CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Penyanyi dan penulis lagu asal Montreal, Quebec, Canada, Chloe Stroll kembali memperkenalkan bab terbaru dari album terbarunya “Bloom in the Break” lewat single ‘Love in the Dark.’ Lagu ini menjadi rilisan lanjutan setelah beberapa track yang lebih dulu diperkenalkan kepada publik seperti ‘You’re OK’, ‘I Stood My Ground’, dan ‘Home’.
Namun bagi Chloe sendiri, ‘Love in the Dark’ memiliki tempat yang sangat spesial di dalam album tersebut.
“Love in the Dark adalah lagu favoritku di album ini,” ungkap Chloe. “Aku ingin menyampaikan pesan bahwa tidak semua hal dalam hidup harus selalu jelas atau berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kadang hidup terasa gelap dan berat, dan itu adalah bagian dari perjalanan.”
Bukan Sekadar Lagu Tentang Hubungan Romantis
Meski judulnya mengarah pada relasi romantis, Chloe menjelaskan bahwa ‘Love in the Dark’ sebenarnya berangkat dari pengalaman emosional yang lebih luas.
“Buatku ini lebih tentang pengalaman emosional secara umum. Dalam hubungan apa pun, baik romantis maupun pertemanan kadang kita bisa merasa sendirian. Seolah tidak ada jalan keluar atau arah yang jelas.”
Ia mengambil potongan pengalaman dari berbagai momen dalam hidupnya, bahkan yang hanya berlangsung beberapa menit dan merangkainya menjadi sebuah cerita musikal.
“Aku mencoba menerjemahkan perasaan itu ke dalam musik. Lagu ini memang memiliki sisi sedih, tapi juga ada harapan di dalamnya. Karena pada akhirnya selalu ada jalan untuk bergerak maju.”
‘Love in the Dark’ hadir dengan pendekatan yang lebih tenang dan reflektif. Menurut Chloe, lagu ini menggambarkan momen-momen ketika seseorang merasa sedikit tersesat secara emosional.
“Ini adalah lagu yang lebih sunyi, lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari. Ada hari-hari ketika kamu merasa sedikit berat, sedikit berjuang. Lagu ini mencoba menangkap perasaan itu.”
Melodi yang lembut menjadi medium bagi Chloe untuk menyampaikan sisi rapuh tersebut tanpa kehilangan harapan. Justru di dalam kegelapan itulah, ia menemukan metafora yang kuat tentang cinta.
Terowongan Menuju Cahaya
Bagi Chloe, metafora ‘Love in the Dark’ justru menyimpan optimisme yang kuat. Ia membayangkan lagu ini seperti sebuah perjalanan melewati terowongan.
“Cinta itu sebenarnya cahaya. Aku membayangkan lagu ini seperti sebuah terowongan dan di ujungnya selalu ada cahaya.”
Gagasan tersebut juga menjadi benang merah dari keseluruhan album “Bloom in the Break”, sebuah karya yang berbicara tentang pertumbuhan melalui retakan kehidupan dan menemukan cahaya di momen-momen paling rapuh.