10 Musik Terbaik Garapan Gerald Situmorang

Oleh: welly - 16 Apr 2021

7. Ify Alyssa – “What About Us?” (2020)

Tidak perlu lagi bertanya-tanya apakah Gerald Situmorang mampu menggarap musik pop Top 40 untuk audiens milenial—karena “What About Us?” sudah tersedia sebagai jawabannya. Vokal Ify Alyssa yang manis namun matang seolah-olah menjadi konduit untuk menyalurkan romantisme seorang Gerald Situmorang. Terang saja, setelahnya semakin bermunculan para artis muda yang merilis karya musik pop yang menggaungkan warna “What About Us?”—entah disengaja atau tidak.

6. Gamaliel – “/ unfindable /” (2021)

Kerap kali Gerald Situmorang terlibat dalam penggarapan album yang merefleksikan evolusi seorang artis—tidak terkecuali artis seperti Gamaliel. Mengambil ranah art pop sebagai koridor debut EP-nya, kejeniusan Gerald Situmotang begitu kental dalam track nomor tiga “/ unfindable /” yang seolah-olah terdengar seperti soundtrack trilogi Lord of the Rings (namun with a twist). Terlepas dari liriknya yang sarat akan aneka makna, tidak bisa disangkal “/ unfindable/” adalah highlight dari EP debut Gamaliel.

5. Jason Mountario feat. Gerald Situmorang – “Even 20” (2017)

Di antara seluruh karya garapan Gerald Situmorang, mungkin balada pop rock yang satu ini termasuk salah satu kreasinya yang paling mengejutkan. Terdapat cukup banyak elemen kejutan sepanjang 4 menit dan 30 detik: introduksi minimalis disertai aransemen gitar akustik yang selanjutnya disusul dengan modifikasi heavy metal yang kemudian ditutup dengan sang vokalis bergumam, “Pegel. Cukuplah!” Singkat kata, “Even 20” adalah salah satu berlian terpendam yang patut dikuak oleh penggemar berat seorang Gerald Situmorang.

4. Raisa – “Biarkanlah” (2016)

Mungkin ini terkesan agak mengejutkan, namun faktanya sang diva pop Raisa pernah menggarap karya musik bersama dengan icon blues/jazz Gerald Situmorang. Meskipun “Biarkanlah” tidak dirilis sebagai single, waktu kemudian membuktikan bahwa balada pop ini seakan-akan memberikan inspirasi bagi Raisa untuk membubuhkan aransemen tidak biasa untuk karya masa depan—seperti “Ragu” dan “Kutukan (Cinta Pertama)”. Ditambah lagi, “Biarkanlah” menjadi bukti bagi kedua icon ini bahwa tidak ada kemustahilan untuk melebarkan sayap musik masing-masing.

Author

welly

More from Creative Disc