Zayn Malik resmi memulai era barunya dengan merilis ‘Die For Me’, single pembuka untuk album studio kelimanya bertajuk “KONNAKOL”. Video musiknya hadir dengan visual gelap dan penuh intensitas, memperkuat emosi mentah yang ada dalam lagu tersebut. Melalui album ini, Zayn mengeksplorasi akar budaya Asia Selatan melalui teknik vokal perkusi India, sekaligus mengumumkan tur dunia skala stadion terbesarnya. Lagu ini dirilis 6 Februari.
Myles Smith berkolaborasi dengan Niall Horan dalam single terbaru berjudul ‘Drive Safe’. Kolaborasi perdana ini menggabungkan penulisan lirik Myles yang jujur dengan melodi hangat khas Niall, mengangkat tema tentang perjalanan hidup yang penuh ketidakpastian. Dengan balutan gitar akustik yang cerah, lagu ini memberikan pesan optimis bahwa segala rintangan akan terasa lebih ringan jika dihadapi bersama orang terdekat. Lagu ini dirilis 6 Februari.
Sombr hadir dengan energi baru lewat single upbeat berjudul ‘Homewrecker’. Berbeda dari karya sebelumnya, lagu ini membawa narasi yang lebih berani mengenai dilema ketertarikan pada seseorang yang sudah memiliki pasangan. Video musiknya yang digarap oleh sutradara Gus Black menampilkan konsep film Western yang unik. Perilisan ini menyusul penampilan fenomenal Sombr di panggung Grammy Awards 2026 baru-baru ini. Lagu ini dirilis 5 Februari.
Produser elektronik ILLENIUM merilis album terbarunya “ODYSSEY” yang menyertakan kolaborasi bersama Ellie Goulding dalam lagu ‘Don’t Want Your Love’. Dalam trek ini, ILLENIUM mengeksplorasi ranah house dan trance, memadukan identitas musiknya dengan vokal kuat Ellie yang mengarahkan lagu ke nuansa dance-driven. Album ini juga menampilkan kolaborasi lintas genre lainnya dengan deretan musisi besar dunia. Lagu ini dirilis 6 Februari.
Maisie Peters mengumumkan album studio ketiganya, “Florescence”, dengan melepas single perdana ‘My Regards’. Lagu ini memperlihatkan sisi Maisie yang lebih berani dan percaya diri, terinspirasi dari gaya musik country klasik namun dengan sudut pandang modern yang jenaka. Video musiknya menampilkan visual estetik yang terinspirasi dari film-film sinematik serta komedi fisik yang menghibur. Lagu ini dirilis 6 Februari.
Kolaborasi besar antara Calvin Harris dan band Kasabian akhirnya terwujud melalui single ‘Release The Pressure’. Lagu ini memadukan estetika musik dansa era awal 2010-an dengan pendekatan house modern yang lebih minimalis. Calvin Harris menghadirkan aransemen yang ramping dan kontemporer, sekaligus melanjutkan eksplorasinya dalam menyerap unsur indie rock ke dalam karya elektroniknya. Lagu ini dirilis 6 Februari.
Sasha Keable merilis versi deluxe bertajuk “ACT II” dengan ‘Heal Something’ sebagai lagu sorotan utama. Trek R&B soulful ini merepresentasikan kematangan Sasha dalam menulis lirik yang sangat personal mengenai kerentanan dan tekad untuk pulih dari kerumitan emosi. Melalui instrumen yang indah, lagu ini memberikan resolusi emosional yang jujur dan menjadi penutup yang kuat bagi perjalanan narasi di albumnya. Lagu ini dirilis 6 Februari.
Nick Jonas membuka album terbarunya, “Sunday Best”, lewat lagu ‘Sweet to Me’ yang sarat akan pengalaman personal. Melalui lagu ini, Nick menengok kembali perjalanan hidupnya dengan perspektif yang lebih dewasa, menghadirkan potongan memori masa kecil yang hangat dan penuh rasa aman. Detail-detail kecil tentang kenangan bersama keluarga menjadi inti dari narasi lagu yang menyentuh sisi kepolosan di awal hidupnya ini. Lagu ini dirilis 6 Februari.
Dua bintang Afrobeats, Mr Eazi dan King Promise, merilis single kolaborasi ‘That Way’ yang menginterpolasi lagu legendaris Backstreet Boys. Melodi ikonik tersebut dibalut dengan perkusi menghentak dan lirik bahasa Pidgin, menciptakan perpaduan nostalgia era 90-an dengan nuansa modern Afropop. Lagu ini merupakan pembuka menuju album kolaborasi perdana mereka yang sangat dinantikan oleh penggemar musik global. Lagu ini dirilis 6 Februari.
Musisi asal Australia, Keenan Te, merilis balada soul-pop emosional berjudul ‘Bones’. Lagu ini menggambarkan fase sunyi setelah patah hati dan sulitnya melepaskan kenangan yang sudah melekat sangat dalam. Melalui penyampaian emosi yang jujur dan reflektif, Keenan kembali membuktikan kekuatannya sebagai penulis lagu yang mampu menyuarakan pengalaman universal tentang kehilangan secara mendalam namun tetap sederhana. Lagu ini dirilis 6 Februari.