Perseteruan bisnis musik kembali memanas setelah Dame Dash membuka tabir mengejutkan tentang Drake yang diduga menawarkan $6 Juta (sekitar 94 miliar) untuk membeli saham Roc-A-Fella Records miliknya, namun secara misterius ‘menghilang’ tanpa kabar.
Pengakuan mengejutkan ini disampaikan co-founder label musik legendaris tersebut melalui channel YouTube America Nu Network, mengungkap dinamika kompleks yang melibatkan Jay-Z, lelang kontroversial, dan utang pajak bernilai jutaan dolar kepada negara bagian New York.
“Lelang kemarin benar-benar sepi. Hanya pengacara Jay dan perwakilan negara bagian New York yang muncul – mereka yang dulunya menuntut saya,” ungkap Dash dengan nada getir. Ia mengaku absen dari lelang karena bertepatan dengan hari ulang tahun putranya, meski mengakui ingin prosesnya segera selesai.
Berdasarkan laporan New York Post, negara bagian New York akhirnya memenangkan lelang dengan tawaran Rp15,7 miliar – jauh di bawah nilai yang diharapkan Dash – sebagai upaya mereka menagih tunggakan pajak senilai Rp125,6 miliar. Situasi ini memancing kekecewaan Dash terhadap mantan rekan bisnisnya, Jay-Z.
“Ini membuka mata saya bahwa ‘homie’ tidak sebesar yang dia kira,” sindir Dash. “Saya pikir banyak yang akan tertarik membeli karena nilai historisnya. Mengingat bagaimana orang-orang mengklaim sangat mengagumi pria ini… minimal mereka akan datang. Tapi nyatanya? Kosong.”
Yang paling mengejutkan adalah pengakuan Dash tentang Drake. “Drake sebenarnya menawarkan Rp94 miliar lewat DM, tapi kemudian menghilang begitu saja. Buktinya ada di DM saya… Entah apa yang terjadi. Selain itu? Tidak ada tawaran serius. Tidak ada yang benar-benar menginginkannya.”
Sebelumnya pada Agustus lalu, Dash pernah menawarkan rantai original Roc-A-Fella dengan harga minimum Rp157 miliar, namun tidak membuahkan hasil. Spekulasi beredar bahwa potensi pembeli mundur karena rumor aset utama Roc-A-Fella Inc. Reasonable Doubt akan jatuh ke tangan Jay-Z, meski seorang hakim telah menolak memberikan putusan terkait hal tersebut.
“Yang dilelang adalah sepertiga saham Dash di RAF, bukan karya yang dimiliki RAF,” demikian penjelasan hakim. “Pengadilan tidak memiliki yurisdiksi atas keabsahan pemberitahuan penghentian hak cipta Carter.”