Magis dan Nostalgia The Smashing Pumpkins Guncang Jakarta Setelah 15 Tahun Berlalu

Oleh: welly - 05 Oct 2025

PHOTO : BUDI SUSANTO
CREATIVEDISC.COM – JAKARTA –
Setelah penantian lama selama 15 tahun, The Smashing Pumpkins akhirnya kembali mengguncang Jakarta dalam tur “Rock Invasion 2025” yang digelar di JiExpo Kemayoran pada Jumat (3/10) yang dipromotori oleh CK Star Entertainment. Tepat pukul 20.00 WIB, Billy Corgan, James Iha, dan Jimmy Chamberlin, tiga personel original band legendaris asal Chicago itu menaiki panggung disambut sorak sorai ribuan penggemar yang telah lama menantikan kehadiran mereka. Tur ini menjadi bagian dari rangkaian comeback global band yang kini juga diperkuat oleh Jack Bates (bass) dan Kiki Wong (gitar).

Membuka konser dengan dua lagu berenergi tinggi, ‘Glass Theme’ dan ‘Heavy Metal Machine,’ suasana langsung memanas. Penonton pun ikut bernyanyi ketika intro ‘Bullet with Butterfly Wings’ terdengar, salah satu lagu paling ikonik dari album “Mellon Collie and the Infinite Sadness” (1995). James Iha kemudian menyapa penonton dengan Bahasa Indonesia, “Halo, selamat malam. Terima kasih sudah datang. Let’s rock!” , membuat suasana konser semakin akrab dan menggembirakan.

Lagu-lagu sentimental menjadi momen paling berkesan malam itu. Corgan dan Iha membawakan ‘Today’ dari “Siamese Dream” (1993), disusul dengan ‘1979’ yang sontak membuat seluruh penonton bernyanyi bersama, larut dalam nostalgia. Emosi semakin terasa ketika intro gitar ‘Mayonaise’ dimainkan, lalu disusul ‘Disarm’ yang penuh perasaan. Suara khas Billy Corgan yang melengking dan rapuh terasa semakin kuat ketika ia membawakan ‘Tonight, Tonight’ dan ‘Cherub Rock’.

Aksi panggung para personel juga memukau. Chamberlin menampilkan permainan drum bertenaga, sementara Kiki Wong menambah semangat dengan aksi panggung energik, berlari dan berjingkrak di antara lagu. Visual LED yang dinamis memperkuat atmosfer, berubah mengikuti ritme dari tiap lagu, dari warna lembut saat lagu-lagu sentimental hingga kilatan merah dan ungu untuk lagu-lagu keras bernuansa grunge.

Tak hanya nostalgia, Smashing Pumpkins juga memamerkan karya terbaru mereka. Lagu ‘Sighommi’ dari album “Aghori Mhori Mei” (2024) menjadi bukti bahwa band ini tetap relevan dengan eksplorasi musik baru. Disusul lagu ‘Bodies’, ‘Porcelina of the Vast Oceans’, dan ‘999’ yang menampilkan karakter eksperimental khas band ini.

Menjelang akhir konser, Billy Corgan kembali memanaskan suasana dengan lagu ‘Ava Adore’ dari album “Adore” (1998) dan ‘Stand Inside Your Love’ dari “Machina / The Machines of God”. Sebagai penutup, mereka membawakan ‘Zero.’” dan ‘The Everlasting Gaze’, lengkap dengan solo gitar blues Corgan yang memukau dan membungkus malam itu dengan energi penuh.

Konser The Smashing Pumpkins di Jakarta 2025 bukan sekadar reuni nostalgia, melainkan sebuah perayaan perjalanan panjang band yang telah melampaui tiga dekade. Dengan setlist yang seimbang antara lagu klasik dan rilisan baru, mereka membuktikan bahwa meski waktu terus berjalan, api rock alternatif 90-an masih membara di hati para penggemar Indonesia.

Author

welly

More from Creative Disc