28 November 2015 jadi momen pertama GOT7 datang ke Jakarta dengan formasi lengkap 7 member. Mereka menggelar fanmeeting pertama di Indonesia 7 tahun yang lalu di The Kasablanka Hall. Nyaris tepat 7 tahun berselang sejak penyelenggaraan fanmeeting pertama itu, Lim Jae Bum atau yang kini dikenal dengan nama JAYB, kembali ke lokasi yang sama untuk sebuah gelaran konser tur dunianya sebagai solois. Bertajuk “TAPE: PRESS PAUSE” LIVE IN JAKARTA, JAYB hadir selama hampir dua jam menghibur para AhGaSe (iGOT7; sebutan resmi fans GOT7) dengan sederet lagu-lagu hits dari album solonya, proyek sampingan sebagai Def., hingga lagu-lagu GOT7 pada Sabtu, 22 Oktober 2022. Ini adalah momen pertama
saya menyaksikan penampilan live sang leader GOT7 sejak kedatangan pertamanya
ke Jakarta 7 tahun yang lalu.
Sejak debut, JAYB merupakan salah satu personel GOT7 favorit saya (bahkan sejak JJ Project dan drama Korea Dream High 2). Meski saya tidak menyebut diri sebagai
AhGaSe, saya cukup familier dengan nuansa musik GOT7 sejak awal karier hingga
di momen kedatangan mereka ke Jakarta 7 tahun yang lalu. Bisa dibilang GOT7 adalah
salah satu grup K-Pop favorit saya yang debut di generasi mereka, makanya
sampai sekarang ‘Girls Girls Girls’ masih meninggalkan kesan mendalam buat
saya. Sayang sekali lagu ini tidak masuk ke dalam setlist konser solo JAYB,
Ingin rasanya bernostalgia melihatnya berusaha swag ketika menyanyikan lirik “nae look, nae style, nae swagger” (my look, my style, my swagger) yang konon
katanya harus direkam berulang-ulang karena waktu itu JYP (Park Jin Young),
produser dan bos mereka saat masih di JYP Entertainment, butuh waktu untuk
benar-benar bisa mengeluarkan aura swag dari JAYB di bagian lirik
tersebut.
Saya kemudian kembali dibuat kagum oleh grup ini ketika semua member bersama-sama keluar dari JYP Entertainment lalu memutuskan untuk mengejar karier solo. Terlebih ketika GOT7 memutuskan untuk comeback dan mengukuhkan diri tetap utuh sebagai grup K-Pop dengan 7 member, GOT7 membangkitkan rasa hormat saya buat
mereka. Tidak banyak grup K-Pop yang bisa berhasil mempertahankan kebersamaan
mereka dengan formasi awal sejak debut hingga bertahun-tahun, jauh dari skandal
dan kontroversi, dan tetap kompak menjalin persaudaraan meski sudah sibuk
masing-masing.
Pada masanya, comeback GOT7 juga jadi momen yang paling saya tunggu-tunggu, sampai akhirnya banyak grup lain yang debut dan saya jadi kewalahan untuk memilih harus mendengarkan yang mana. Pelan-pelan nama GOT7 pun terkikis dari daftar putar saya sehari-hari.
Tapi di momentum konser “TAPE: PRESS PAUSE” LIVE IN JAKARTA semuanya akan
berubah!
Kalau boleh jujur, saya sangat awam dengan proyek solo GOT7. Jadi di hari konser dunia “TAPE: PRESS PAUSE” LIVE IN JAKARTA ini, saya datang hanya modal tahu satu lagu terbaru dari JAYB yang berjudul ‘go UP’ sambil menerka-nerka kapan dia akan membawakan lagu itu. Butuh waktu lama sampai momen itu tiba, tapi sejak
penampilan pembuka sampai akhirnya JAYB muncul membawakan lagu ‘go UP’, saya
tidak bisa duduk diam dan tenang.
Ketika tampil bersama GOT7, aura leader JAYB bisa bersinar terang benderang di antara para member lain (setidaknya itu yang saya lihat di layar laptop dalam penampilan mereka di acara TV). Dan ketika tampil solo, JAYB tidak kehilangan cahaya terang itu. JAYB sukses membuat saya mencak-mencak sambil duduk di atas kursi kategori Blue karena musik-musik yang dia bawakan enak banget buat vibing. Bahkan meski itu jadi momen pertama saya mendengarkan kebanyakan lagunya! Tidak hanya track-track yang bersemangat saja yang asyik dan menyenangkan telinga, tapi lagu-lagu slow mellow juga dijajal habis oleh JAYB dan membuat penampilannya sore itu tak hanya makin istimewa, tapi juga sempurna.
Di sesi pertama, JAYB menghadirkan sisi yang seksi hingga melankolis sehingga
lagu-lagu yang dipilih dalam sesi ini cenderung bertempo medium dengan nuansa
yang chill. Di situ saya jadi semakin mengenal warna musik yang coba
dijajal JAYB dan apa yang membedakannya dari GOT7. Beberapa dari lagu-lagunya
menampilkan suara-suara distorsi dan heavy bass yang adiktif, beberapa
yang lain memberikan kesan sedang nongkrong di kafe sambil ditemani segelas
besar Ice Vanilla Latte. Dua track favorit saya dari sesi pertama adalah ‘Am
Pm’ dan ‘In To You’.

Hampir di setiap lagu dance, JAYB menampilkan koreografi ditemani para dancer. Terlihat sekali mereka sangat bersenang-senang di atas panggung. Terjadi kehebohan ketika JAYB dan seorang dancer perempuan menarikan koreografi yang cukup intim di lagu ‘In To You’. Fans berteriak sekeras mereka bisa melihat
penampilan sang idola yang mesra dengan sang dancer.

Di sesi bincang-bincang pertama, JAYB menyapa para penggemar sebagai seorang
solois. Dia juga menyinggung soal kedatangan GOT7 ke lokasi yang sama untuk
fanmeeting pertama 7 tahun yang lalu.

“Dulu antusiasmenya terasa tinggi banget, tapi hari ini jauh lebih dari yang dulu,” ujar JAYB yang disambut oleh teriakan histeris dari penonton.
JAYB selalu berusaha untuk melibatkan fans dalam setiap obrolannya. Salah satunya ketika dia menggoda fans yang tidak hapal lirik lagu tapi hanya tahu melodi
musiknya saja. Tidak jarang juga dia melemparkan candaan yang beruntungnya dapat
diterjemahkan dengan baik dan bisa ditangkap lalu dibalas tawa oleh AhGaSe.
JAYB mengutarakan perasaannya bisa kembali ke Jakarta dan bertemu dengan AhGaSe di Indonesia. Dia merasa mendapatkan energi yang membuncah dari teriakan dan juga
nyanyian para penggemar yang hadir sore itu. Meski (sambil bercanda) ada fans
yang tidak hapal keseluruhan lirik dari lagu yang dia bawakan, dia merasa tetap
bisa mendapatkan suntikkan semangat dari mereka.
“Di luar panas banget, tapi di sini AC-nya cukup dingin. Cuma ini punggungku
keringetan,” curhat dia yang langsung dibalas oleh fans dengan ganas: “BUKA
BAJU! BUKA BAJU!” tapi ditolak oleh JAYB sambil tertawa.
Dia juga cerita perjalanan wisata kulinernya selama ada di Jakarta. JAYB sudah
mencoba deretan makanan seperti sate ayam, nasi goreng (jelas!), bakwan udang,
hingga soto Betawi.
“Soto betawi ini kayak galbi tang kalau di Korea, mirip-mirip, tapi saya kaget soalnya pertama kali lihat makanan yang berkuah ada tomatnya. Kok bisa di sup
ada tomat?” curhatnya. Mungkin ini waktunya JAYB untuk mampir ke rumah fans dan
dimasakin mama.
Tidak hanya itu, JAYB juga makan makanan Padang dalam kunjungannya kali ini. Senang rasanya dia bisa menikmati waktu mencicipi makanan tradisional Indonesia selain nasi goreng yang terkenal luar biasa di kalangan bintang K-Pop.
JAYB juga memuji suasana dan pemandangan malam di Jakarta. Menurutnya, pemandangan kota Jakarta di malam hari terbilang bagus. Dia pun jadi terpikir untuk datang ke sini lagi tapi untuk benar-benar menikmati waktu, bukan untuk bekerja.
Next time kalau saya ke sini lagi untuk tur, ada yang mau temenin buat
ngejelasin nggak, ini tempatnya kayak gini, kayak gini? Nanti keliling sama
saya!” kata JAYB.
Nggak ada yang menolak. Nggak ada yang bisa menolak!
Dia juga bilang agar ketika dia datang sebagai Lim Jae Bum yang ingin liburan di
Indonesia nantinya, kalau tanpa sengaja fans bertemu dengannya di jalan atau di
suatu tempat, dia minta disapa.
Terakhir, JAYB dapat rekomendasi tempat liburan oleh AhGaSe malam itu yakni Puncak (Bogor) dan Bali.
“Saya nggak pernah ke Bali sih, nanti saya ke sana deh!” kata dia.
Bagian awal konser ini memang terasa agak berbeda dari kebanyakan konser K-Pop yang biasanya menghajar kuping dan adrenalin penonton dengan lagu-lagu bertempo
cepat. Tapi justru itu yang membuat “TAPE: PRESS PAUSE” LIVE IN
JAKARTA ini jadi berbeda. Seolah-olah JAYB ingin fans menikmati sajian musik
yang pelan dulu sebelum akhirnya nanti jingkrak-jingkrak di bagian kedua.
Karena menurut dia, bagian kedua ini penuh dengan lagu-lagu yang bersemangat
(meski tetap ada selipan lagu slow juga).
Bagian kedua dari “TAPE: PRESS PAUSE” LIVE IN JAKARTA menampilkan sisi JAYB
yang lebih ceria.
Di sinilah lagu ‘go UP’ akhirnya dibawakan. Sulit sekali untuk tidak berdiri dan
melompat-lompat ikut irama ketika mendengarkan deretan lagu yang dia bawakan di
bagian kedua. Setelah ‘go UP’ ada ‘The Way We Are’ yang juga sangat mengundang
fans untuk ikut senang-senang ikut irama. Para dancer dan JAYB sangat atraktif
di atas panggung dan itu sangat menular. Sayangnya fans harus tahan untuk tidak
bangun dari duduk daripada harus diteriaki fans yang ada di belakangnya. Tidak
ada kelas festival berdiri di konser ini.
Ada momen JAYB turun panggung dan mendekat ke penonton di barisan depan kategori
Blue ketika menyanyikan ‘Fountain of Youth’. Kalau di konser K-Pop dengan
kategori festival berdiri, momen ini bisa jadi sangat chaos karena
kerumunan fans akan mengikuti ke mana pun sang idola pergi. Tapi sore itu semua
berusaha kalem dan tetap duduk, memberikan jarak dan waktu buat JAYB
menyelesaikan penampilannya sehingga tidak ada insiden-insiden yang tidak
diinginkan seperti misalnya konser harus terhenti sejenak karena ada yang
jatuh, terinjak, atau bahkan pingsan karena desak-desakan. Inilah senangnya
nonton konser yang semua kelas penontonnya diharuskan duduk. Meski gatal ingin vibing dan loncat-loncat, tapi semua penggemar jadi bisa menikmati acara dari awal sampai akhir dengan khusyuk. Dan yang paling penting: pandangan mata penonton
tidak terhalang oleh layar-layar handphone yang terangkat setinggi harapan
orangtua sepanjang konser demi konten.
Kembali ke atas panggung, JAYB dan para dancer membawakan lagu ‘Break It Down’ yang tak kalah enerjik dari lagu-lagu sebelumnya. Jelang encore, JAYB
kembali kalem dengan menyanyikan lagu ‘Holyday’ yang kemudian dilanjutkan
dengan sesi khusus buat AhGaSe.
Ada proyek dari fans berupa video kreatif yang ditampilkan di panggung. Bergaya webtoon, video ini mengisahkan perjalanan karier JAYB dari awal GOT7 hingga hari ini. Saya harus jujur bahwa ini adalah video proyek dari fans yang paling menyentuh yang saya saksikan di konser sepanjang tahun ini. Ada segudang perasaan yang tercurah secara tulus di sana terlebih saat narasi yang mengisyaratkan bahwa
fans yang sejak dulu sudah bersama GOT7 kini telah bertumbuh menjadi sosok yang
lebih dewasa. Dari anak SMA/kuliahan, kini AhGaSe sudah memasuki dunia
profesional sebagai guru hingga dokter. Bahkan tidak sedikit dari mereka juga
sudah berkeluarga dan punya anak.
Karier JAYB di industri musik K-Pop memang baru berjalan 10 tahun, namun dalam kurun waktu itu tidak bisa dipungkiri ada banyak sekali perubahan yang terjadi. Baik secara pribadi fans maupun juga JAYB sebagai seorang musisi dan Lim Jae Bum
sebagai individu. JAYB sempat terjebak dalam perasaan mellow setelah
menyaksikan video tersebut, berterimakasih kepada semua fans yang sudah bersama
dirinya sejak awal. Momen hangat itu disempurnakan dengan teriakan terima kasih
dari fans buat JAYB dan sesi foto bareng.
JAYB pamit sejenak dari panggung sebelum encore. Dia berganti pakaian dengan t-shirt tur “TAPE: PRESS PAUSE” warna hitam. Yang mengejutkannya lagi, JAYB kembali turun panggung tapi kali ini keluar dari area depan dan berjalan
menghampiri fans sampai ke belakang. Saya sama sekali tidak menyangka bahwa ada
sesi turun panggung dan keluar dari barikade depan di sini. Sempat mematung
sejenak ketika JAYB sudah sampai di area Yellow, saya buru-buru lari ke tepian
area Blue dan di situlah akhirnya saya bisa berjarak hanya sekitar beberapa
puluh sentimeter saja dari JAYB. Tidak hanya saya tentu saja, rombongan fans berkerumun di pinggir area Blue untuk bisa lebih dekat dengan idola mereka. Berusaha sebisa mungkin untuk menangkap dan menikmati momen itu sebaik-baiknya.
Sesi encore dipenuhi dengan deretan lagu GOT7 hingga Def. Di jelang akhir
konsernya ini, JAYB berusaha sebisa mungkin untuk menikmati waktu yang tersisa
dan bersenang-senang bersama para dancer dan tentunya penggemar. Sebelum
akhirnya benar-benar pamit dari panggung, JAYB mengutarakan sebuah janji.
“Saya akan kembali dengan lebih hot, lebih seksi, dan lebihg funky!”
kata dia.
Menyaksikan tur dunia “TAPE: PRESS PAUSE” LIVE IN JAKARTA ini membuat saya
menyadari satu hal: saya sudah melewatkan banyak sekali sajian-sajian musik
enak dari JAYB. Sepulang dari konser ini, sambil melihat-lihat lagi hasil
rekaman singkat yang saya buat sepanjang acara, saya tidak bisa berhenti
bersenandung lagu ‘In To You’ dan ‘Am Pm’. Fix banget ini akan jadi soundtrack hidup saya selama beberapa hari ke depan.
Photo: Budi Susanto