Foto: Sulinda Sumardi
Festival musik bergengsi, Java Jazz Festival boleh dikatakan tetap menunjukkan taringnya, ditengah gempuran festival lain, plus juga ‘ketidak-antusiasan’ penonton yang, yaaaah, sedikit menurun dari tahun lalu. Apalagi banyak sedikit ‘skeptis’ melihat line-up tahun ini yang dirasa ‘biasa saja’. Eits, bukan berarti JJF24 tidak memberikan sesuatu yang standard! Justru banyak yang luar biasa terjadi di JJF24, Kemayoran-Jakarta 24-26 Mei 2024.
Satu hal yang terasa beda di JJF24 kali ini adalah, lebih lega. Memang dari jumlah penonton mungkin tidak sebanyak tahun tahun sebelumnya, ditambah jumlah panggung yang lebih sedikit dari tahun lalu – 11. Namun tahun ini panitia juga seperti memperhatikan kenyamanan penonton dengan mengatur jalan, jarak antara panggung, bahkan sampai akses kamar mandi juga diperhatikan. Sore hari saat baru open gate, pengunjung bisa memilih satu dari belasan stage yang tersebar di area JI Expo Kemayoran.
Salah satu penampil yang mencuri perhatian di hari pertama ini adalah Suara Kayu. Band yang tampil di MLD Spot Stage Bus, ini mampu menyedot antusiasme penonton terutama yang menantikan lagu ‘Kaktus’. Uniknya, stage ini adalah mobil. Iya, mobil, dan berada di area makanan yang.. jujur, banyak sekali pilihan makanannya, dan ditawarkan dengan harga yang (benar-benar) terjangkau. Wajarlah jika penampilkan duo folk asal Jakarta ini ramai, karena suasana menjadi lebih dekat dan intimate.
Jessie Reyez tampil di MLD Hall, dan di waktu yang sama dengan Special Show kejutan, Laufey ada di Teh Botol Sosro Hall. Iya, kejutan, karena antusiasme penonton yang membludak, Java Jazz akhirnya menambahkan show kedua untuk Laufey di hari pertama. Tenang, show ini berbeda, kok. Di special show Laufey hari pertama, Laufey memberikan suguhan yang lebih intimate, dengan stage yang lebih kecil sehingga memungkinkan Laufey untuk berkomunikasi dengan penonton. Oh iya, Laufey juga mendapatkan 2 boneka dari yang penonton, yang disebut sebagai ‘good luck charm’-nya.
Salah satu yang menjadi highlight hari JJF hari pertama ini adalah penampilan KSP. Kelompok Suara Parahyangan – bukan Koperasi Simpan Pinjam yaa…. yang sudah aktif dari 1978 ini, seperti menyedot penonton untuk bernostalgia dengan tembang-tembang lawasnya. ‘Kekagumanku’, ‘Tanda Tandanya’, ‘Wow’, bahkan membawakan lagu ‘September’ dan ‘In the Stone’ Earth Wind & Fire. Lumayan, kelas aerobik di malam hari ya.
Hari pertama JJF 2024, ditutup dengan penampilan Scary Pockets, band funk yang special tampil 2 hari sekaligus. Jadi penonton yang mungkin tidak bisa menonton mereka hari Sabtu (karena ada jadwal lain) jadi menonton di hari pertama ini. Scary Pockets memberikan rendisi versi jazz yang sudah biasa mereka lakukan, seperti di lagu Alicia Keys ‘If I Ain’t Got You’ dan masih banyak lagi, yang tentunya bikin suasana makin panas.
Di panggung yang lain, ada Incognito yang memberikan suguhan special yang membuat sing-a-long ‘Still a Friend of Mine’, atau bisa bernostalgia lagi bersama Warna yang tampil dalam formasi lengkap (6 orang).