PHOTO: SULINDA SUMARDI
CREATIVEDISC.COM – JAKARTA –Age is just a number. Kata-kata tersebut sangat relevan untuk vokalis L’Arc~en~Ciel HYDE. Vokalis berusia 56 tahun ini masih terlihat sangat enerjik dan masih beringas di proyek solonya yang memainkan musik hard rock, nu metal dan hardcore. Lewat proyek solonya HYDE seolah menumpahkan semua emosinya dengan berteriak secara lantang, berbanding terbalik dengan musik L’Arc~en~Ciel yang bernuansa ritmis dan berpegang teguh pada alternative rock.
Setelah terakhir kali datang ke Indonesia pada gelaran Japan Night 2014 bersama VAMPS, akhirnya sang legenda merangkap salah satu THE LAST ROCKSTAR (nama grup yang ia bentuk dengan pionir visual kei di Jepang) kembali bermain di Jakarta lewat tur HYDE [INSIDE] LIVE. Jakarta merupakan satu-satunya kota Asia di luar Jepang yang ia sambangi dalam turnya ini. Konser ini berlangsung di Tennis Indoor Senayan pada Sabtu, 1 November 2025 dan diselenggarakan oleh Sound Rhythm dan Mataloka Live.
HYDE sendiri berkelakar bahwa ia memilih Jakarta karena sudah kangen makan rendang, bahkan ia sempat sakit perut pada satu hari sebelum konser karena melahap banyak makanan Indonesia. Selain itu, ia juga menganggap bahwa Jakarta adalah salah satu basis penggemar L’Arc~en~Ciel terkuat di seluruh dunia.
Konser dimulai pada 19:45, tepat waktu mengikuti rundown yang sudah diumumkan oleh promotor. Ia langsung tampil dengan mimbar tinggi lewat lagu pertamanya “LET IT OUT”, seolah sudah siap untuk memimpin para pemujanya untuk bersenang-senang dengan tema Gothic Halloween. Selama konser berlangsung, HYDE selalu memberikan penampilan terbaik di setiap lagu. Semangat dan tarikan vokalnya tidak mengendur meski kerutan kulit sudah mulai terlihat di pelipis matanya dan make up tebal pun perlahan tidak sanggup lagi menutupi tanda penuaan.
Di tengah konser, ia tiba-tiba membawakan lagu “Faint” milik Linkin Park, gilanya ia bisa menyanyikan bagian scream yang sangat sulit dengan bagus dan tidak ada cela. Selama konser berlangsung, HYDE benar-benar memberikan aura bintangnya dan seolah menjadi pelepas dahaga bagi para penggemarnya yang sudah menunggu sekian lama. Liukan HYDE yang masih lincah ditambah dengan badannya yang masih terlihat bagus dan sama seperti penampilannya dia di Jakarta pada tahun 2012 menimbulkan decak kagum dari penonton. Para personil band-nya pun juga tampil dengan sangat maksimal dan bukan hanya jadi pengiring HYDE saja. Mereka mampu membakar semangat penonton dengan permainan apik dan kencang serta mampu memandu penonton untuk lebih beringas dan terus bergoyang. Selama hampir 90 menit HYDE benar-benar membawa suasana teatrikal yang sangat memukau, melihat HYDE seperti melihat seorang rockstar yang terlihat pantang menyerah dan perfeksionis. “LAST SONG” didaulat menjadi penutup babak awal dari konser ini dimana HYDE benar-benar memberikan aksi teatrikalnya yang paling maksimal.

Ketika sesi encore dimulai, para personil band HYDE menunjukkan kebiasaannya. Mulai dari membawakan “Indonesia Raya” dalam versi gitar sampai memainkan Slayer “Reign In Blood”. Setelahnya, HYDE tiba-tiba muncul dari sisi kiri tribun Tennis Indoor sambil menembakkan pistol air ke arah penonton. Penonton pun langsung histeris ketika mereka kecipratan air dari HYDE seperti mendapatkan air suci dari sang idola. Saat HYDE kembali ke panggung, ia mengejutkan penonton dengan membawakan lagu “HONEY” milik L’Arc~en~Ciel dengan kondisi dan vokal yang sama seperti pertama kali lagu ini dirilis pada tahun 1998. Ia juga membawakan lagu “Glamorous Sky” yang ia ciptakan untuk Mika Nakashima yang berperan sebagai Nana versi live action. Versi “Glamorous Sky” versi HYDE dibawakan dengan gaya metal sehingga penonton semakin liar dan tentunya singalong tidak dapat dihindari lagi. Usai lagu terakhir “SEX BLOOD ROCK N ROLL” milik VAMPS dibawakan ia berpamitan dan mengucapkan terima kasih ke penonton Indonesia yang sudah memberikan energi kepada dirinya.
Kaget, tercengang, dan takjub adalah kata-kata yang bisa mendeskripsikan penampilan HYDE pada malam itu. Ia tidak terlihat seperti orang yang berusia 56 tahun karena ia tampil layaknya orang umur 26 tahun. Sebuah pencapaian yang tidak semua rockstar bisa, apalagi HYDE sempat bilang bahwa rockstar di eranya sangat akrab dengan gaya hidup yang tidak sehat sehingga semakin menua semangat mereka semakin mengendur dan badannya semakin membesar.

Entah mengikuti karyanya atau tidak, HYDE memberikan sebuah pengalaman konser yang memuaskan karena mampu menggabungkan berbagai macam elemen dalam gedung konser dengan sangat baik. Ia juga tampil sangat interaktif dengan penggemarnya dan jauh lebih banyak melempar senyum tanda girang kepada penontonnya, jauh berbeda ketika ia tampil bersama VAMPS pada tahun 2014 dimana imaji yang ia berikan adalah sosok idola keren nan dingin. Penonton seolah disihir oleh aksi panggung HYDE yang memukau, teriakan dan pelepasan energi dari penonton seolah menjadi mantra magis yang diserap oleh HYDE agar ia semakin liar di panggung. Banyak yang berkata bahwa ia layaknya vampir yang tak pernah terlihat tua dan selalu tampil prima di panggung (bahkan jauh lebih prima dibandingkan penampilannya 11 tahun lalu).

Pada tanggal 31 Oktober 2025, sehari sebelum konser ia berceloteh bahwa ia sudah kaya raya dan tidak butuh duit dari musik. Ia hanya ingin menghibur dan memberikan yang terbaik bagi para penggemarnya. Ada aura bijak yang muncul di dalamnya. Aura tersebut berpadu dengan aura kebintangan miliknya menjadikan HYDE tampil sangat lepas pada malam itu. Tidak ada ekspektasi berlebihan, hanyalah temu kangen dengan para penggemar setianya yang menunggu lama sekali untuk bertemu kembali dengan sang legenda. Dan sang idola sukses bertemu kembali dengan penggemarnya dengan meninggalkan kesan magis yang mendalam serta semakin menambah kerinduan untuk menunggu L’Arc~en~Ciel bisa tampil kedua kalinya di Jakarta.