Rosalía Berbicara Tentang Cancel Culture: Hadapi Kritik Karena Tidak Menunjukkan Dukungan buat Palestina

Oleh: welly - 15 Nov 2025

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Rosalía yang baru ini merilis album “Lux”, ramai diperbincangkan karena dituduh tidak menunjukkan dukungannya buat Palestina. Puncaknya terjadi ketika desainer ternama Miguel Adrover menyatakan menolak bekerja dengannya lantaran sikap diamnya.

Namun dalam berbagai kesempatan, termasuk wawancara dengan Le Monde dan terbaru bersama The Guardian, Rosalía menjelaskan bahwa ketidakhadirannya bukan bentuk pengabaian, melainkan konsekuensi dari pilihannya menutup diri dari media sosial demi fokus menciptakan album barunya, “Lux”, yang sudah rilis 7 November.

Rosalía juga mengaku kalau dia sendiri masih banyak belajar dan tidak selalu benar. Dirinyna juga menyoroti fenomena ‘cancel culture’, di mana netizen kerap menuntut keseragaman dan ketitak seseorang tidak memenuhi ekspektasi itu, mereka segera diberi label dan dijatuhi sanksi sosial.

Di tengah arus opini yang semakin keras, Rosalía mengingatkan bahwa manusia dipenuhi kontradiksi, dan menurutnya itu bukan kelemahan, melainkan kondisi yang tak terhindarkan dalam dunia yang kompleks. Mengutip gagasan Roland Barthes tentang “anti-hero yang mampu menanggung kontradiksi tanpa rasa malu,” ia menempatkan dirinya sebagai seseorang yang terus belajar, berefleksi, dan berusaha melakukan yang lebih baik tanpa berpura-pura sempurna.

Album “Lux” yang sudah dirilisnya mendapatkan banyak pujian dari media-media ternama. Skor metacritic yang didapatnya juga cukup tinggi, yaitu 97/100, menandakan kualitas album yang berisikan 18 lagu ini.

Di album ini, Rosalía merekamnya bersama London Symphony Orchestra di bawah pimpinan konduktor Daníel Bjarnason. Deretan kolaboratornya juga luar biasa, mulai by Björk, Carminho, Estrella Morente, Sílvia Pérez Cruz, Yahritza y su Esencia, hingga Yves Tumor.

Dengan kategori Orchestral Pop dan Art Pop, Rosalía mengaku memakai 14 bahasa berbeda dalam penulisan liriknya, yang dibantu oleh google translate, penerjemah profesional dan ahli fonetik.

Author

welly

More from Creativedisc