Danny L Harle Rilis Album Debut “Cerulean”, Hadirkan Kolaborasi Spesial Bersama Dua Lipa dalam ‘Two Hearts’

Oleh: riadini - 14 Feb 2026

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Musisi, produser, sekaligus komposer nominasi GRAMMY, Danny L Harle, akhirnya merilis album debut yang telah lama dinantikan, “Cerulean”. Album ini menjadi rilisan penuh pertamanya bersama XL Recordings sekaligus karya yang ia anggap sebagai debut “sebenarnya”, setelah proyek eksperimental “Harlecore” pada 2021. Danny L Harle menyebut “Cerulean” sebagai pernyataan artistik paling definitif dalam kariernya sejauh ini, sebuah karya besar yang sepenuhnya merepresentasikan visinya sebagai seniman.

Secara musikal, “Cerulean” berada di ambang antara mimpi dan realitas, mengejar nuansa “melancholic euphoria” yang megah namun tetap terasa manusiawi. Untuk mewujudkan dunia tersebut, musisi asal Inggris tersebut menggandeng deretan kolaborator kelas atas seperti DUA LIPA, CAROLINE POLACHEK, CLAIRO, PINKPANTHERESS, OKLOU, MNEK, JULIA MICHAELS, dan KACHA, serta kontribusi personal dari putri-putrinya sendiri.


Sebagai bagian dari perayaan perilisan album, Danny L Harle juga merilis ‘Two Hearts’, kolaborasinya dengan Dua Lipa yang langsung dinobatkan sebagai Radio 1’s Hottest Record. Lagu ini melanjutkan kerja sama kreatif mereka setelah album “Radical Optimism” (2024), sekaligus menutup spekulasi panjang soal kolaborator terakhir dalam “Cerulean”. ‘Two Hearts’ menyusul deretan single sebelumnya seperti ‘Raft In The Sea’, ‘Starlight’, ‘Azimuth’, dan ‘Crystallise My Tears’, yang masing-masing menampilkan sisi emosional dan megah dari album ini.

Tak hanya lewat audio, “Cerulean” juga hadir dalam bentuk film audiovisual berdurasi 32 menit yang disutradarai Lilian Hardouineau dan tayang eksklusif melalui NTS. Film ini menampilkan performa live berkesinambungan di dunia maritim pasca-apokaliptik, terinspirasi dari referensi sinematik seperti “Stalker” dan “Alien”. Dengan latar Bull Sand Fort yang terbengkalai di tengah laut, visualnya memperkuat tema utama album: ketegangan antara euforia dan melankolia, seolah musik menjadi senjata terakhir untuk melawan akhir dunia.

Author

riadini

More from Creativedisc