Teks: Rouli Hutahaean
Foto: Budi Susanto
Line Up hari kedua di Synchronize Festival 2024 telah dinanti oleh warga wargi. Membawa tema Together Bersama, acara yang diadakan oleh PusKesMas pada 4 – 6 Oktober 2024 di Gambir Expo Kemayoran memberikan pengalaman seru dari setiap musisi. Dari diajak bernostalgia dengan lagu anak-anak Indonesia, praise and worship bersama Sidney Mohede, headbanging bersama Superman Is Dead sampai joget cantik bersama Whisnu Santika memberikan kesan yang menyenangkan untuk warga wargi yang hadir. 
Ada 5 stage yang disediakan di Synchronize Festival 2024; Dynamic Stage, Panggung Getar, District Stage, Forest dan XYZ, selain ada 5 panggung utama, warga wargi juga bisa menikmati Lokasi lainnya untuk berkaraoke di Gigs, Oleng Upuk serta Salon & Karaoke. Di hari kedua, 5 Oktober 2024 ini Sal Priadi yang membuka panggung di festival ini, dilanjutkan oleh penampilan dari The Adams di panggung yang berbeda. Walau pun panas yang sangat terik tapi warga wargi tetap antusias berada di stage dengan menggunakan outfit andalan-nya masing-masing, tidak terlupa kacamata hitam dan bucket hat adalah aksesoris yang wajib digunakan untuk meredam teriknya matahari.
Menjelang sore, kerinduan kita akan Fourtwnty terobati dengan sama-sama menyanyikan lagu andalan seperti Fana Merah Jambu, Zona Nyaman, Mangu, Hitam Putih tidak hanya mengobati kerinduan lewat lagu, Fourtwnty juga kembali mengajak Adrian gitaris mereka terdahulu untuk kembali bermain satu panggung hari itu di beberapa lagu terakhir.
Dari Fourtwnty, kita kembali diajak bernostalgia di Lagu Anak Masa Ke Masa dengan lagu-lagu anak Indonesia bersama artis cilik yang menyanyikan lagu tersebut pada masanya seperti Joshua Suherman, Tina Toon, Enno Lerian, Tasya Kamila, Dea Ananda dan Leony Trio Kwek Kwek, Ria Enes dan Susan, Saskia & Geofanny hingga eyang Titiek Puspa, selain itu ada juga Mocca yang serta menyanyikan lagu-lagu anak Indonesia seperti Layang-Layang, Kapal Api hingga Pelangi Pelangi. Joshua Suherman membawakan lagu hitsnya Di Obok Obok, Cit Cit Cuit dan Andai Aku jadi Kaya. Enno Lerian membawakan lagu Du di Dam dan Nyamuk Nakal, Tina Toon mebawakan Bolo Bolo berserta dengan goyangan kepala khasnya yang membuat warga wargi ikut bersorak, Trio Kwek Kwek yang diwakilkan oleh Dea Ananda dan Leony menggunakan outfit yang sama seperti di video klip sambil membawakan lagu tersebut, selain itu mereka membawakan Jangan Marah, sebagai penutupnya Saskia & Geofanny menyanyikan lagu menabung bersama eyang Titiek Puspa yang saat ini sudah berumur 87 tahun tapi masih sehat dan semangat untuk bernyanyi bersama di Dynamic Stage.
Menuju Malam, Hindia dan Rumah Sakit membuka stage kembali setelah beristirahat selama 30 menit untuk Maghrib. Hindia membawakan hampir semua lagu dari Album Menari dengan Bayangan seperti, Evakuasi, Secukupnya, Kesana, Evaluasi dan Cincin. Penampilan Hindia selalu memberikan visualisasi yang selalu berbeda dan menarik perhatian warga wargi sehingga semakin bersemangat bernyanyi bersama sambil tidak lupa mengabadikannya lewah ponsel genggam.
Berbeda dari biasanya, kita juga diberikan penampilan yang berbeda dari umi Elvy lewat 60 Tahun Elvy Sukaesih Berkarya, warga wargi sangat menikmati alunan musik dangdut dan berjoget lepas bersama Umi Elvy. Tahun ini kita juga disajikan musikal yang dikemas dalam Rock Opera Ken Arok: Harry Roesli yang merupakan salah satu karya yang menceritakan tentang sejarah perlawanan dalam bentuk seni dengan unsur sosial, politik dan ekonimi. Banyak seniman yang terlibat dalam rock opera ini dari musisi smapai komedian top, yaitu Andy /rif, Arie Kriting, Candil, Dira Sugandi, Fauzan Lubis, Hari Pochang, Indra Lesmana, Isyana Sarasvati, Oslo Ibrahim, Sal Priadi, Soleh Solihun, Sri Hanuraga, dan Teater Mainmonolog, dengan musik dari Gerald Situmorang dan direktur pertunjukan Edy Khemod.
Satu lagi yang berbeda kali ini ada Sidney Mohede yang dikenal sebagai musisi Rohani Kristen ada dalam sebuah festival musik terbesar di Indonesia. Dalam penampilannya warga wargi diajak untuk Memuji dan Menyembah (Praise & Worship) lewat lagu Rohani dari masa ke masa yang dimiliki oleh Sidney Mohede.
Changcut Ranger siap untuk berangkat ke London bersama The Changcuters, beberapa penampilan sebelumnya Tria masih belum bisa kembali ke panggung tapi malam ini Tria kembali ke panggung dan mengajak Changcut Ranger untuk pergi ke London disambut dengan teriakan yang meriah oleh warga wargi, sebelumnya Isyana Sarasvati juga berkolaborasi dengan The Changcuters malam itu. 
Salah satu yang paling banyak dibicarakan warga wargi adalah penampilan Dewi Perssik ft Alde Taher, mantan suami dan istri ini kembali lagi dalam satu panggung membawakan lagu andalan mereka yang membawakan cover lagu Zombie dari The Cranberries. Penampilan mereka memansakan stage karena goyangan Dewi Perssik yang memukau serta melihat kelakuannya Aldi Taher yang selalu menghibur.
Tidak hanya terjadi keramaian di setiap panggung, tapi booth merchandise juga dipenuhi oleh warga wargi baik yang mau membeli official merchandise Synchronize Festival 2024 atau pun membeli merchandise dari musisi yang tampil pada Synchronize Festival 2024. Begitu pun dengan Sumber Mata Air yang disediakan untuk mengisi ulang air mineral pada tempat minum yang sudah di bawa. Kelaparan? Tidak mungkin, karena Synchronize Festival 2024 menyediakan banyak tenant makanan dengan harga yang terjangkau dan mengenyangkan. Untuk yang meminum alkohol, Synchronize Festival 2024 juga menyediakan beberapa tenant untuk bisa menyediakan minuman beralkohol yang bisa dibeli jika sudah 21+.
Malam minggu malam yang panjang, oleh kerena itu hari kedua Synchronize Festival 2024 ditutup oleh penampilan dari Whisnu Santika, salah satu DJ di Indonesia yang paling ditunggu oleh warga wargi. Telihat kegembiraan di pintu keluar Gambir Expo Kemayoran setelah acara selesai, sampai bertemu lagi di Synchronize Festival 2025!