PHOTO: Tony Tiptodihardjo
CREATIVEDISC.COM – SURABAYA – Gemuruh tepuk tangan dan teriakan histeris mengguncang Jatim International Expo, Surabaya, saat band rock alternatif asal Dublin, Irlandia, The Script, menggelar konser spektakuler dalam rangkaian The Script – “Satellites World Tour 2025,” Minggu (16/2).
Danny O’Donoghue bersama personel band memberikan pertunjukan yang memukau, menggabungkan hits lawas dan materi album terbaru mereka di hadapan ribuan penggemar yang memadati venue.
Alih-alih muncul dari panggung utama, Danny O’Donoghue menghadirkan kejutan dengan tiba-tiba menerobos kerumunan dari sisi arena. Vokalis berkarisma ini berlari menyusuri barisan penonton sambil menyapa fans, menciptakan kehebohan spontan yang mengawali malam penuh energi.
Sentuhan personal mewarnai pertunjukan ketika Danny mengundang seorang penggemar bernama Chelsi ke atas panggung.
@jejakbonchel he also asked me to dance. ππππ love you, mate @The Script #nsaqly #thescriptinsurabaya β¬ original sound – jejak si bonCHEL ππ»βοΈ
Gadis itu menggenggam secarik kertas bertuliskan pengalaman pribadinya tentang pengkhianatan, dan bagaimana musik The Script membantunya bangkit.
Momen ini berubah menjadi tribute yang mengharukan saat Danny membawakan ‘Never Seen Anything Quite Like You’ khusus untuknya, diiringi sorakan dukungan dari seluruh hadirin.
Tak hanya itu, Gadis tersebut diajak berdansa oleh Daniel di atas panggung yang membuat seluruh penggemar merasa sedikit iri karena ini adalah momen pertama kali The Script menginjakkan kaki di Indonesia dan disambut penuh gemuruh oleh warga Indonesia.
Deretan hits seperti ‘Nothing,’ ‘The Man Who Can’t Be Moved,’ dan ‘Superheroes’ menggetarkan arena, menciptakan paduan suara massal antara band dan penonton. Lagu-lagu dari album “Satellites” pun mendapat sambutan hangat, membuktikan bahwa materi baru mereka tak kalah memukau dari karya-Momen spesial tercipta ketika Danny menyisipkan ucapan Valentine di tengah konser.
‘This is a night full of love,’ ujarnya, menambah dimensi romantis pada atmosfer yang sudah intim.
Hoobastank tampil sebagai band pembuka, sukses membangun momentum untuk penampilan utama. Kombinasi kedua band menciptakan harmoni sempurna antara nostalgia dan kesegaran musik kontemporer.
Hoobastank juga membawa nostalgia bagi para penggemar dengan membawa lagu lawas dan hits yaitu ‘The Reason’ sontak penonton bergemuruh dan menyanyikan bersama lagu tersebut.
Hingga nada terakhir mengudara, ribuan pasang mata tetap terpaku pada panggung. Malam itu, The Script tidak sekadar menggelar konser musik mereka menghadirkan sebuah perjalanan emosional yang memadukan cinta, luka, dan kekuatan penyembuh dari musik, meninggalkan kesan mendalam bagi Surabaya.