Kesha Luncurkan “SMASH”, Platform Kolaborasi Musik untuk Kembalikan Hak Para Kreator

Oleh: riadini - 29 May 2025

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Kesha baru saja meluncurkan “SMASH”, sebuah platform kolaborasi baru yang dirancang untuk mengembalikan kendali dan kepemilikan karya ke tangan para kreator musik mulai dari produser, vokalis, penulis lagu, hingga engineer.

Lewat “SMASH”, Kesha ingin menciptakan ruang yang aman dan mendukung bagi para seniman untuk saling terhubung, bekerja sama, dan tetap memiliki hak atas karya mereka, tanpa kontrak penuh jebakan atau campur tangan eksekutif industri.

“Aku pernah menandatangani kontrak predator di usia 18 tahun, dan butuh lebih dari satu dekade untuk merebut kembali hak atas suara dan image ku. Setelah akhirnya bebas, aku sadar perjuangannya belum selesai,” ujar pelantun ‘Die Young’ tersebut. “Lewat SMASH, aku ingin memastikan hal seperti itu tidak terjadi lagi pada orang lain.”

“SMASH” (smashmusic.io) dikembangkan bersama CTO Alan Cannistraro (mantan engineer Apple dan Facebook) dan COO Lagan Sebert. Platform ini bukan hanya sekadar ruang networking, tetapi juga dilengkapi studio kolaborasi jarak jauh, sistem kontrak otomatis, dan marketplace talenta. “SMASH” juga meluncurkan tantangan remix untuk lagu baru Kesha, ‘BOY CRAZY’, di mana remix terbaik pilihan Kesha akan dirilis secara resmi di musim panas melalui Kesha Records.

Peluncuran “SMASH” berbarengan dengan persiapan Kesha merilis album terbarunya yang bertajuk “.” (PERIOD) pada 4 Juli, yang juga bertepatan dengan hari kemerdekaan Amerika Serikat. Penyanyi berusia 38 tahun ini pun akan memulai The Tits Out Tour, tur terbesar dalam kariernya yang diproduksi Live Nation dan didukung oleh Feeld. Tur Kesha di Amerika Utara akan dimulai pada 1 Juli di Utah, dengan pemberhentian di berbagai venue besar seperti Kia Forum di Los Angeles dan Madison Square Garden di New York City.

Author

riadini

More from Creative Disc