CREATIVEDISC.COM – Jakarta; Membuka rangkaian “Loop Tour” di Sydney pada Jumat (14/2), Ed Sheeran membagikan kisah personal yang emosional di hadapan 70.000 penonton di Accor Stadium. Di tengah penampilannya, musisi asal Inggris ini mengungkapkan alasan mengapa ia tidak lagi memiliki ponsel sejak tahun 2015.
Keputusan tersebut bermula dari kasus hukum hak cipta panjang terkait lagu ‘Thinking Out Loud’ yang mengharuskannya menyerahkan seluruh perangkat elektroniknya ke pengadilan sebagai barang bukti. Ed menceritakan bahwa saat ia menyalakan kembali ponsel lamanya untuk keperluan investigasi, ia merasa seperti masuk ke dalam mesin waktu. Ia menemukan pesan-pesan dari tahun 2007, termasuk percakapan dengan teman-teman yang kini telah tiada dan anggota keluarga yang sudah lama tidak ia hubungi. “Itu benar-benar membuatku terpaku, seolah membeku dalam waktu,” ungkap Ed mengenai pengalamannya membuka kembali kenangan digital yang tersimpan selama bertahun-tahun.
Pengalaman melankolis tersebut rupanya menjadi inspirasi utama bagi lagu ‘Old Phone’ yang terdapat dalam album terbarunya rilisan tahun 2025, “Play”. Ed menjelaskan kepada penggemar bahwa menulis lagu adalah caranya untuk memahami hal-hal negatif yang terjadi dalam hidupnya. Baginya, lagu-lagu yang ia ciptakan adalah representasi dari titik ekstrem emosinya, baik saat merasa sangat sedih maupun sangat bahagia.
Selain berbagi kisah personal, pelantun ‘Shape of You’ ini juga mengungkapkan rasa cintanya yang mendalam pada Australia. Ia mengenang bahwa Australia adalah tempat pertama yang mengapresiasi musiknya di luar Inggris saat ia masih berusia 19 tahun. “Sydney, rasanya luar biasa bisa kembali. Jika suara kalian tidak habis besok, berarti aku belum melakukan tugasku dengan benar,” candanya di atas panggung. Ed dijadwalkan akan melanjutkan tur ini ke Brisbane, Melbourne, dan Adelaide setelah menyelesaikan jadwalnya di Sydney.