, hanya seorang wanita yang paling sanggup memperjuangkan apa yang menjadi haknya. Terlepas dari produksi feel-good “Buktikan”, vocal delivery Yura Yunita yang tegas dan lirik yang menyentil menggarisbawahi fakta bahwa karya R&B bop ini adalah lebih dari sekedar hiburan. Sebagai salah satu panutan estetika wanita di industri musik Indonesia, sudah seyogyanya Yura Yunita beroleh apresiasi yang sama dengan artis seperti Judika dan Tulus.