RAYE Sukses Tampil dengan Sexy, Manis dan Harmonis di Hari Terakhir Java Jazz Festival 2025

Oleh: welly - 04 Jun 2025

Foto: Sulinda Sumardi
Teks: Rouli Hutahean
CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Java Jazz Festival 2025 menjadi panggung pertama bagi RAYE di Indonesia. RAYE tidak berhenti mengucap syukur bisa menghibur penonton Java Jazz Festival 2025 di hari terakhir 1 Juni 2025. RAYE menjadi penampil ketiga dari special show di perayaan 20 tahun Java Jazz Festival setelah Jacob Collier (Jumat, 30 Mei 2025) dan Tunde (Sabtu, 31 Mei 2025).

Penyanyi dan penulis lagu asal Inggris ini, mebawakan semua lagu dari album “My 21st Century Blues” dengan konsep full band serta aransemen Jazz. RAYE membuka penampilannya dengan membawakan ‘Oscars Winning Tears’ disambut dengan tepuk tangan meriah dari Rays (sebutan fans RAYE) yang hadir pada malam itu. 
attachment
Berbalut gaun satin berwana pink dengan aksen pita di dada membuat RAYE tampil cantik dan sexy di sepanjang penampilannya, yang lebih menarik RAYE terlihat tidak menggunakan alas kaki dari awal hingga akhir penampilan. Penampilannya memukai dari awal hingga akhir, dengan atraksi panggung yang membuat penonton merasa semakin dekat dengan RAYE. Dari maju ke ujung panggung, duduk seperti sinden, duduk dan menyelonjorkan kaki di atas panggung, sampai mengajak penonton untuk berjoget di akhir lagu.

Di tengah pergantian lagu RAYE bercerita, jika menjadi seorang penyanyi adalah impiannya sejak umur 10 tahun, saat ayahnya bertanya apa cita-citanya. Dari sanalah RAYE fokus untuk menjadi seorang musisi dan menjadi RAYE yang saat ini. Dia pun sangat bersyukur akan hal ini. RAYE juga mengatakan bahwa musik adalah menyembuhkan dan bermanfaat bagi kesehatan baik fisik maupun mental. Kemudian RAYE juga mengingatkan kita untuk bisa merayakan hidup ini. 

Setelah membawakan ‘Oscar Winning Tears’, RAYE membawakan ‘Worth It’, ‘Five Star Hotels’ dan ‘Mary Jane’. Sebelum melanjutkan ke lagu ‘Ice Cream Man’, RAYE bercerita tentang perjuangannya menjadi “strong woman” terhadap trauma dan masa gelap yang pernah dilewatinya. RAYE juga memberikan penyemangat untuk penonton yang juga saat ini sedang dalam perjuangan untuk tetap bersemangat, bertahan dan akhirnya bisa kembali dengan lebih kuat, serta mendoakan semoga Rays tidak merasakan hal kelam yang dia pernah rasakan seperti lirik di dalam lagu.
attachment
Lagu berikutnya yang dibawakan adalah ‘Genesis’ dan ‘It’s A Man Worlds’. Saat lagu ‘It’s A Man Worlds’, RAYE menyanyikannya dengan duduk di panggung seperti seorang sinden dari awal hingga akhir lagu, RAYE juga memberikan beberapa kali gerakan tari/tubuh teatrikal yang membuat lagu ini menjadi semakin syadu dengan alunan jazz dari band.

RAYE menghidupkan suasana dengan beberapa kali berinteraksi dengan pemain band’nya sambil memperkenalkan mereka. Selain itu, RAYE juga banyak melakukan scat singing (teknik bernyanyi improvisasi dalam musik jazz yang menggunakan vokal tanpa kata-kata atau suku kata yang bermakna) yang memberikan tepuk tangan meriah dari penonton. 

RAYE menutup minggu malam kemarin dengan menyanyikan ‘Bed’, ‘You Don’t Know Me’ bersama penonton dengan ikut menyanyikan “Ooh, na na yeah” lirik dari lagu tersebut. Saat intro ‘Secrets’ dimainkan RAYE mengajak penonton yang duduk untuk berdiri agar bisa berjoget bersama di beberapa lagu terakhir, antara lain ‘Black Mascara’ dan ‘Escapism’ yang aransemennya dibuat menyerupai instrumen dari Star Wars. ‘Escapism’ menutup penampilan RAYE denga megah hingga membuat penonton meneriakkan  “we want more!”.

Melihat antusiasme penonton yang tinggi, RAYE mengaku akan kembali lagi ke Indonesia. 
attachment

Author

welly

More from Creative Disc