Grup K-pop global BLACKPINK kembali dengan formasi lengkap melalui lagu utama ‘GO’ dari mini album terbaru mereka “DEADLINE”. Lagu penuh energi ini menonjolkan identitas khas mereka dengan produksi yang menghentak dan visual video musik yang berskala sinematik luar angkasa. Perilisan ini menjadi momen krusial yang menandai fase baru karier mereka setelah sukses menjalankan tur dunia besar tahun lalu. Lagu ini dirilis tanggal 26 Februari.
Bruno Mars resmi meluncurkan album solo terbarunya “The Romantic” yang merupakan karya solo pertamanya dalam kurun waktu hampir satu dekade. Bersamaan dengan itu, ia merilis video musik ‘Risk It All’ yang menampilkan suasana romantis dengan iringan band mariachi dan adegan pernikahan yang hangat. Untuk merayakan era baru ini, ia juga telah menjadwalkan tur stadion global yang akan menyambangi Amerika Utara dan Eropa. Lagu ini dirilis tanggal 27 Februari.
Penyanyi asal Inggris, RAYE, menghadirkan single emosional ‘Nightingale Lane’ sebagai pembuka untuk album keduanya yang bertajuk “This Album May Contain Hope”. Melalui lagu ini, ia mengajak pendengar mengenang patah hati terbesar dalam hidupnya lewat aransemen musik yang megah sekaligus intim. Proyek ini diprediksi akan menjadi salah satu karya paling jujur darinya setelah kesuksesan besar yang diraih setahun terakhir. Lagu ini dirilis tanggal 27 Februari.
Setelah tampil di panggung Grammy, Alex Warren merilis single ‘Fever Dream’ yang menceritakan momen berkesan saat pertama kali ia bertemu dengan sang istri. Lagu bernuansa ringan ini hadir dengan video musik surealis yang menampilkan kejutan berupa kemunculan Paris Hilton di akhir cerita. Karya ini menjadi gerbang utama bagi Warren untuk memasuki babak baru dalam perjalanan musiknya di tahun 2026. Lagu ini dirilis tanggal 26 Februari.
Melanie Martinez merilis ‘DISNEY PRINCESS’ sebagai single kedua dari album “HADES” yang mengeksplorasi sisi gelap dari sebuah ketenaran. Lagu ini menggunakan metafora tajam tentang bagaimana citra sempurna seorang figur publik seringkali menutupi luka dan eksploitasi di balik layar. Dengan pendekatan teatrikal yang khas, karya ini mempertegas narasi konseptual yang gelap dari proyek musik terbarunya. Lagu ini dirilis tanggal 25 Februari.
Lagu ‘KiLL iT QUEEN’ menjadi langkah awal yang berani bagi Ava Max sebagai artis independen setelah resmi berpisah dari label lamanya. Single ini melambangkan kebebasan kreatif dan visi bermusik baru yang ia garap dengan tantangan vokal serta emosi yang lebih mendalam. Melalui karya ini, ia ingin menegaskan pesan kepada penggemar untuk bangkit dan menaklukkan segala rintangan yang ada. Lagu ini dirilis tanggal 25 Februari.
Lauv menggali masa lalu personalnya lewat EP “songs i couldn’t forget”, termasuk lagu ‘mariah’ yang menggambarkan euforia jatuh cinta yang intens. Liriknya menggunakan referensi romansa klasik untuk menunjukkan bagaimana kehadiran seseorang mampu mengubah pandangan hidupnya secara drastis. EP ini berisi kumpulan lagu yang ditulis sejak 2018 dan dianggap sebagai karya yang sangat membentuk identitas dirinya. Lagu ini dirilis tanggal 27 Februari.
Band indie-rock Australia, The Temper Trap, merilis ‘Into The Wild’ sebagai single ketiga yang menandai kembalinya mereka setelah vakum selama sembilan tahun. Lagu ini merupakan hasil kolaborasi seluruh personel bersama produser Styalz Fuego untuk menyalakan kembali semangat bermusik grup tersebut. Proses kreatif lagu ini diakui menjadi percikan awal dalam upaya mereka menemukan kembali chemistry setelah bertahun-tahun berpisah. Lagu ini dirilis tanggal 26 Februari.
Slayyyter meluncurkan ‘OLD TECHNOLOGY’ sebagai lagu penutup rangkaian pra-rilis menuju album barunya yang bertajuk “WOR$T GIRL IN AMERICA”. Lagu ini menggabungkan nuansa nostalgia glitchy dengan produksi pop agresif yang memang dirancang untuk menjadi anthem di berbagai lantai dansa. Video musiknya yang bernuansa musim dingin disutradarai langsung oleh sang penyanyi untuk memperkuat dunia kreatif yang ia bangun. Lagu ini dirilis tanggal 24 Februari.
Grup aespa berkolaborasi dengan Anderson .Paak lewat lagu ‘Keychain’ yang menjadi bagian dari jalur suara film “K-POPS!”. Diproduseri oleh Dem Jointz, single ini memadukan elemen hip-hop dan funk organik dengan sentuhan K-pop yang modern dan unik. Kolaborasi ini mencerminkan semangat lintas budaya yang kuat, mengingat latar belakang Anderson .Paak yang memiliki darah Korea. Lagu ini dirilis tanggal 27 Februari.